
Citt...
"AAAA!!" Teriak ku.
"ZAHRA!!!" Berbalik.
Syukur saja aku tidak kenapa-napa. Ia mendekati ku, dan memutar berulang kali tubuhku. Memeluk ku dan menangis sangat kencangnya. Jantung ini terasa berdetak sangat kencangnya. Mataku terbelalak, dan kali ini benar-benar nyata. Seorang Taehyung perhatian kepada ku. Aku tak menyangka ini. Dan keluarlah sepasang suami istri dari mobil. Hah!
Bibi dan paman! Aku pun melepaskan bekapan Taehyung, dan mataku membulat melihat mereka seketika ada dihadapan ku. Apa yang difikirkan mereka jika aku bersama Taehyung seperti ini. Apakah mereka akan murka, karena aku sudah dijodohkan dengan anaknya. Bagaimana perasaan mereka? Pastinya merasa dikhianati bukan? Dan pastinya berita ini sampai di telinga bunda pula. Dan keadaan ini akan terasa sangat panas. Bunda akan sangat murka akan diriku.
Seyuman terlontar di keduanya. Mata itu padahal masih berkaca-kaca. Mereka kembali memeluk ku. Dan menyatakan keselamatan ku dari mobil paman yang kurang baik agaknya. Syukur aku selamat. Mengucapkan terima kasih kepada-Nya, dan tidak ada rasa sedikit pun terkhianati. Apa ini? Mereka tidak melihat ketika saat tadi apa? Aku bingung akan semua ini.
Mereka pun mengantar ku pulang, dan bersamaan Taehyung. Aku tampak sangat canggung duduk di belakang dengan Taehyung, sebab kejadian saat tadi masih terbenak di fikiranku saja. Aku kembali menatap wajah yang sempurna itu, dan dibalas dengan menaikan alisnya yang cukup menjadikan ku terpanah. Aku pun menggeleng meresponnya. Kali ini aku benar-benar tak sadar akan semuanya, seperti mimpi indah yang aku tunggu kapan akhirnya.
Sampai di sini saja? Ia tak kembali? Kalau ia ingin membeli bahan pokok di supermarket dahulu. Aha, sudahlah lupakan dia hanya seorang lelaki tampan yang telah menjadikan hati tersebut untuk wanita lain. Yap! Bukan diriku. Melainkan wanita yang telah berkhianat, dan aku juga sangat benci melihatnya itu.
🍁🍁🍁
Mengapa akhir-akhir ini akau selalu saja membuka album yang berada banyak fotonya itu. Aku tak lelah-lelahnya memandangi wajah yang tampan dan sangat sempurna. Aku ingat bahwa baru saja ia dinobatkan menjadi pria tertampan 2017. Aku semakin tidak dapat menahan semua ini. Dan yang menjadi kendala masih ada wanita itu! Mengapa dia ada di hati Taesoon.
Keesokan harinya kami bersama Taesoon menuju kantor polisi. Untuk memberikan pembuktian yang hakiki. Jelasnya video itu akan menjadi bukti yang aktual. Video itu jelas sekali, dan dihari itu juga Dwi dikeluarkan dari gerigi besi. Sorot mata yang penuh pengahayatan sembari mengucapkan banyak-banyak terima kasih, dia pun memeluk kami erat. Tidak lupa pula dia membawa pisau buah itu.
Riang gembira kini Dwi dapat melihat indahnya dunia, dan meninggalkan kejamnya siksaan digerigi besi. Ia menceritakan ketika ia di gerigi besi. Banyak sekali yang tidak suka padanya, dikarenakan dia masih berumur 17 tahun sudah sangat jahat, membunuh seseorang. Dia selalu di caci maki dan dibully. Ya, aku tahu sikap tidak senonong para napi, sampai penuh dengan lebam biru di wajahnya.
Sebelum pulang menuju rumahnya, untuk memberi tahu berita yang bahagia ini. Kami singgah di taman kota, untuk refresing, agar Dwi dapat melupakan semua yang telah membuatnya hancur. Sekalian aku mengobati lebam biru itu.
Setelah satu jam berlalu kami kembali menelusuri trotoar dengan penuh suka cita, bernyanyi dan bercanda. Sampai lah ditempat tujuan, dimana seorang perempuan yang sangat Dwi cinta menunggu kepulangannya.
"Assalamualaikum bu,"
"Waalaikumsalam. Ya Allah..... Dwi!" Ibunya berlari dan lansung membekapnya erat.
__ADS_1
"Nak ibu sudah sangat rindu padamu." Menangis sambil mengelus-elus rambutnya.
