BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
bab 18


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu Ziva enggan untuk bertemu dengan Rafa. Dia selalu menghindari untuk bertemu Rafa, Pagi-pagi sekali Ziva sudah pergi dan sore sebelum Rafa sampai di rumah Ziva telah dulu pun sampai di rumah.


Siang itu di kantor Rafa kedatangan kolega bisnis nya yang bernama Kevin.Dengan gagah nya Kevin berjalan membuat semua karyawan Rafa terpana oleh pesona Kevin.


''Waw..dia gagah sekali. ''


''Huaaa suami idaman banget. ''begitu lah kira-kira kata-kata yang mereka lontar kan. Tapi tidak dengan Ziva dia hanya. acuh dan terus melanjut kan pekerjaan nya karna bagi Ziva hanya bekerja dan bekerja yang saat ini ada di dalam benak nya.


Kevin masuk menuju lift ceo pemilik kantor itu. Tapi saat akan masuk pandangan tepat tertuju pada gadis yang sedang mengepel lantai, tapi dia lupa pernah bertemu dimana.


Kevin berusaha keras mengingat wajah yang tak asing itu sambil berlalu menuju ruangan Rafa.


Tok....


Tok...


Tok...


''Masuk '' teriak Rafa dari dalam


ceklek


''Pak ini ada bapak Kevin.''Ucap sekretaris Rafa. ''


''Mari tuan silahkan masuk. ''


''Terimakasih. ''Kevin pun melenggang masuk kedalam ruanganan Rafa.


Mereka pun berpelukan dan saling merangkul karna mereka adalah teman lama yang sudah lama tidak bertemu.


''Hai Raf kau makin sukses saja.'' Basa basi Kevin.


''Kau juga Vin makin sukses, Ayo silahkan duduk kau mau minum apa ?''


''Kopi saja. ''


''Baik lah tunggu ya, Lena tolong kau suruh orang membawakan kopi untuk tamu ku. ''


''Baik lah pak saya permisi. ''


Mereka pun berbincang dan melepas rindu sekaligus menjalin kerja sama yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Saat asik berbicara pintu di ketuk dan Rafa mempersilah untuk masuk.


''Permisi pak ini kopi nya.''Ucap Ziva sambil terus menunduk. Tapi Kevin terus memperhatikan nya.

__ADS_1


''Taruh disitu dan kau boleh pergi. ''Ketus Rafa.


''Tunggu. ''Kevin memegang tangan Ziva


''Aku seperti mengenali mu tapi aku lupa dimana.'' Karna melihat perut Ziva yang buncit jadi Kevin merasa ragu.


''Tidak,,,,Saya tak mengenali anda pak!mungkin anda salah liat. ''


''Sudah Ziva cepat kau pergi aku muak melihat mu. '' Geram Rafa.


''Ziva ? apa kau Ziva kakak nya Zia ?'' Kevin bertanya terus pada Ziva.


''Iy..iya pak aku Ziva kakak nya Zia.Anda tau dari mana saya. ''


''Hai cantik apa kau lupa dengan ku. ''


Lalu Ziva mengangkat kepalanya untuk melihat Kevin matanya berkaca-kaca saat melihat teman masa kecil yang di rindukan sekarang ada di depan mata.


Tapi sekuat tenaga Ziva berusaha tak menangis di depan Rafa dan Kevin. Ia hanya tersenyum kecut melihat Kevin sekarang. Sementara Rafa hanya memperhatikan mereka.


''Kalau begitu saya permisi dulu.'' Ziva berlalu dari ruangan itu.


''Hai anak siapa yang ada dalam perut nya? bukan kah dia belum menikah.?'' begitu banyak pertanyaan yang ada di benak Kevin. Tapi dia akan menanyakan itu setelah pertemuan ini selesai.


Tapi karna orang tua Kevin yang kaya dan mempunyai perusahaan dimana-mana membuat mereka harus pindah dari negara ini untuk memantau perusahaan lain di Negara tetangga .


Kini Kevin kembali untuk mengambil alih perusahaan di Negara ini. Dan beruntung tanpa harus bersusah payah mereka langsung di pertemukan.


