BUKAN YANG KETIGA

BUKAN YANG KETIGA
BAB 32


__ADS_3

Ziva yang mendengar itu langsung melepaskan tangan Rafa, ingatan itu kembali berputar di memory nya. sontak ia pun berteriak dan ketakutan. melihat reaksi Ziva,Rafa pun menghentikan laju mobil nya dan memeluk erat Ziva agar ia tenang. tapi bukan nya tenang ia malah semakin memberontak dan memukul-mukul dada bidang itu.


''Sssssttttt,,, tenang Ziva aku tak akan memaksa mu bila kau tidak mau,sekarang kau tenang ya'' bujuk Rafa


Ziva pun mulai kembali tenang dan Rafa mengantar kan nya pulang kembali kerumah Momny.


Setelah mengantar Ziva pulang,ia pun langsung pergi ke kantor dan menemui Cova.


''Cov keruangan ku segera.''


'' Baik lah saya akan kesana''


Cova mengikuti Rafa dari belakang untuk masuk kedalam ruangan Ceo tersebut.


''Ada apa kau memanggil ku Raf ?'' selidik Cova.


''Menurut mu apa aku harus menjual rumah itu dan membeli rumah baru agar bisa membawa Ziva pulang kembali bersama ku.?'' tanya Rafa.


''Kalau menurut ku!! Kau harus menikahi Ziva dulu agar tak terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan di kemudian hari''

__ADS_1


''Tapi ....''


''Ayo lah Rafa apa lagi, apa kau mau menunggu Ziva di rebut Kevin dulu baru kau akan menikahi nya.Kalau itu sampai terjadi jangan harap kau bisa mengambil kembali dia dari Kevin.Kau tau betul bagaimana watak Kevin,karna apa yang sudah jadi milik nya tak akan di lepas begitu saja.Jadi sebelum itu terjadi kau harus lebih dulu dari nya.atau...'' Cova menjeda ucapan nya.


''Atau apa ?'' Selidik Rafa.


''Atau aku saja yang menikahi Ziva. Dan jangan harap kau bisa bertemu dengan nya kembali.''


''Bajingan aku tidak akan membiar kan itu.'' Rafa menarik krah baju Cova.


''Maka dari itu bertindak lah sebelum kami yang bertindak.'' Ancam Cova sambil berlalu pergi.


...****************...


Tok.....tok....tok...


''Iya sebentar'' Zia berjalan membuka pintu rumah nya.


Zia membuka sedikit pintu rumah ,lalu menyembulkan sedikit kepala nya.Melihat siapa yang datang Zia segera menutup pintu tapi tenaga nya tak sekuat orang yang mendorong dari luar .Akhirnya pintu pun terbuka.

__ADS_1


''Dasar anak si@lan berani sekali kau menutup pintu kembali.'' Amarah Ayah Zia pun meluap lalu membanting pintu dan menarik keras rambut Zia yang di kuncir.


Yah yang datang adalah Ayah mereka yang entah ada maksud apalagi dia kerumah itu.


''Ayah sakit lepas kan rambut ku,mau apa Ayah kesini lagi.?'' Bentak Zia.


''Aku mau mencari kakak mu,di mana dia?''


''Gak ada...kakak gak ada disini dia udah tenang jadi Zia mohon jangan Ayah ganggu kakak lagi.''


''Kalau begitu aku minta padamu saja,sini kasih Ayah uang yang banyak.''


''Tapi Zia nggak punya uang Ayah !! Zia cuma punya segini.'' Zia mangambil uang dan menghitung nya tapi Ayah malah mengambil semua nya.


''Ah lama sini buat Ayah semua.'' Lalu pergi keluar dengan membanting pintu.


''Eeiiitttsss tapi Ayah akan datang lagi meminta lebih banyak,jadi kamu harus menyiap kan nya.'' Ketus ayah menyembul kan kepala nya di balik pintu sebelum akhirnya benar-benar pergi.


''Hais dasar!! Kapan Ayah berubah nya sih.'' Gerutu Zia.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2