Cemburu Untuk Gugur

Cemburu Untuk Gugur
Chapter 26


__ADS_3

"Hah Dwi!"


"Mengapa dengan mu Ra, kok kaku?" Ia mendekati diriku.


"Kau tidak kenapa-napa kan?" Air mata kembali mengalir dengan derasnya.


"Tidak,"


"Aku sangat khawatir dengan mu," Aku pun membulak-balikan tubuh itu.


"Mengapa?"


"Sudahlah, yuk ke kelas ikut dengan ku!"


"Tapi kan aku mau sekejap saja di sini, tolong!" Ia memohon. Aku takut ia akan kenapa-napa kali ini, dikarenakan kak Yoon Seon tidak akan diam kali ini, ia terus saja meneror kami, bahkan sampai salah satu antara kami ada yang kehilangan nyawanya, ia sangat suka itu.


"Sudah jangan menolak!" Ku tarik tangannya kuat.


Jika benar saja tadi, dan aku terlambat mungkin sebuah pisau sudah tertancap dibagian tubuh Dwi, setidaknya mungkin hilang jarinya? Jangankan aku melihatnya, membayangkannya saja sudah sungguh merinding setengah mati. Syukur ia tidak mengapa-mengapa. Bahkan dari teror itu, dia selalu saja akan mengirim kapan pun itu, sehingga aku bersikap gegabah demikian. Semakinlah ia senang agaknya, berfikir bahwa ia sangat ditakuti. Aku harus dapat menghentikan ini semua terutama ancaman-ancaman yang datang itu, pandai mengambil tindakan itulah kata kuncinya.


Saat itu di kelas Taesoon sudah duduk diam menunggu kami di bangku ku. Ia memegang sekuntum bunga, dan beserta coklat di sana. Dengan senyum kotak itu, ia mendekati kami. Dan apa yang terjadi...


"Zahra aku mau mengatakan sesuatu yang sangat penting. Bahkan aku tidak akan merahasiakan ini antara kita bertiga,"


"Apa itu?"


"Sebenarnya aku menyukai mu, sudah sejak lama aku memendamnya kini aku tidak dapat menahan perasaan ini kembali."


"Bukannya kita diikatkan sama kaitan persahabatan?" Dwi pun bergeming.


"Kalau aku menyukainya tidak apa bukan?"


"Sudah, ini bukan untuk berpacaran. Biarkan rasa itu kau simpan baik-baik saja! Mana tahu ia bukan jodohmu?"


"Benar kata Dwi. Taesoon mianhae... Bukannya ku menolak mu tetapi kita masih dalam masa menitih ilmu untuk kali ini. Ya, kau sudah ada tujuan bukan? Bahkan cita-cita mu sudah tercapai, sedangkan aku?"


"Tetepi kan tidak apa Zahra?"


"Aku pun tidak mau pacaran Tae, sebab itu termasuk dosa besar bagi agama kami. Mianhae..."


"Ya, aku tahu itu. Aku akan menunggu jawabannya nanti, pastinya Zahra!"


Wajah Dwi yang sedari tadi cerah bak mentari yang sedang memancarkan cahaya itu ke bumi. Kini wajahnya berubah drastis, dan tidak ingin diganggu untuk kali ini. Entah apa yang difikirkannya selama ini? Menjadikan wajah murung itu kembali datang. Apa karena Taesoon saat tadi? Hidup ini tak habisanya dengan pertanyaan. Aku semakin pusing memikirkannya.


🍁🍁🍁


Di sana terlihat oleh sorot mataku. Apa yang dia lakukan bersama Heonri? Apakah ia masih mencintai dirinya? Dan mengapa ia nyatakan kalau ia suka pada ku. Ini semakin membingungkan saja! Apakah ia selalunya seperti ini? Karena wajahnya yang rupawan, bahkan mungkin Heonri sudah tahu bahwa dia adalah Taehyung?

