BUMI KITA

BUMI KITA
BAB 26 "Hari Bumi Sedunia"


__ADS_3

Apa itu Hari Bumi? Hari Bumi adalah acara tahunan untuk menunjukkan dukungan terhadap perlindungan lingkungan. Ini pertama kali dirayakan pada tahun 1970. Di seluruh dunia, sekarang termasuk acara yang diadakan oleh Jaringan Hari Bumi di hampir 200 negara!


Hari Bumi hadir untuk mengingatkan kita betapa pentingnya melindungi planet kita. Itu juga mendidik kita tentang apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikannya dan mendorong kita untuk mengambil tindakan.


Itu sebabnya kami para anggota UKM Pencinta Alam menghadiri acara kuis seputar tema bumi untuk berbagi pengetahuan kami tentang Hari Bumi dan lingkungan serta mengedukasi kita semua. Acara kuis akan dilaksanakan di kampus tetangga yakni universitas Sriwijaya. Jadi kami semua berbondong-bondong pergi ke kampus tersebut. Bukan hanya dari Unsoed saja tapi berbagai universitas lain juga turut memeriahkan acara.


Kapan Hari Bumi? Hari Bumi diperingati setiap tahun pada tanggal 22 April dan pertama kali dirayakan pada tahun 1970. Jangan lupa untuk merayakan tahun ini dan beri tahu semua teman mu tentang hal itu! Kita hanya memiliki satu planet, jadi mari kita pastikan untuk merawatnya!


Itu juga dirayakan pada hari yang berbeda di beberapa negara. Ini dikenal sebagai Green Sunday di El Salvador dan Den Dagen Av Jorden di Norwegia. Di India, Hari Bumi diperingati di sekolah-sekolah selama seminggu sejak tahun 2002.


Untuk hari bumi 2023 ini. Kami para anggota Pencinta Alam turut hadir dalam kegiatan kuis ini. Kuis diadakan di universitas Sriwijaya. ada banyak perwakilan kampus lain yang turut ikut serta dalam kegiatan ini juga. Anggota yang di wakilkan untuk ikut lomba kuis ini dari kampus kami adalah Budi, Bang Kris, Mba Lili dan tentu saja aku. Sebelumnya kami semua sudah membahas kegiatan ini di jauh kemudian hari. Tepatnya sebelum liburan semester. Cuma ku skip bagian itu dan langsung ke lomba nya saja.


Ya bisa dikatakan cerdas cermat ini berisi seputar tentang bumi pastinya. Setelah itu di lanjutkan dengan sesi belajar membuat pupuk kompos sendiri dan terakhir acara makan-makan bersama menikmati hasil Bumi. Untuk sekarang yuk kita saksikan lomba kuis dari kami terlebih dahulu.


Aku, Budi, Bang Kris dan Mba Lili sudah berdiri di podium yang sudah di sediakan. Sementara anggota yang lain duduk di bangku penonton untuk menyemangati kami berempat.


"Silahkan peserta kuis hari bumi 2023 bersiap untuk menjawab kuis soal pertanyaan pertama," suruh panita acara mempersilahkan pesertanya untuk bersiap menjawab.


Aku yang berada di tengah bersiap untuk memencet bel.


"Pertanyaan pertama : Tanggal berapa hari bumi diperingati?" pembawa acara kuis memulai kan pertanyaan pertamanya.


Totottttt. Bel di pencet seiring bersamaan dengan tim lain. Tapi tim dari kami lah yang ternyata tercepat.


"Silahkan Tim UKM Unsoed." Pembawa acara memberikan kesempatan pada kami untuk menjawab.


Aku menarik mic yang ada di tengah dan siap menjawab pertanyaannya. "22 April yakni tepat di hari ini," jawabku.


"100 untuk Tim Unsoed," ucap pembawa acara memberikan skor pada tim kami.


