CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
Makan bareng


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Tanya Mini.


"Ke tempat makan favoritku,cepat pakai bajunya,aku tunggu di bawah"


"Baik lah,tunggu aku sebentar" Sepuluh menit kemudian Mini keluar dari kamar dan mereka berdua pergi menuju tempat makan.


Didalam mobil terlihat Nero senyum-senyum sendiri di balik kemudinya.


"Yank,apa kamu sakit?Ucap Mini dengan menempelkan punggung tangannya di kening Nero.


" Iya aku lagi sakit"


"Pantas saja kamu senyum-senyum sendiri,lebih baik jangan ke tempat makan,kita puter arah ke RSJ saja" Ucap Mini.


"Apa??,jahat banget kamu hon,suami sendiri mau di masukin ke rumah sakit jiwa!" Ucap Nero.


"Lagian dari semalam kamu senyum-senyum ga jelas begitu" Mini cemberut dan memalingkan pandangannya ke jendela.


"Hon..honey kamu marah?"


"Tidak" Ucap Mini masih dengan memalingkan badan .


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di tempat yang di tuju.


"Apakah ini lestoran timur tengah?"


"Iya hon,apa kamu suka?"


"Ya...kamu sering makan disini ?" Tanya Mini.


"Ga terlalu sering jg,seminggu sekali dulu sebelum menikah dan setelah aku menikah,ini pertama kalinya aku kesini lagi" Ucap Nero.


Mereka makan segala masakan timur tengah dengan memesan privat room,untuk mereka berdua.


"Yank,kamu ga mau cerita ?"Tanya Mini.


"Cerita apa?"


"Kenapa kamu tadi senyum-senyum sendiri?"


"Oh itu,,kamu makan dulu,habis makan aku ceritain semuanya." Dan mereka menikmati makan siang dengan nikmat,setelah semua sudah habis....


"Kenyang banget aku." Ucap Mini.


"Aku juga,belum pernah aku merasakan sekenyang ini"


"Sebelumnya kamu kalau kesini dengan siapa?"


"Dengan teman-teman,empat sampai lima orang kami makan bersama,sedang ini hanya kita berdua,aku sudah ga kuat lagi" Terang Nero.


"Aku juga yank,tapi kamu masih hutang penjelasan kepada ku"


"Iya hon,setelah perut aku merasa enak akan aku ceritakan semuanya,yang pasti hatiku lagi senang"


"Sepertinya aku tidak kuat berdiri"


"Aku juga hon,apa yang harus kita lakukan?"


"Bagaimana kalau kita nyanyi dulu?"


"Ide bagus itu,tapi...." Ucap Nero.


"Apa??"Tanya Mini.

__ADS_1


DUUUUTTT suara nyaring keluar dari persembunyiannya,dengan bau yang super duper wangi.


" Nero,,uhuukkk uhuukkk uuweeeeeeee"Mini muntah setelah mencium gas sisa pembakaran dalam perut,untung saja itu privat room,hanya mereka berdua yang merasakan kekacauan itu.


"Kamu mau membunuh aku?" Ucap Mini.


"Tidak honey,itu sangat melegakan perutku,rasa begah itu hilang dengan seketika"


"Apakah kamu di kantor seperti ini?" Tanya Mini.


"Tentu tidak hon,mau di taruh dimana muka aku,seorang CEO kentut kaya bom molotok" Ucap Nero.


"Kamu sadar akan hal itu,kenapa di depan aku dengan seenaknya kentut,liat isi perutku keluar semua"


"Maafkan aku hon,aku janji tidak mengulanginya lagi"


"Kalau saja salah satu staff kantor kamu tahu,CEOnya kaya begini bisa kabur mungkin,selain kejam ternyata punya senjata mematikan juga" Gerutu Mini.


"Iya maaf,maaf aku minta maaf,,,"


"Terus bagaimana ini,bajuku kotor semua,kamu harus minta maaf kepada pemilik tempat makan ini" Ucap Mini.


"Iya,nanti aku akan meminta maaf,kamu di sini dulu aku akan membeli baju untuk kamu di toko depan."


Nero keluar dari ruangan itu,membeli baju untuk istrinya,sementara Mini masih membersihkan bajunya,Tiba-tiba pintu privat room itu terbuka.


"NERO" Ucap Mini dan sosok perempuan cantik yang membuka pintu itu.


"Anda siapa?" Tanya perempuan itu.


"Saya..."


"Iiiiihhh bau apa ini,anda siapa beraninya masuk ruangan privat room milik Nero?"


"Udahlah ga penting anda siapa,lebih baik anda keluar,ini tempat saya dan Nero bertemu saat Nero berkunjung ke sini." Ucap Perempuan itu lagi.


"Tapi..."