__ADS_1


Mengapa dia setega itu mengkhianati ku? Pantas ia dikatakan 'Play Boy' ya aku tahu bahwa orang tampan bisa saja sesukanya mempermainkan perasaan wanita dengan kemauannya srndiri. Aku tak akan maafkan ini. Dan sebenarnya aku telah lama menunggu pernyataan itu, tetapi apa? Sekarang ia malahan mengkhianati, dan sebenarnya ia masih mencintai Heonri.


.


Aku pun meninggalkan tempat dengan perasaan yang tidak karuan, bahkan tangan mengepal dan nafas ini mulai berburu. Aku tidak boleh menangisi pria yang telah menyakiti ku sedari tadi. Aku akan membalas semua ini!


Seketika Dwi menatap ku dengan sangat perhatian. Aku tidak ingin mengatakan semua ini padanya. Sementara ini tetaplah menjadi rahasia untuk sendiri saja dahulu. Dia datang mendekati kami, bahkan merangkul ku. Aku pun menghempaskannya dengan sangat kasar. Berlari entah kemana, tanpa tujuan. Dan seketika aku berhenti di lorong yang buntu. Saat itu mereka berdua ada di belakang ku. Memicingkan mata dengan sesama, dan melontarkan tanya itu. Ku jawab dengan sangat ketus sehingga...


Flash Back On (Kim Tesoon)


Aku menjumpainya kali ini. Entah apa yang menarik ku untuk kembali kehadapnnya? Dan ia tetap sama menghindar bahkan mendorong ku, sampai wajah ini menempel mesra dengan lantai. Kemarahan ku mulai diambang pembalasan. Aku kembali bangkit dengan menengadahkan wajah ini. Tangan ini sudah sangat panas, bahkan aku ingin saja menampar pipi putih dan tirus tanpa ada jerawat sedikir pun, wajahnya sudah bak bidadari tetapi sayang hatinya itu busuk sekali.


Syukur aku masih bisa sabar menahan semua caci maki dan kezholiman ini. Bahkan saat ini aku tetap berdiri kaku dihadapannya, dan memicingkan mataku. Sekiranya, ia tampak risih sehingga cepat meninggalkan tempat tanpa menatap ku kembali. Aku pun menarik tangan yang mulus itu dengan sangat keras, sehingga genggaman tangan ku masih ada di situ. Ia terus saja bergitih kesakitan.


Kali ini terbongkar, aku membuka kaca mata bulat itu, dan membuka kumis yang agak halus itu. Ia tercengah kali ini, dan bahkan ia menepuk pipi ku pelan. Sepertinya ia sedang bermimpi saat ini.


"Benarkah kau Taehyung BTS?" Mata itu mulai berkaca-kaca.


"Ya, ini aku! Mengapa kau kaget bukan?"


"Aku sudah memberikan semuanya untuk mu. Dan sempat kau masuk ke dalam hati ku. Perasaan ini tidak bisa berbohong. Dan saat itu kau menolak ku mentah-mentah. Apa yang kau mau?"


"Aku mengira kau bukan Taehyung. Mianhae..." Ujarnya tanpa bersalah sedikit pun.


"Jadi jika aku tidak seperti ini kau tidak akan menerima cinta ku untuk sepenuhnya gitu?" Tanya ku dengan ketus.


"Aku akan mencintai mu dengan tulus kok,"


"Aku menerima cinta mu itu Tae,"


"Salahnya aku tidak suka dengan mu lagi, sebab pengkhianat seperti mu itu tidak layak untuk cinta murni ini." Aku pun meninggalkan tempat.


Ia tetap mengejar ku, dengan langkah yang besar itu. Memohon agar kembalikan rasa itu, dan kali ini ia akan mencintai ku dengan sepenuhnya. Tetapi menurut ku percuma saja, ia hanya wanita yang penuh dengan sikap yang tidak patut dicontoh, dan sangat berbeda dengan jati diri Zahra.