"HUWAAAA PROK PROK PROK SEMANGAT." Suara teriakan penyemangat dari bangku penonton membuat para peserta menjadi lebih bersemangat.


Aku dan yang lainnya sangat senang karena jawaban dari tim ku benar. Kami berempat pun saling bertukar tos untuk merayakannya jawaban benar pertanyaan pertama.


"Pertanyaan selanjutnya," aba-aba pembawa acara untuk melanjutkan pertanyaan berikutnya.


Kami berempat bersiap kembali untuk memencet tombol dan menjawab pertanyaan. Namun untuk pertanyaan kedua ini tim kami kalah cepat dengan tim dari Unu. Kuis pun terus berlanjut, dan sejauh ini tim kami memprediksi ada 25 jawaban yang berhasil tim kami jawab dari 50 pertanyaan. Dan tak diduga kami seri dengan universitas Nahdlatul ulama. Sedangkan pemilik tuan rumah hanya berhasil menjawab 20 pertanyaan saja. Untuk menentukan pemenang kuis ini maka di adakan kuis tambahan. Tim kami dan Tim dari UNU saling menunjukkan muka serius. Tim kamu berharap bisa memencet dan menjawab pertanyaan dengan tepat.


Di sisi lain tepatnya kursi penonton.


"Allah Tim UNU kuat juga tengan bisa imbang karo nggene dewek (Allah Tim UNU kuat juga ternyata bisa seri sama punya kita)," ucap si Frank tak percaya.


"Iya gari pertanyaan tambahan, timpalnya padahal ra melu ning kana tapi koh aku sing deg-degan yah (padahal gak ikutan disana tapi kok aku yang deg-degan)," ujar si Sinta sambil memegangi dadanya.


"Deleng malah tanganku sing keringetan (lihat malah tanganku yang keringetan)," kata si Clara sambil menjulurkan kedua telapak tangannya.


"Te sate wis tenang wae taye tim kita pasti teyeng jawab (dah tenang saja tim kita pasti bisa jawab)," ucap Bang Opik dengan yakin.


"Berdoa saja kita," suruh Mba Betti pada mereka.


"Pertanyaan terakhir babak penentuan. Siapkan tangan kalian untuk memencet tombol yang ada didepan kalian," ujar pembawa acara.


"Pertanyaan nya adalah..., Apa nama latin dari Bumi?" pembawa acara memberikan pertanyaannya.


Deng..., seketika para peserta diam. Mereka termasuk tim kami berpikir keras karena ternyata ada nama latin untuk Bumi.


"Nama latin Bumi apa Lam?" tanya Budi padaku pelan.


"Rada kelalen aku," celetuk ku.


"Terro apa udu (bukan)? Apa Terri???" pikirku bingung sambil menggaruk kepala ku yang tak gatal ini.


"Iwak kuwe tah (ikan itu mah)," tebaknya.


"Ya berarti Terra," ucapku membenarkan.


"Masa Terra Jana. Kue tah (itu mah) judul lagu Lam," katanya malah mengajak bercanda.


"TOOTTTT." Bunyi bel di pencet oleh Bang Kris yang membuat kami semua kaget.


"Terra," jawab Bang Kris singkat secara tiba-tiba.


"Tik tok tik tok," diam sesaat. "100 untuk Tim Unsoed," ucap pembawa acara dengan puas.


"HUWAAAA PROK PROK PROK." Suara tepukan dan teriakan kembali muncul dari para penonton


"Yes akhire menang," ucap teman-teman lega di kursi penonton.


"Bang Kris ngerti tengan (tau ternyata)," ucap Frank tak menyangka.


"Kris ku tau kau pasti bisa," gumam Bang Bertus.


Di podium.


"Kris hebat kamu," puji Mba Lili padanya.


"Berkat Alam dan Budi," balasnya.


"Dewek (kita)," ucapku dan Budi bersamaan sambil saling pandang tak percaya.

