BUMI KITA

BUMI KITA
BAB 34 "Bang Kris x Mba Lili"


__ADS_3

Pagi yang cerah dan berseri di Kota Purwokerto. Aku dan Budi sudah sampai di kos-kosan jam 4 subuh tadi. Dan sekarang kami harus berangkat kuliah lagi di siang harinya. Sebenarnya kami berdua masih lelah begitu juga teman-teman mungkin. Tapi kami berdua tak akan bolos kelas karena kami menginginkan lulus sampai jenjang sarjana.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00, kami berdua sudah siap dengan sepeda masing-masing. Kami berdua mulai berangkat mengayuh sepeda menempuh jarak yang lumayan dibilang cukup dekat ini. Diperjalanan tentu saja kami berbincang sambil posisi masih di sepeda. Sepeda ku sengaja ku dekatkan dengan posisi Budi agar mudah untuk mengobrol. Namun raut muka Budi tampak loyo tak bersemangat sehingga mengayuh sepedanya sedikit oleng. Aku pun segera menegur nya saat sudah dekat dengan posisinya.


"Heh Bud aja meleng senggane, loyo temen, awas nabrak (heh Bud jangan meleng dong, lemes bener, awas nabrak)," tegur ku disaat posisi kami sudah berjejer.


"Halah iya koh Lam aku lagi lemes," jawabnya tak bersemangat.


"Lemes ngapa? Mikiri utang? Utang koh dipikir," tebak ku asal.


"Dudu Lam aku kaya duwe utang, kiye lho aku esih lemes durung katam turu ku (bukan lam aku kaya punya hutang, ini lho aku masih lemes belum ketam tidur ku)," jelasnya.


"Hoalah ku pikir duwe (punya) utang. Ya pada (sama) aku ya lemes loyo letih lesu tapi ya kudu (harus) semangat lah meng (supaya) bisa lulus dadi (jadi) sarjana," kataku menasehati.


"Iya iya Lam aku ya pengin dadi (jadi) sarjana juga," ucapnya.


"Wis saiki sing semangat fokus gowes aja meleng lan oleng men selamet (dah sekarang yang semangat fokus gowes, jangan meleng sama oleng biar selamat)," ujarku.


Sementara di Kampus Unsoed, terlihat dua sejoli sedang berduaan di Ruang UKM. Siapa lagi kalo bukan Mba Lili dan Bang Kris. Sedang apa mereka berduaan hayo? Mereka sedang melakukan sarapan pagi bersama. Ciah sarapan duaan. Ealah malah ngeledek maaf maaf. Ya Bang Kris lagi makan sarapan yang di bawakan oleh Mba Lili khusus untuknya. Mba Lili sengaja membuatkan sarapan untuk Bang Kris sebagai tanda terimakasihnya karena sudah membelikan sebuah boneka untuknya kemarin.


"Gimana Kris enak?" tanya Mba Lili penasaran dengan rasanya.


"Lumayan lah kamu beli di mana?" jawabnya berbalik tanya.


"Enak aja aku bikin tau," tukasnya, "khusus untuk mu lagi," batinnya.


"Oh iya iya maaf," kata Bang Kris yang lalu menyendok nasinya kembali.


"Hayo.... kalian duaan lagi ngapain." Suara mengejutkan dari ambang pintu keluar. Mba Betty tak sengaja masuk bersama yang lainnya karena melihat mereka berdua di dalam.


"Wih sarapan ceritanya bagi dong aye belum makan nih," celetuk Bang Doel sambil meminta.


"Habis Doel." Dengan cepat bang Kris langsung menyendok nasi terakhirnya.


"Sega goreng maning (nasi goreng lagi) ah Lili ngapa bikin cuma satu saja taye." Kesal Bang Opik sambil mengintip sisa bekal Bang Kris.


"He-he-he ini juga gak sengaja besok kalo mau tak buatin buat kalian juga," kata Mba Lili sambil membuat janji pada semuanya.


"Wih mantep ini baru bener taye," celetuk Bang Opik sambil mengacungkan jempolnya. Mba Betty dan Bang Doel pun saling berbalas senyum karena senang.


...πŸͺ·πŸͺ·πŸͺ·πŸͺ·πŸͺ·πŸͺ·...


Disisi lain aku dan Budi sudah sampai di kampus dan sedang berada di kantin bersama yang lainnya. Kami juga sedang sarapan bersama dengan nasi uduk yang dijual disana.


"Wis saiki sarapan sit Bud men ra loyo (dah sekarang sarapan dulu Bud biar gak loyo)," ujarku.


"Iya Lam," jawabnya mengangguk.


"Eh eh wingi aku weruh mba lili pas ning bis mesem-mesem dewek karo delengi Bang Kris ana apa ya (eh eh kemarin aku lihat Mba Lili waktu di bus senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan bang Kris). Tiba-tiba Clara membuka topik pembicaraan.


"Mba Lili naksir kuwe arane karo Bang Kris (Mba Lili naksir itu namanya sama Bang Kris)," ucapku menebak.