Jika aku tidak menampakan jati diri sebenarnya, mungkin saja ia sangat merendahkan ku kali ini. Aku sangat tidak suka jika ada seseorang merendakan orang lain. Emang hanya dia yang harus dilihat apa? Aku tidak mau untuk sekian kalinya jika berhubungan dengannya. Dan lagi pula aku telah mencintai orang lain untuk kali ini. Yang pastinya bukan Heonri!


Flash Back Off (Kim Taesoon)


Aku pun kembalikan pertanyaan yang masih terbesit, yaitu tentang hati itu. Benarkah ia telah melupakan Heonri? Atau masih saja berharap dengan Heonri. Aku tetap masih cemberut kali ini, aku tidak percaya begitu saja. Karena kali ini setiap pria kebanyakan pengkhianat, termasuk dirinya yang banyak orang menyatakan ia adalah play boy.


Terbukti dalam waktu yang tidak berapa lama dari kejadian saat tadi. Heonri menjumpai ku, dengan wajah memelas meminta tolong agar membujuk Taesoon kembali mencintainya, dan ia akan berjanji akan menjaga hati ini hanya untuk diri seorang Taesoon. Dan sudah sangat lama ia menanti ini, tetapi akibat kesalahan kaprah baginya telah berpengaruh besar saat ini. Ya, ini adalah harapannya yang telah ia tunggu sejak lama. Ku respon dengan tidak sangat peduli, sebab ia saja tampak sangat tidak baik dan untuk apa aku membantunya?


Masih teringat! Ia berkerja sama dengan kak Yoon Seon untuk menghancurkan persahabatan ku dan Dwi, dikarenakan keegoisannya. Aku tidak suka dengan orang yang seperti itu agaknya. Sampai ia memohon-mohon pada ku, aku tetapkan pendirian bahkan meninggalkannya begitu saja. Aku sudah sangat muak dengan sikap itu, dan untuk apa aku lebih lama di tempat itu.


Ia menarik tanganku dengan keras dan membawa ku ke lapangan belakang, sunyi senyap di sana. Dan apa yang tergantung di pohon, ia menyiapkan tali tambang di sana. Mengancam ku dengan bunuh diri, aku tidak takut itu! Bagi ku ini adalah salahnya. Aku tidak mau berbaik hati kembali dengan wanita kejam ini. Aku pun meninggalkan tempat. Tetapi tangan itu masih menggengam pergelangan tangan ku sangat kencang. Ia mengikat tangan ku dengan tambang yang satu, dan menutup mulut ku dengan kain.


Sungguh tega benar dirinya. Kepala ku sudah terlingkar di tambang itu. Ia akan memancung ku, bukannya dia yang ingin mau bunuh diri di sini. Sudah tak waras benar anak ini! Aku sudah mati rasa, jikalau aku mati di sini, pastinya tidak ada yang tahu karena ini tempat yang sunyi. Setragi inikah aku, jika hari ini aku terbaring kaku. Menanti malam yang pekat, dan tanpa menikmati indahnya dunia dengan banyak beribadah padanya.

__ADS_1


"Kau akan berfikir aku bunuh diri karena Taehyung tidak mencintai ku lagi bukan?"


"Hahaha, dasar anak yang malang hari ini bukan aku yang akan mati, tetapi kau sayang!" Wajah itu berubah menjadi sangat kejam.


"Kau lihat maut mu sudah ada di depan mata! Aku bukan wanita lemah seperti mu Zahra!" Ia mengelus umbun-umbunku.


"Aku akan menarik tali ini dan kemudian, BOOMMM..."


"KAU AKAN MATI DI TANGAN KU! HAHAHA..."


1


2


Aku menutup mata, dan kali ini benar-benar maut untuk ku.


3


"Hitungan sudah berakhir kok tali ini belum tertarik sih?" Benak ini dipenuhi tanda tanya saja.


"Haha, sudah ini hanyalah adegan main-main saja. Aku perlukan diri mu untuk percobaan saja Ra,"


"Maksud mu?"