__ADS_1


"Iya aku pernah denger kalo nama latin Bumi itu Terra yang berarti tanah," jelasnya.


"Oh begitu Bang aku be ngerti tapi rada kelalen malah aku ro Budi miki malah guyon (oh begitu bang aku juga tau tapi sedikit lupa malah aku sama Budi bercanda)," kataku sedikit merasa bersalah.


"Iya kita malah guyon, tapi guyonan ne dewek oleh hasil Lam. Senenge (iya kita malah bercanda, tapi candaan kita membuat hasil Lam. Senangnya)," ucap Budi penuh rasa senang.


"Selamat tim Unsoed menenangkan lomba kuis hari bumi. Terimakasih pada para peserta yang turut meramaikan acara ini," kata pembawa acara memberikan apresiasi pada tim kami dan mengucapkan banyak terimakasih pada peserta kuis.


"Hadiah pemenang kuis akan disetorkan nanti setelah acara ini selesai. Terimakasih," tambahnya lalu pamit undur diri.


Akhirnya tim kami menang dalam lomba kuis ini. Rasa senang dan bersyukur hadir di diri kami. Kami berempat berpelukan di podium. Para tim lain juga ada yang menyalami kami untuk memberikan apresiasi pada kami berempat. Setelah itu barulah teman-teman berlari menyalami kami dan saling bertukar tos.


Sekedar Info : Istilah populer modern lainnya untuk Earth/Bumi berasal dari bahasa Latin yakni 'Terra' yang berarti tanah tempat Anda berdiri, bertani atau berinteraksi.


...🌏🌎🌍🌏🌎🌍...


Acara kedua dilanjutkan dengan sesi belajar membuat kompos sendiri. Sesi ini bertujuan agar para hadirin tau bagaimana cara membuat kompos sendiri dari bahan yang ada disekitar kita. Sebelumnya pata hadirin telah disuruh untuk membawa sekarung daun kering, dan beberapa nasi basi.


Dari Tim UKM kami, aku dan Budi yang bertugas membawa sekarung sekarung daun kering. Sedangkan Frank yang kebagian membawa nasi basi yang telah berjamur. Kebetulan Kakek Frank sering mengumpulkan nasi basi yang di jemur untuk dibagikan ke ternak ayamnya. Untuk sesi ini kami berlima lah perwakilannya dari tim UKM Unsoed. Semua bahan telah terkumpul. Air juga sudah di ambil oleh Clara dan Sinta sebelumnya.


"Wis kabeh bahan-bahan e kekumpul (dah semua bahan-bahannya terkumpul)," ujar ku lega.


"Frank ko gawa sega mambu ne mbok (Frank kamu bawa nasi nasinya kan)?" tanya Budi memastikan.


"Ya gawa, tapi aku ra tahan mambu ne jan gawe mumet sirah pokoke (ya bawa, tapi aku gak tahan baunya huh buat pusing kepala pokoknya)," jawabnya sambil mengeluh.


"Apa mambu (bau) banget?" tanya si Clara penasaran.


"Yeh ambung (nih cium)," ucap si Frank sambil mengarahkan sekantung kresek berisi nasi basi padanya.


"Hiii mong, bacin (hiii gak mau, basi)," tolaknya sambil menghindar.


"Ha-ha-ha," tawa si Frank.


"Wis hayu mulai batire wis pada mulai koh aja guyon bae. Keri arahan mengko (sudah ayo mulai teman lainnya sadah pada mulai koh jangan bercanda terus. Ketinggalan arahan nanti)," tegur ku pada mereka.


Sesi belajar kompos ini di pandu oleh Pak Widodo selaku dosen dari Universitas Sriwijaya. Sekiranya ada 1000 peserta yang turut mengikuti kegiatan belajar membuat kompos ini. Dengan jumlah peserta yang tidak sedikit, pastinya pak Widodo membutuhkan bantuan bukan. Maka dari itu anak didiknya turut ikut serta membantu beliau dalam mengarahkan proses kegiatan ini.