"Ah masa Lam ku rada lara ati kiye krungu ne, aku ra setuju pokoke (ah masa Lam aku sedikit sakit hati ini dengernya, aku gak setuju pokoknya)," tukas Frank tegas menolak tebakan ku.


"Lah ya dadi ngapa mereka dua mbok cocok (lah ya jadi kenapa mereka berdua kan cocok)," kataku.


"Heh Lam si Frank mbok seneng meng mba Lili juga (heh Lam si Frank kan suka juga sama Mba Lili). Budi seketika menyenggol lengan ku.


"Hoo iya candaan wengi ganu mbe kemutan (hoo iya candaan malam dulu baru ingat)," celetuk ku setelah mengingatnya.


"Cah lah kan kelalen (kan lupa)," ucapnya sambil membuang mukanya dan merenggut.


"Eh Frank nek ko seneng Mba Lili lili jajal ngomong mengko kalas ke disitan Bang Kris lho (eh Frank kalo kamu suka Mba Lili coba bicara nanti keburu keduluan Bang Kris lho)," ucap Sinta memberi saran.

__ADS_1


"Iya Sin tapi yo aku isin (malu)," katanya.


"Lah Cemen tunjukan sosok pria sejati mu dong Frank," sindir Clara padanya.


"Iya iya aku bakal jajal ngesuk (iya iya aku bakal coba besok)," ucapnya sambil manggut-manggut.


"Aja sesuk sesuk siki wae bet (jangan besok sekarang aja bet)," ujar Budi yang sudah kembali bersemangat.


"Butuh persiapan Bud ah kowe," kata Frank yang jadi kesal.


"Iya iya ngesuk ngesuk (besok besok) tak tunggu hasile ya," ucapku menuruti permintaannya.


Kami lalu menyelesaikan sarapan kami sampai habis tanpa sisa. Sementara itu tampak si Badrul dan gang nya juga sedang makan di kantin. Namun mereka bukan membeli sarapan seperti kami tapi berbagai Snack dan serta minuman. Rupanya Badrul sedang mentraktir anak buahnya jajan.


"Bos ini beneran bos traktir kita semua hari ini," celetuk Made senang tak percaya.


"Hayya iya lah Bos kita ini kan baik, murah hati dan tidak sombong ma," kata Ling Ling sambil memuji bosnya.


Budi yang tak sengaja mendengarnya berkata, "Preet lah dasar delepus (preet lah dasar omong gede).


"Satu lagi Ling tampan juga," tambah Badrul sambil mengangkat alisnya. Kini giliran Frank yang tersedak karena mendengar ucapan si Badrul yang sok kegantengan. Kami memang bisa mendengar mereka yang sedang berbincang karena jarak kami dengannya tak jauh.


"Uhuk uhuk." Frank mendadak tersedak minumannya sendiri.


"Sabar sabar Frank," ucapku sambil menepuk bahunya.


"Ko pada krungu (kalian dengar) tampan jere (katanya) masih tampanan aku perasaan, ucapnya sambil bergaya.


Kami pun jadi tertawa. Geng Badrul yang mendengar tawa kami langsung melirik ke arah kami karena penasaran. Kenapa dengan mereka? tanyanya heran pada temennya


"Stress kali Bos," saut made.


Badrul melirik kami sebentar, hoo bisa jadi, katanya sambil manggut-manggut mengerti


Kini giliran geng Badrul yang tertawa memecah seisi ruangan. "Sudah sudah kita pergi yok sudah selesai kan semua." Badrul menyudahi tawanya lalu mengajak yang lainnya pergi


"Sudah," jawab Domu, "bos kita ke basecamp yo Mabar Mabar," tawarnya sambil beranjak


"Hayo lah kita bolos kelas haha," ucap Badrul setuju sambil tertawa.


Mereka lalu pergi dengan menyisakan sampah yang masih berserakan di meja.


"Woy berudul sampah nya itu buang dulu main tinggal aja," panggil Budi mengingatkan mereka.


"Biarin nanti juga bersih sendiri," jawabnya mengabaikan.


"Ckckck dasar malas sekali," kata Budi sambil menggelengkan kepala.


"Dah kita juga kembali yuk ke kelas, kelas pak Bambang sudah mau mulai," ujarku pada lainnya.


"Hoo iya iya, hayu nek telat bisa-bisa dhewek digantung ning wit pelem engko (hoo iya iya, ayo kalo telat bisa-bisa kita digantung di pohon mangga nanti)," seloroh Budi sambil beranjak. Kami berlima pun pergi ke kelas untuk mulai belajar dulu sampai kelas selesai.


Sore hari menjelang malam datang. Ditempat kos-kosan yang cukup asri terdapat mba Lili yang tinggal didalamnya. Kini dirinya sedang berkaca melihat penampilan akan outfitnya sudah pas atau belum. Ya ia sepertinya akan pergi ke suatu tempat. Disaat itu Mba Betti masuk dan mengagumi penampilannya. Mba Betti selain teman dikampus dia juga teman satu kost nya Mba Lili.


"Wih Kaka, Kaka cantik kali mau kemana Kaka ini." Suara Mba Betti yang muncul tiba-tiba lalu duduk sambil memandangi Mba Lili.


