
"Apa..?Teriak Mini.
" Tidak usah teriak begitu nak,ini demi kebaikan kamu"Ucap ibunya.
"Tapi aku masih kuliah bu,lagian aku sudah punya kekasih" Jawab Mini.
"Ibu tahu nak,tapi ibu tidak bisa membatalkan perjodohan ini,ibu yakin nak Nero anak yang baik"
"Oh namanya Nero" Guman Mini dalam hati."Tetap bu aku tidak mau,biar jodoh aku sendiri yang nentuin"Lanjutnya.
"Tapi nak,ibu hanya ingin membuat kamu bahagia,ibu udah tua ingin melihat anak gadis satu-satunya Nikah dan hidup bahagia" Ucap Ibu Mini dengan memelas.
"Udah lah bu,jangan drama mulu,aku tahu ibu pura-pura nangis,udah sering ibu lakuin ini kalau kemauan ibu belum tercapai"
Pleetaakk...anggap aja sentilan...jari Ibu Mini mendarat tepat di kening anaknya.
"Dasar anak nakal,ibu udah sedih begini bukannya luluh malah ngatain ibu"
"Aawwwww....sakit bu,udah bu aku ke kampus dulu,ada mata kuliah satu jam lagi,da dah ibu" Mini pergi setelah mencium pipi ibunya.
"Dasar anak nakal,usia kamu sudah tidak muda lagi,sampai kapan kamu sperti itu nak" Ucap Ibu Mini sambil menatap kepergian anaknya.
-
"Kenapa harus aku bun?" Tanya seorang pria.
"Karena kamu anak laki satu-satunya bunda"
"Tapi bun,aku kan sudah punya kekasih,bunda tahu sendiri aku dan dia sudah menjalin hubungan 5 tahun dan itu bukan waktu yang sedikit"
"Tapi kenapa kekasih kamu tidak mau di ajak nikah? Nero,bunda sudah tua dan kamu juga sudah tidak muda lagi,sampai kapan kamu akan menunggu kekasihmu menerima lamaranmu,sedangkan dia entah tidak tahu dimana sekarang"
"Bun dia wanita karir sedang ada pemotretan di jerman,aku yakin setelah kontrak kerjanya dengan agensi ini selesai dia akan menerima lamaran aku" Ucap Nero.
"Tidak ada alasan Nero,usia kamu sudah kepala 3,tapi kelakuan kamu seperti anak ABG yang sedang bucin-bucinya" Ucap Bunda Nero.
"Bucin...??Bucin apaan bun?" Tanya Nero.
"Astaga,,,kamu tidak tahu apa itu BUCIN??Ya Tuhan maafkan aku karena kedisiplinanku sehingga masa remaja anakku terenggut" Ucap bunda Nero.
"Bunda apaan sih,ga jelas banget,udahlah aku berangkat ke kantor dulu,da,,dah bunda" Mengecup kening Bundanya dan berlalu.
__ADS_1
"Dasar anak Tua tapi jiwa masih balita" Ucap Bunda Nero sambil melihat punggung anaknya.
-
Tiiiinnn tinn bunyi klakson menandakan kepadatan lalu lintas di tengah-tengah ibu kota.
"Aduh lama banget sih tu mobil jalannya" Gerutu gadis dalam mobil itu yang tak lain Mini."Bisa bisa telat ini"Lanjutnya.
Setelah lolos dari kemacetan ahirnya sampai juga di kampus,Mini langsung bergegas menuju ruangannya,untung dosen belum datang.
"Dari mana aja lu baru datang?" Ucap Ara teman Mini.
"Gue kejebak macet,ampun dah ga biasanya jalanan udah kaya semut lebaran?"
"Emang ada semut Lebaran,perasaan semut tuh kecil-kecil"
"iiihhhhh o'*n lu,bukan lebaran itu..tapi lebaran semut yang kaya salam-salaman" Jelas Mini.
"Oohhh..gue baru tahu kalau semut ada lebarannya juga"
"Dasar telmi..."
"Selamat pagi bu" Ucap serentak mahasiswa-mahasiswi
Setelah dua jam berlalu,mata kuliah pun selesai,waktunya istirahat.
"Min lu mau kekantin ga?" Tanya Ara.
"Lu duluan dah,gue mau ke perpus dulu,ada sesuatu yang gue cari."
"Ya udah gue duluan ya.."
Ara meninggalkan Mini di ruangan,setalah Ara keluar mini bergegas menuju perpustakaan,langkah Mini terhenti karena dering ponselnya berbunyi.
"Hallo Bu?"
"Mini,kamu lagi di mana?"
"Aku masih di kampus bu"
"Kalau kamu udah selesai ibu mau minta tolong"
__ADS_1
"Iya bu sebentar aku ke perpus dulu,ada buku yang ku cari"
"Baik lah,kalau sudah selesai cepat pulang ya,,ibu tunggu kamu di rumah"
Panggilan pun berahir.
"Tumben,ada apa ya dengan ibu,ga biasa-biasanya dia begitu,udah lah gue harus cepat menemukan buku itu"
Setelah selesai menemukan buku yang di cari,Mini Bergegas pulang.
30 menit kemudian ia sampai depan rumah,terlihat depan rumah banyak mobil berjejer,sekitar 5 mobil terparkir depan rumahnya,dan terlihat sedikir ramai di dalam rumah.
"Ada apa ya..ko banyak barang-barang?" Guman Mini sambil melangkah masuk kedalam rumah.
"Selamat siang Bu..." Ucap Mini.
"Siang nak..." Ucap Ibunya.
"Ibu ada tamu,terus ini barang-barang apa bu?? ibu habis belanja onlen ya?" Tanya Mini.
"Sini sini nak,ibu kenalin" Sambil menarik tangan Mini."Ini bapak Rama dan Ibu Wati,mereka calon mertua kamu,mereka itu sahabat ibu dari SD"
"Apa..." Ucap Mini kaget."Aku ga salah denger bu,CALON .MERTUA?"
"Iya nak,dan pernikahan kamu seminggu lagi akan di laksanakan,barang-barang ini adalah anggaplah sebagai buah tangan lamaran mereka" Jelas ibunya.
"Iya nak Mini,kami kesini berniat melamar nak Mini untuk menjadi istri anak kami" Ucap pak Rama.
"Tapi om,aku sudah punya kekasih"
"Itumah urusan gampang,anak saya juga punya kekasih" Potong Bu Wati.
"Apa" Ucap Mini kaget lagi."Kenapa tidak dengan kekasihnya aja anaknya menikah,kenapa harus dengan gue"Batin Mini.
"Kamu pasti bingung,kenapa tidak dengan kekasihnya saja anak saya menikah?" Ucap Wati dan di balas anggukan Mini.
"Sini sayang kamu duduk samping tante" Lalu mini duduk dengan sopan."Pernikahan ini adalah wasiat dari kakek dan nenek kalian,orang tua kami dulu sangat dekat sampai kedekatan itu menular kepada kami anak-anaknya,alm. ayah kamu adalah sahabat dekat suami ku,begitu pula ibu kamu dan aku sudah kaya amplop dan prangko saling nempel,karena kesibukan masing-masing kami jadi jarang bertemu,kami tidak mau hubungan baik ini berahir,jadi kami memutuskan akan menjodohkan anak tante denganmu,di tambah ini juga wasiat kakek kamu."Jelas Ibu Wati.
Mini masih diam mendengar penjelasan ibu Wati.
Bagaimana keputusan Mini....tunggu episode selanjutnya.
__ADS_1