"Maafkan Dwi bu." Dia Membalas pelukan erat itu.
Saat ini aku dan Taesoon hanya bisa menangis sembari melihat suasana yang sangat mengharukan ini. Ibu yang selama ini sudah membesarkannya harus seperti ini merelakan anaknya digerigi besi, bukan karena perbuatannya. Dia telah di fitnah.
🍁🍁🍁
Akhirnya Dwi masuk ke sekolah. Aku sangat senang kini dibelakang ku sudah terisi. Walau satu kelas belum percaya kalau dia bukan penjahat sebenarnya, tapi tidak apa. Ada aku yang selalu bersama. Biarkan semua mau bilang apa, yang jelas sekarang sudah terbukti kebenarannya bahwa dirinya bukan orang yang bersalah.
Banyak dari mereka menyindir keras Dwi. Namun, dirinya tampak enjoy saja. Ya, aku tahu sebenarnya dia pun sakit hati juga. Sangat pandai dalam mengatur kepribadian. Mungkin, dikarenakan dia kurang akrab dengan kawan kelas. Wajar saja, sikapnya sungguh dingin. Jangankan dengan mereka, aku terkadang dibentak dan tidak diopeni olehnya. Sungguh dia lah orang yang sangat dingin plus tertutup. Namun, ada waktunya dimana dia sedikit cerita tentang pengalamannya kepada aku dan Taesoon. Itu pun sebab kami memancingnya duluan.
Dikantin, kali ini aku hanya bersama Dwi. Saat kami lalui kelas Taesoon, ia tampak sibuk sangat. Kami pun tidak enakan hati bila mengajaknya ke kantin. Takutnya dia tidak konsentrasi bila harus ditempat keramaian. Kami pun menikmati makanan bersamaan. Tiba-tiba,
"Sayang, kamu sudah keluar ya dari penjara? Aku rindu kamu." Seorang perempuan tidak lain Heonri, mulai kegenitan dengan Dwi.
"Iii.... Sejak kapan kau peduli?!" Jawab Dwi ketus.
"LEPASKAN! AWAS!!!" Heonri pun terjatuh ke lantai. Para siswa dan siswi melihat kearahnya semua.
"Ehh, Dwi jangan angkuh! Liat saja kalian kami akan mengalirkan darah dalam pertemanan kalian!"
"Kami sangat senang jika kalian berpisah dalam ikatan pertemanan ini."
"DIAM KAU!!!" Ujar Dwi.
"Sudah-sudah! Yuk pergi saja kita dari sini!" Ku tarik tangan Dwi meninggalkan tempat.
Entah apa yang mereka lakukan lagi untuk ke depannya. Saat ini kami hanya dapat bertawakkal saja, agar tiada terjadi kembali yang tidak diinginkan oleh kami saat ini, seperti percobaan pembunuhan oleh si haus darah itu. Ia sudah menyatakan, jika ikatan pertemannan ini akan runtuh jika nantinya ada darah yang mengalir di sana. Jadikan ini awal dari yang terbaik saja, jangan takut Allah akan selalu bersama kita. Dan bisa saja rencana mereka hancur, dengan doa' yang telah kami peruntukan saat ini.
Tampak di depan kelasnya, Taesoon duduk merenung dengan tatapan yang kosong itu. Kami pun mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi akannya. Ia merespon dengan kurang baik masih dalam lamunan yang tak kunjung hentinya. Pasti karena si wanita jahat itu, sungguh kasihan dia. Ya, benar itulah yang menjadikan dia seperti ini agaknya. Mengapa sih? Perempuan seperti itu masih dipertahankan? Lebih baik cari wanita yang lebih baik dan bisa menghargainya apa adanya, bukan dia seorang artis atau anak orang kaya. Dia tidak tahu bahwa Taesoon ini adalah pria yang setia. Mata itu yang telah menyatakannya dengan perasaan ditinggal, dan sakit akan kehilangan.
__ADS_1
Dwi lansung merangkulnya dan memberinya semangat yang sungguh haru bagi ku. Aku sangat senang melihat mereka akur, dan tanpa ada kegelisahan, canggung bahkan marah yang berarti, saat Dwi melihat ku bersama dengannya. Ia tampak sangat akrab dengan Taesoon, seperti layaknya sahabat yang tidak pernah terpisahkan. Mamandang mereka layaknya seperti Nabi Muhammad dan Abu Bakar yang tidak pernah dapat terpisahan, setelah maut menjemput barulah mereka terpisahkan. Masyaallah...
