
Setelah tangisan baby boy yang cukup lama membuat jantung Ziva bereaksi, Ziva mengalami kejang-kejang yang kucup hebat.
Melihat kondisi Ziva yang seperti itu membuat Rafa kalang kabut, Dia berteriak sekeras mungkin memanggil dokter untuk menolong Ziva. Beruntung ruangan dokter yang telah Dia tunjuk untuk merawat Ziva dirumah tak terlalu jauh dari kamar Ziva sehingga mereka bisa langsung berlari mendengar teriakan Rafa yang sangat keras. membuat baby boy pun terdiam karna takut.
Dokter langsung masuk kedalam kamar itu. dan melihat keadaan Ziva yang sedang kejang, detak jantung nya pun melemah, dokter pun segera mengambil tindakan
Mereka memberikan pertolongan pertama yaitu dengan Alat pacu jantung atau defribrilator adalah alat untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia yang dapat mengancam jiwa. Alat ini akan ditempelkan pada dada atau area perut pasien untuk membantu pasien mengontrol ritme jantung yang tak normal.
Alat ini akan mengirimkan kejutan berupa listrik ke jantung untuk membantu merangsang agar detak jantung dan otot jantung kembali berfungsi dengan normal.
Setelah dua kali alat ini ditempel kan tetap Ziva tidak memberikan respon, dan ini usaha terakhir dokter kembali meletakkan alat itu ke dada Ziva.
__ADS_1
Tapi diluar dugaan Jantung Ziva berhenti berdetak diiringi garis lurus panjang yang terus berjalan pada layar monitor. membuat dokter dan suster saling pandang.
Melihat hal itu Rafa semakin emosi, dia memaki dan memarahi dokter itu. sumpah serapah terus Rafa lontarkan kepada mereka.
Mendengar keributan dari atas Mommy pun ikut melihat dan betapa terkejut nya Mommy melihat keadaan Rafa yang sangat kacau.
Mommy berusaha menenangkan Rafa. dan bertanya pada dokter apa yang sedang terjadi. Dokter itu pun menjelaskan pada Mommy Rafa tentang keadaan Ziva yang sudah tak lagi bernyawa. membuat Mommy hampir terhuyung tapi sesaat kemudian Mommy mengendalikan dirinya untuk memberi kekuatan pada sangat putra.
''Tidak,,, tidak Mommy aku tidak mau kehilangan Ziva, kami sudah berjanji untuk merawat anak-anak kami bersama-sama hingga mereka tumbuh dewasa nanti dan menua bersama. bagaimana sekarang dia pergi duluan apa dia tidak ingin melihat anak-anaknya.? apa dia begitu marah padaku? sehingga meninggal kan kami tanpa dirinya. ?'' Mata Rafa memerah perasaan nya kacau balau, dia tak bisa berfikir jernih.
''Iya Mommy mengerti nak. tapi Tuhan lebih sayang dengan nya. sehingga mengambil lebih dulu. ''
__ADS_1
''Tidak, '' teriak Rafa sambil tergugu tak menerima kenyataan kalau dia akan kehilangan belahan jiwa nya secepat ini.
Rafa menyuruh semua orang keluar dari ruangan itu, Dia ingin berdua saja dengan sang istri, Rafa ingin berdua dengan sang istri untuk terakhir kalinya.
Rafa yakin bahwa Ziva tidak akan pernah pergi meninggalkan mereka, dan Rafa yakin Ziva akan kembali dan mereka akan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.
''Sayang, Ayo bangun! apa kau tidak kasihan padamu anakmu dia selalu menantikan mu setiap hari bahkan mereka belum merasakan lembut nya tangan mu mengusap wajah mereka.Dan mereka juga butuh ibunya agar tumbuh dewasa menjadi anak yang sholeh dan sholehah.''
Rafa terus berdialog dengan tubuh Ziva yang sudah kaku dan pucat, Dia terus berharap ada keajaiban untuk semua ini.
🍓🍓🍓🍓
__ADS_1