"Hanya untuk ngeprank,"


"Dasar kau ya!" Aku tidak percaya, secepat itu ia melupakan semuanya. Apa maksud dari ini? Tidak mengerti aku akan semua.


Prank? Jadinya aku masih bertanya-tanya saja, setelah ia membukakan bekapan itu, dan tali yang mengikat pergelangan tangan ku. Apa ini termasuk rencananya? Aku tidak menyangka, bahkan aku sudah berfikir kalau aku sekarang sudah meninggalkan dunia ini, dan setidaknya tadi masa-masa terakhir untuk aku lebih menyadari bahwa Allah akan melindungi ku tetapi aku tidak ingin dijadikan bahan prank yang tak jelas ini. Aku sangat takut saat tadi.


"Ra, boleh gak kita jadi sahabat?"


"Aku tahu tidak akan menerima ku untuk kali ini, mianhae telah menjadikan mu bahan prank yang tak jelas ini,"


"Sudah lah!" Aku menepuk bahu itu pelan. Dan terseyum datar.


"Aku akan melindungi mu Ra, inilah buktinya!"


"Bukti? Sudahlah semakin aneh saja kau. Aku tinggal dulu ya, aku tertarik dengan prank ini," Aku pun tersenyum jaim padanya.


"Ingat Ra, aku akan melindungi mu! Dan inilah bukti kalau aku benar ingin menjadi sahabat mu."Ia menjerit sangat kerasnya, dan ku respon masih dengan seyuman datar saja.


Mencatat semua, kali ini fikiran ku tertuju akan perkataannya saat tadi. Aku pun menyatakannya pada para sahabat ku, sambil memakan makanan yang dibeli oleh Taesoon. Jika tambah satu orang lagi akan semakin ramai agaknya bukan? Aku pun ingin teman wanita juga, tidak mungkin hanya mereka saja yang ku anggap lebih dari teman. Bagi ku pemintaan maaf, dan kejadian saat menjadikan alasan bahwa aku suka akan sikapnya yang humor itu. Walau aku yang menjadi korbannya.


Sesaat mereka serempak berhenti menguyah makanan yang ada di mulutnya itu. Menolak mentah-mentah, jika Heonri gabung dengan kaitan persahabatan. Mereka sangat kompak, dengan bicara yang ketus, dan bahkan dengusan itu menjadikan ku berfikir untuk kedua kalinya. Mereka ingin seperti ini saja, bertiga tanpa ada yang lain menghalangi. Lagi pula ia pernah berbuat yang tidak senonong, dan sebab itulah mereka tidak mengizinkan jika ia masuk dalam ikatan persahabatan yang suci ini.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Beberapa hari ini ia mengikuti aku kemana pun, dan bahkan sampai pulang hari ia menunggu ku siap urusan dengan organisasi. Matanya sampai sayup, sebab menahan kantuk yang amat berat. Sudah ku suruh untuk kembali, tetapi tetapkan pendirian itu. Aku jadinya merasa bersalah telah salah kaprah akan semua. Tentang dirinya dan Heonri.


Akhirnya aku pun luluh, bahkan kami sudah tidak canggung kembali. Dan kali ini, aku yakin ia akan kembalikan canda tawa yang menjadi-jadi. Karena sikap aneh yang dimilikinya. Agaknya sama seperti ku yang tidak dapat jika telah bergerak sedikit, pastinya ada saja yang ku kerjakan. Sebab itulah ikatan persahabatan ini tidak garing sekali, bahkan setiap harinya kami sempatkan ke rumah pohon tersebut, menyiapkan pekerjaan rumah bersama-sama dengan saling mencontek satu sama lain. Itulah budaya yang kami lestarikan, tetapi bukan untuk pasal ujian. Saat-saat seperti itu, kami akan mengerjakan sendiri walau nilai yang kurang memuaskan. Itu tidaklah masalah bagi kami.


__ADS_2