Dan betul saat urusan nya selesai dengan Rafa. Kevin langsung mencari Ziva karna ia tak ingin kehilangan Ziva untuk kedua kali nya.Kevin berpapasan dengan Cova.


''Hai Cova. ''Sahut Kevin.


''Hai kau Kevin kan. maaf aku tak tau kalau kau datang. Kalau aku tau pasti aku menjemput mu. ''


''Ini kejutan aku memberi kejutan pada kalian. Tapi ada yang ingin aku tanyakan Cov. ''Tanpa basa basi Kevin langsung ke intinya.


''Apa yang ingin kau tanyakan ?''


''Aku ingin bertanya tentang Ziva!!''


''Kau mengenal Ziva,dari mana kau mengenal nya.'' Selidik Cova.


''Dia teman masa kecil ku Cova yang telah lama aku tunggu. Dan sekarang saat nya aku membawanya. ''

__ADS_1


Cova tampak syok mendengar penuturan Kevin karna dia berfikir makin banyak saingan untuk mendapat kan Ziva.


''Dia ada di pantry.''


Tanpa menjawab pertanyaan Cova. Kevin langsung melangkah kaki nya menuju tempat yang telah di beri yang telah di beri tahu oleh Cova. Melihat punggung kecil Ziva, Kevin langsung memeluk untuk melepas kan rindu yang selama ini ia tahan.


Ziva hanya bisa menangis dan menikmati pelukan hangat Kevin. Karna ini yang di butuhkan oleh Ziva saat ini. Pelukan hangat tempat nya bersandar.


''Ziva maaf kan aku yang terlalu lama datang. '' sambil membelikan tubuh Ziva dan di tatap mata yang sayu itu mengeluarkan air mata.


''Hai cantik kenapa kau menangis. harus nya kau bahagia aku datang menjemput mu.Tapi tunggu anak siapa ini? '' tanya Kevin.


Tapi bukan nya menjawab Ziva malah semakin kencang menangis di dalam pelukan Kevin.Ia membiarkan Ziva melupakan semua kesedihan yang selama ini ia pendam.


Saat Ziva sudah merasa tenang. Kevin membawa Ziva pergi keluar dari kantor itu untuk berbincang agar mereka lebih leluasa. Mereka menuju kafe terdekat.


Kevin menuntun Ziva secara hati-hati karna Ziva kesusahan untuk berjalan,mereka duduk di pojokan yang cukup sepi. Pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.


Sambil terus menunggu Kevin sudah tak sabar menunggu cerita Ziva. Awalnya Ziva enggan untuk menceritakan nya. namun karna di desak trus oleh Kevin terpaksa ia menceritakan semua tanpa ada yag terlewatkan.


Mendengar cerita Ziva, Kevin mengepal kan tangan nya karna tak percaya bahwa Rafa bisa melakukan itu pada Ziva yang tak bersalah.Kevin pun berjanji pada Ziva akan membawa ia pergi dari negara ini. Agar ia bebas dari orang-orang yang telah menyiksanya.


Kevin akan menganggap anak yang ada di perut Ziva sebagai anak nya sendiri.Dan akan merawat anak itu. serta akan membatalkan semua perjanjian Rafa dengan Ziva.


Sore pun menjelang Ziva telah di antar pulang kerumah Rafa.karna dia besok akan berbicara langsung pada Rafa tentang masalah ini.


Saat turun dari mobil Kevin ia berpapasan dengan mommy nya Rafa.


''Sore tante. mau cari siapa ya ? tanya Ziva.


''Hai pelan-pelan,sambil memegang tangan Ziva kamu sedang hamil besar tidak boleh terburu-buru sayang. '' Sahut mommy Rafa


Sementara Amira mengintip di balik jendela kamar nya melihat ibu mertua nya datang dan sedang di bawah bersama Ziva.


''Aduh gimna ini Mommy pake datang kemari lagi. '' Amira terus mondar mandir di kamar nya.


BERSAMBUNG.......


Yang penasaran sama muka Kevin di bab berikut ya readers....



Rafa... 🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2