Kami berlima pun mulai membuat pekerjaan kami. Tapi disaat ingin melakukan tahap awal, terjadi masalah sedikit karena salah satu bahan dari tim kami menghilang. Dan bahan tersebut harus digunakan diawal.


"Frank endi sega mambu ne miki (Frank mana nasi basinya tadi)?" pintaku padanya.


"Woke Lam tak jimot sit (ok Lam tak diambil dulu)," jawabnya.


"Lah kok ilang." Si Frank terkejut karena mendapati nasi basi miliknya hilang.


"Apa???" tanya si Clara penasaran.


"Nganah, lamon dicolong ayam (sana, siapa tau dicuri ayam)," saut si Budi.


Aku mengangguk. Setelah melihat ku setuju, Frank pergi mencari nasi basi miliknya.


"Eh Bud apa ana ayam ning kene (eh Bud apa ada ayam di sini)?" tanya si Sinta padanya.


"Mbuh (gak tau)," jawabnya sambil mengangkat bahu.


"Wis lanjut na kie disit sambi nunggu Frank balik (sudah lanjutkan ini dulu sambil menunggu Frank)," ujarku.


Sedangkan di sisi lain tim unu sedang memulai mencampur kan nasi basi dengan air. Namun saat nasi basi milik tim unu di pegang oleh salah satu anggota. Si Frank langsung mengambil nya secara paksa.


"Eh bukane iki sega basiku kok bisa ana ning kene (eh bukannya ini nasi basiku kok bisa ada di sini)," ucap Frank tiba-tiba sambil merebut benda miliknya dari tangan salah satu anggota Tim UNU.


"Heh sekang tim ngendi kowe? wani-wani ne bermain kasar (heh dari tim mana kamu? berani-beraninya bermain kasar)," tanya satu anggota tim itu tak terima.


"Aku kur jimot sega mambu timku (aku cuma ambil nasi basi timku)," bantah si Frank.


"Aja (jangan) ngaku-ngaku ini punya tim kita sendiri," bantahnya.


"Cal, bener ini nasi milik mu. Bukan kah kamu bilang di rumah mu tak ada nasi basi?" sanggah satu anggota lagi yang ragu dengannya.


"A-anu aku memintanya tadi ke ibu kantin disini kebetulan beliau memiliki sisa nasi," jawabnya gugup.


"Boong kamu jelas-jelas ini milik tim kami lihat di plastik nya aku wis tengeri (tandai) di sisi samping ada tulisan Tim Unsoed," tukas si Frank ngotot.


Ketua dari tim unu pun memeriksa kantong kresek yang berisi nasi basi milik Ical, anggota nya.


Di tempat kami, aku merasa ada yang tidak beres karena Frank tak kunjung kembali. Kami berempat pun pergi mencarinya dan mendapati dirinya sedang berdebat dengan tim lain


"Cal kamu mengecewakan tim ini, lihat ini memang benar milik Tim Unsoed," ucap ketua Tim UNU penuh dengan rasa kekecewaan pada anggotanya sendiri.


"Kapan kowe ngambil ini dari mereka?" tanya Ketua Tim pada Ical.


"Aku jimot kuwe pas tim mereka lagi serius miki (aku ambil itu pas tim mereka sedang serius tadi)," jawabnya.


"Frank ana apa di denteni koh suwe ra balik-balik (Frank ada apa di tungguin kok lama gak balik-balik)?" tanya si Budi setelah bertemu dengannya.


"Kuwe, bener katamu bud ana ayam ning kene (itu, benar katamu Bud ada ayam di sini)," jawabnya memberi tahu sambil menyindir.


"Maksud e?" tanya Budi tak mengerti.

__ADS_1


"Kae ayam tetangga sing jimot sega tim e dewek (itu ayam tetangga yang ambil nasi timnya kita)," jawabnya sambil merujuk ke Ical, anggota Tim UNU.