Kami pun sekarang akhirnya bertiga, teman yang tidak ada rasa cemburu kembali satu sama lain, termasuk Dwi, yang tidak akan marah jika aku dekat dengan Taesoon. Hari ini awal yang menarik bagi ku, kini semakin banyak teman akrabku dan bukan hanya Dwi saja, Taesoon termasuk darinya. Lahirlah kata 'persahabatan' di sana. Kami pun menandainya dengan sebuah gelang unik dari akar pohon yang lunak. Dwi yang membuatnya, dan setiap pulang kami pergi ke sebuah pohon besar membangun rumah pohon di atas sana.
Bercanda gurau satu sama lain, dan sudah seperti layaknya keluarga kecil saja. Walau tiada ayah dan bundanya. Membanjiri laungan harapan di masa depan kami taruhkan di sebuah kotak dan kami tempatkan di tempat yang sangat aman. Tak sungkan kami pun berbagi pengalaman juga makanan. Tiada satu pun yang kami rahasiakan, temasuk Taesoon sendiri yang ternyata salah satu anggota Boy Band terkenal yaitu 'BTS' itu tidak luput dinyatakan kepada kami.
Suatu hari, Taesoon didorong keras oleh Heonri wanita kejam nan bongkah itu. Ia tidak menyukai Taesoon sebab terlalu nerd baginya. Ya, dia orang yang populer di sekolah, bahkan ia termasuk wanita yang paling diincar kaum Adam. Tidak salah bila ia dekat dengan kak Yoon Seon. Merekalah yang termasuk orang populer. Jika mereka pacaran mungkin akan ada hari patah hati. Kerupawaan mereka yang sangat memikat itu yang sangat diincar, bahkan mereka tidak pernah dihujat sedikit pun melainkan orang yang tidak menyukai mereka, termasuk aku dan Dwi.
Aku lansung cekatan membantu Taesoon bangkit. Tiada rasa kasihan itu sedikit pun dalam benaknya. Keegoisan itu di atas rata-rata. Tapi? Mengapa ia menyatakan cinta yang tulus itu pada perempuan yang tiada berprikemanusiaannya ini. Jika aku menjadi dirinya, sudah ku lupakan saja dirinya! Dan masih banyak yang lebih baik dari dirinya.
"Apa maksud mu Taesoon?" Tanya ku ingin tahu penjelasan yang polos itu.
"Aku sudah penat dalam menahan rasa sakit ini Ra. Jadi aku nyatakan cinta yang mendalam ini padanya."
"Sudah ku nyatakan bahwa dia hanya mencintai Dwi, bukan untuk dirimu. Tapi jika kau menjadi Taehyung aku masih yakin dia akan berpaling dari Dwi." Ujar ku dengan terpaksa kali ini.
"Jika seperti itu dia tidak mencintai ku dengan apa adanya bukan?"
"Yap, benar sekali!"
"Aku tak akan mencintai orang yang pembangkang itu." Hmm... Baru sadar anak ini.
"Jadi kau akan melupakannya?" Tanya ku memastikan.
"Ya, ku fikir-fikir masih banyak wanita yang lebih baik dari dirinya. Aku tidak mau direndahi, ia wanita yang jahat!" Benar ia akan melupakan wanita itu.
Dia tidak mau menyatakan kebenaran bahwa dia adalah seorang idola yang dikagumi para kaum Hawa. Tidak sanggup ia menampikan wajah aslinya, seketika bila ia terlihat cupu dan wanita itu mengenalnya, ia akan semakin mempercayai bahwa mereka saling cocok satu sama lain. Saat ini saja dia diusir ketika Taehyung sudah menyatakan cintanya, walau masih dengan keadaan cupu. Seharusnya wanita itu sadar dan peka, kalau dia benar-benar cinta dengan idolnya.
Wanita mana yang tidak mau idolnya menyatakan cinta padanya? Bahkan semua wanita akan menerimanya dengan lapang dada. Bahkan, sampai ada wanita yang mengharap berlebihan, datang lansung melamar idolnya itu. Mungkin ini hal yang tidak wajar. Aku tahu karena aku juga sangat mengidolakan Taehyung sang pria yang memikat para wanita di luar sana.
Aku bukannya senang melihat Taehyung seperti ini. Tetapi kasihan dengannya yang mempunyai hati sangat kecil itu dan tersakiti oleh singa padang pasir. Mimpi mendapatkan wanita yang baik nan cantik hangus seketika termakan serpihan pasir. Kali ini aku akan senantiasa mendoakan agar ia mendapatkan yang terbaik di hari kelak.
__ADS_1