"Udah buruan kamu berdiri dan keluar dari sini,berani sekali kamu berada di sini." Dengan memaksa Mini berdiri,perempuan itu terus menyuruh agar cepat keluar,namun...


"Hon..honey..." Nero tiba dengan membawa baju di tangannya,seketika rahangnya mengeras melihat istrinya ditarik paksa tangannya agar berdiri.


"Nero,perempuan ini sangat berani sekali berada di ruangan ini,aku mencari kamu dari tadi" Ucap perempuan itu manja sambil menggandeng lengan Nero.


"Terus,kamu mau apakan perempuan ini?"


"Mau aku usir lah,hanya kita yang pantas masuk privat room ini"


"Sebelum kamu mengusir dia,akan saya usir kamu duluan!!" Ucap Nero.


"Maksud kamu apa?"


"Karina,mulai sekarang jaga sifat kamu kita ini teman,tidak ada yang berhak atas diri saya selain dia" Ucap Nero dengan menunjuk Mini.


"Maksud kamu apa Ner?" Tanya Karina.


"Dia adalah istri saya" Jawab Nero.


"Tidak mungkin,kapan kamu menikah?kenapa aku tidak pernah mendengar beritanya?"


"Dengan atau tidak adanya berita,status saya adalah suami orang,kita berteman cukup lama,dan selamanya akan menjadi teman." Jelas Nero.


"Saya tidak percaya itu Nero,kenapa kamu tidak pernah melihat aku,aku yang selalu sabar mendengar keluh kesahmu,saat aku mendengar kamu putus dengan Luna,saya sangat bahagia,mungkin ada kesempatan untukku bisa bersamamu" Ucap Karina.

__ADS_1


"Itu tidak akan pernah Karina,kita akan selamanya jadi teman,andai saya tidak bertemu Mini pun kita akan tetap berteman."


"Tapi kenapa???"


"Karen saya tidak ada rasa apapun terhadapmu,kita hanya cocok sebagai teman" Jelas Nero.


"Tidak Nero,aku akan berusaha agar kamu bisa menerima aku bukan sebagai teman tapi sebagai kekasih."


"Jangan bertindak gegabah Karina,karena kamu tidak tahu seberapa kejamnya saya saat marah"


"Tidak Nero,satu..tolong kasih satu kesempatan" Karina memelas kepada Nero.


"Cukup,,sudah cukup adegan dramanya?" Ucap Mini.


"Hon,kamu ganti dulu baju ini di kamar mandi" Kebetulan di dalam privat room ada kamar mandinya.Nero memberi baju yang tadi di beli ke iatrinya,dan Mini langsung menuju ke kamar mandi setelah menyaksikan adegan drama.


Sementara di ruangan itu masih terasa panas.


"Sekarang saya minta kamu pergi,jangan pernah menampakan diri lagi depan saya ataupun istri saya."


"Tidak,,Tidak Nero,aku akan selalu ada di dekat kamu" Karina memeluk tubuh Nero,berbarengan Mini keluar dari kamar mandi.


"Ehem...." Deheman Mini membuat Nero sadar,kalau dirinya sedang di peluk.


Nero memaksa Karina agar melepaskan pelukannya,ia tidak mau Mini salah paham.


-


-


Malam hari tiba,pasangan suami istri itu tengah melakukan makan malam di dalam apartemennya.


"Honey kenapa makan kamu sedikit?" Tanya Nero.


"Aku ga nafsu makan,kalau ingat kejadian tadi siang,berani sekali teman cewek kamu itu ya" Ucap Mini kesal.


"Kenapa marah di sini sih Hon,kenapa tidak di sana saja tadi"


"Aku tidak marah,cuma gregetan aja..."


"Kamu cemburu ya.."


"Iya lah aku cemburu,kamu suami aku,ganteng,kaya,perhatian,sabar,setia,CEO lagi" Ucap Mini memuji Suaminya.


"Ahirnya istriku tercinta ini mengakui kalau suaminya itu,suami idaman" Ucap narsis Nero.


"Tapi sayang,dia itu manja banget."


"Yaaah..Hon,baru juga di sanjung-sanjung udahannya di jatuhin juga" Ucap Nero dengan memanyunkan bibirnya.


"Kenapa bibir kamu?"


"Pengen di cium"


"Mulai deh manjanya,yank kamu belum kasih penjelasan ya siapa itu karina dan kenapa kamu senyum-senyum sendiri."


"Iya Honey ku sayang"


Nero menceritakan siapa itu karina dan apa hubungannya,dan menceritakan segala hal yang membuatnya tersenyum senang.


"Oh begitu,terus dimana orang itu?" Tanya Mini.


"Ada bersama orang kepeecayaan aku,aku menantikan siapa sebenarnya dalang di balik penculikan aku dulu,sekian tahu aku mencari di mana keberadaan orang ini,ahirnya aku menemukannya." Jelas Nero.

__ADS_1


__ADS_2