"Maaf kan Ical dari tim kami," ucapnya. Ini ku kembalikan." Lalu ketua tim dari Unu mengembalikan bahan milik kami.


"Tak apa, jika anggota tim mu meminta dengan baik kami pasti akan memberikan nya kok, tanpa harus mengambilnya diam-diam," ucapku memaafkannya.


"Baiklah aku mengerti terimakasih karena telah memaafkan tim kami," balasnya lega.


"Apa kiye wis di denggo miki (apa ini sudah si pakai tadi)?" tanyaku sambil mengintip isi nasi basi dalan keresek


"Iya aku sudah mencampurkannya sedikit," jawabnya.


"Apa mesih kurang? Jika esih kurang, kita bisa membaginya kebetulan sega sing di gawa temenku akeh," tanyaku sambil menawar.


"Benarkah terimakasih banyak," jawabnya senang.


"Apa kiye wis cukup?" tanyaku lagi setelah menuangkan nasi basi ke wadah milik mereka.


Mereka mengangguk yang berarti aku sudah cukup memberikan nasi basi milik Frank ke wadahnya.


"Kalau begitu tim kami kembali untuk melanjutkan pekerjaan kami," pamit ku.


"Silahkan sekali lagi terimakasih," balas ketua Tim UNU mewakili.


Kami berempat kembali ke posisi kami dan melanjutkan pekerjaan tim kami.


Nasi basi kelompok kami sudah kembali. aku pun langsung mencampurkannya dengan air dan diaduk secara merata.


"Suntek kleange Bud, jere pak dosen e (tuang daun kering nya Bud, kata pak dosenya)," suruhku padanya.


Budi lalu menuangkan setengah daun kering, kemudian ku tuang larutan air dengan nasi tadi dan ku aduk secara merata.


"Suntek maning (tuang lagi) Bud." Budi menuangkan kembali daun kering dari dalam karung. Sedangkan Sinta menuangkan larutan air dan nasi tadi yang masih tersisa.


Terakhir tutup karung dan simpan ke tempat yang tidak terkena hujan," kataku mengulang ucapan pak dosen.


"Yess rampung (selesai)," ucap si Clara sambil menutup karung pupuk.


Arep di simpen ngendi kiye Lam (mau disimpan dimana ini Lam)? tanyanya.


"Kepriwe nek di simpen ning emper kampus sing duwure wis ana seng e (gimana kalau di simpan di pinggir kampus yang atasnya sudah ada sengnya)," usul ku.


"Ok." Clara dan Frank yang bertugas membawa pupuk yang sudah jadi ke pinggir kampus Sriwijaya sementara. Jika pupuk sudah benar-benar jadi nanti barulah kami membawanya ke kampus Unsoed.


Seputar Info : Mengapa pupuk kompos pupuk organik lebih baik? jawabannya karena pupuk kompos organik memiliki efek reaksi yang lebih lambat pada tanaman. Sebab sifatnya yang tahan lama, pupuk dapat menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Maka kesuburan tanahnya pun tetap terjaga. pupuk sintesis berbahan kimia memiliki reaksi cepat pada tanaman, namun secara jangka panjang justru kurang baik bagi struktur tanah dan mengurangi kesuburan.


Ada yang tau perbedaan kompos dan pengomposan itu apa? Kompos adalah jenis pupuk yang berasal dari hasil akhir penguraian sisa sisa hewan maupun tumbuhan yang berfungsi sebagai menyuplai unsur hara tanah sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki tanah secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Sedangkan pengomposan adalah proses perombakan (dekomposisi) bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan lingkungan yang terkontrol dengan hasil akhir berupa humus dan kompos.