"Eh Bet lihat aku sudah cocok atau belum sudah pas tidak penampilan ku ini," pinta Mba Lili untuk menilai penampilannya.


"Sudah pas dan cantik Kaka tapi Kaka mau kemana ini?" tanyanya penasaran.


"Ini lho aku ada buat janji sama Kris untuk bertemu di taman," jelasnya.


"Apakah kaka ingin menyampaikan perasaan Kaka padanya?" tanya Mba Betti menebak.

__ADS_1


"Insyaallah bet doakan saja moga lancar ya," jawabnya.


Pastilah Kaka akan ku doakan semoga kau lancar menyampaikan nya nanti. Mba Betti yang sudah mengetahui dari awal tentang perasaan Mba Lili terhadap Bang Kris pun turut mendukung nya.


Sementara di kos-kosan yang berbeda tampak Bang Kris yang juga sedang berkaca sambil menyisir rambutnya. Dia juga sudah menerima tawaran Mba Lili untuk mengajaknya ketemuan di taman.


"Wah wah Kaka tampak rapi dan berbeda mau kemana gerangan?" Bang Bertus masuk tiba-tiba dan langsung memandangi Bang Kris yang terlihat berbeda. Setelah puas memandangi dirinya berdecak dan duduk di kursi komputernya.


"Ini Tus aku diajak ketemuan sama si Lili di taman," jawabnya sambil berkaca menata rambutnya.


"Oh begitu tumben sekali Kaka, Lili mengajak Kaka jalan, Beta jadi penasaran Kaka," katanya.


"Lalu gimana penampilan ku ini dah cocok belum?" tanya Bang Kris lagi.


"Sudah Kaka kau tampak tampan macam Song Jung Ki Kaka," jawabnya sambil meledek


"Ah dia Kaka ku itu," balasnya bercanda.


"Kaka ada-ada saja Kaka," katanya sambil tertawa.


"Dirimu juga Tus." Bang Kris pun ikut tertawa.


Tawa mereka berdua memecah kesunyian kos-kosan yang memang sedang sepi. Bang Bertus kebetulan juga satu kost dengan bang Kris. mba Betty dan Bang Bertus memang memilih untuk tinggal di kos-kosan yang berbeda. Dan pada akhirnya mereka bertemu dengan Mba Lili dan Bang Kris yang sudah jadi sahabatnya sekarang.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Malam harinya dengan suasana malam cerah bertabur bintang. Disebuah taman kini Mba Lili dan Bang Kris sudah bertemu. Sebelumnya Mba Lili sudah mengajak dirinya untuk bertemu di taman lewat Via WA. Dan Bang Kris pun setuju dan katanya ingin berbicara hal penting juga.


"Li, kau sudah lama nunggu kah?" tanya Bang Kris setelah sampai.


"Eh Kris tidak aku baru saja sampai," jawabnya sambil beranjak dari duduknya.


"Ada apa kamu mengajak ku bertemu?" tanya Bang Kris penasaran.


"Heem boleh kita duduk saja," pintanya.


"Baiklah," ucap Bang Kris setuju.


Mereka berdua duduk di bawah lampu taman dengan terangnya bulan diatas langit. "Kris aku sebenarnya...," Mba Lili mulai mengungkapkan perasaannya namun dirinya jadi gugup.


"Sebenarnya apa Li? Apa sebenarnya kau menyukai ku?" tebaknya spontan.


Sontak Mba Lili terkejut dan bangkit dari duduknya. "Haa kau bisa menebaknya Kris." kata Mba Lili yang langsung menutup mulutnya sebab tak percaya.


"Jadi benar kamu menyukai ku," kata Bang Kris memastikannya.


Mba Lili mengangguk malu kerana ternyata perasaannya berhasil ditebak olehnya. Dirinya pun duduk kembali.


"Lili dengarkan aku dan tatap mata ku," pintanya.


"Sebenarnya aku juga menyukai mu," lanjutnya.


"Be-benarkah?" Mba Lili jadi gugup lalu memasang tampang bingungnya.


"Iya jadi ayo kita pacaran dan bersama selamanya. Tapi aku minta padamu agar kita pacaran diam-diam saja," ajaknya sambil meminta persetujuan padanya.


"Tapi kenapa Kris?" tanyanya tak mengerti.


"Aku tak mau yang lainnya tau tentang hubungan kita dan jika mereka tau pasti mereka akan meledek ku," jawabnya.


"Haha baiklah Kris sayang," rayu Mba Lili sambil merangkul manja tangan Bang Kris lalu tersenyum padanya.


Akhirnya mereka berdua menjalin kasih. Terangnya rembulan dengan langit yang bertaburan bintang menjadi saksi mereka berdua. namun mereka berdua memutuskan untuk diam-diam saja karena takut yang lainnya akan tau. Jika mereka sedang dikampus mereka akan tampak seperti teman tapi saat diluar mereka berdua akan tampak seperti seorang kekasih yang sebenarnya.

__ADS_1


Bersambung....🌺🌷🌺🌷


__ADS_2