Ada beberapa manfaat juga dari membuat pupuk kompos sendiri. Yakni bisa mengurangi limbah dedaunan kering, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan aktivitas mikroba pada tanah, meningkatkan daya tahan serap air tanah dan yang terakhir meningkatkan kualitas hasil panen.


...πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄...


Kini tinggal sesi terakhir yakni acara makan bersama dengan menu dari hasil bumi. Tumbuhan seperti kacang panjang, kentang, kangkung dan masih banyak lagi menjadi menu utamanya.


"Iki kiye sing aku seneng wis rampung kegiatan gari acara makan-makan. Weteng wareg ati seneng (ini nih yang aku senang udah selesai kegiatan tinggal acara makan-makan. Perut kenyang hati senang)," kata si Budi senang sambil mengelus-elus perutnya.


"Apalagi menu ne, kabeh sekang hasil bumi, ketone enak-enak pisan (apalagi menunya, semuanya dari hasil bumi, kelihatannya enak-enak banget), timpalku.


"Rasane ra sabar aku pengen gagian lep kabehan (rasanya tidak sabar aku pengen cepat menyantap semuanya)," ujar si Sinta.


Di hadapan kami memang sudah tergelar daun pisang memanjang. Dan diatas daun pisang terdapat banyak berbagai macam masakan dari hasil bumi. Semua makanan tersebut berhasil membuat cacing di perut kita berlima meronta-ronta. Kami berlima duduk berjejer dan juga saling berhadapan. setelah mendapatkan aba-aba dari sang pemimpin acara, kami semua mulai menyantap beberapa hidangan di depan kami. Rasa puas dan senang terlukis dari wajah kami yang saling bertukar senyum.


Berbeda suasana dengan rombongan si Badrol and the gang di basecamp nya. Mereka sedang menikmati game bersama sambil berbalas emosi. Made dan Domu juga ikut bergabung bersama. Tapi mereka merasa bosan karena hanya bermain game bersama saja. Lalu si Made memunculkan ide di tengah permainan mereka. Made cepat bosan karena dia tak pandai bermain mobile lagends dan hanya menjadi beban tim saja. Dirinya juga terus dimarahi oleh Badrol karena tak bisa memainkan permainan dengan mulus.


"Bos kita berhenti lah main game bosen juga aku," usul si Made tiba-tiba.


"Kenapa asyik tau?" jawab Badrol berbalik tanya sambil terus bermain.


"Ayo serang tar tar tar," ucapnya pada diri sendiri sambil terus menekan-nekan tombol hpnya.


"Tapi aku kalah terus," kata Made pasrah.


"Kau bosan De jika kau bosan kau pergilah nonton lomba si Alam. Pasti disana lebih seru," suruh si Domu padanya.


"Tambah bosen lah, ngapain aku disana yang ada aku merasa terasingkan lagi," jawabnya.


"Disini pun kau terasingkan De," ledek Badrol padanya.


"Halah Bos kenapa dirimu membuat diriku ini kecewa," ucap Made yang menjadi semakin down mood nya.


"Ha-ha-ha sorry De jika kau merasa terasingkan, itu karena dirimu tak pandai bermain," ejeknya sambil tertawa.


"Iya kau ini selalu jadi beban tim saja, kalah terus," timpal si Domu.


"Hiks kalian berdua ini ya. ok ayo kita lanjut lagi kali ini aku gak akan jadi beban tim dan pasti akan menang," ucapnya dengan yakin.


"Cus buktikan hi-hi-hi-hi," suruh Domu sambil terkekeh.


"Heh siapa takut," jawab si Made meladeni.

__ADS_1


Mereka bertiga pun kembali Mabar. sementara si kembar China sudah pamit pergi duluan karena ada urusan. Mereka ini bukannya ikut turut serta merayakan hari bumi. Malah pada enak-enak main game dan meninggalkan banyak sampah Snack di sekitarnya. Sungguh tak patut ditiru.


BersambungπŸͺ΄πŸŒπŸͺ΄


__ADS_2