
Setelah meresmikan cabang garmennya,Niko dan Mini langsung pulang kekediamannya.
"Yank,rumah di samping kita itu cepat sekali jadinya ya,apa perlu kita pagar halaman rumah?" Tanya Mini.
"Tidak usah hon,kita jadi punya tetangga kan" Nero masih mengerjakan berkas-berkas kerja sama dengan perusahaan garmen yang dari jerman.
Disela obrolan mereka,pintu bel berbunyi,Mini yang hanya memainkan ponselnya segera berjalan ke depan untuk membuka pintu,karena asisten rumah tangganya sedang keluar berbelanja jadi dia sendiri yang membukakannya.
Ceklek,pintu terbuka terlihat Kenan dan istrinya berdiri di depan serta membawa bingkisan dan kue-kue.
"Kenan,Laura,mari masuk" Mereka berjalan masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu."Sebentar ya saya ke dalam dulu memanggil Nero"Ucap Mini.
"Istri Tuan Nero sangat cantik ya yank,walau dia sedang hamil" Ucap Laura.
"Kamu juga cantik yank" Kenan menggoda istrinya,saat mereka terbuai oleh godaan masing-masing Niko datang menghampiri.
"Ehemm.." Deheman Niko mengagetkan pasangan itu.
"Tuan,apa kabar? bagaimana keadaan anda?" Tanya Kenan.
"Saya baik,jangan panggil saya tuan lagi kenan,karena kamu bukan bawahan saya" Ucap Niko tegas.
"Tidak apa-apa tuan,hanya anda saudara dan orang yang saya kenal,anda adalah keluarga saya satu-satunya."
"Maka dari itu,panggilah saya dengan sebutan lain,jangan dengan kata tuan,kamu bisa manggil saya dengan Kakak atau abang"
__ADS_1
"Iya kenan,kami bukan lagi atasan atau bos kamu,mungkin sekarang kamu lebih sukses dan lebih dari kita sekarang" Ucap Mini yang datang sekaligus membawa nampan yang berisi minuman.
"Laura,apa kamu sudah ada tanda-tanda?" tanya Mini lagi.
"Sudah Ka,kandunganku baru berjalan dua bulan" Jawab Laura.
"Wah gercep juga kamu Nan." ucap Mini."Dia tidak mau kalah saing sama aku hon"Sambung Nero.
"Haaaaaa...tuan,eh kakak bisa aja" Kenan dan yang lainnya tertawa riang.
"Oh ya,kamu sekarang tinggal di mana?" Tanya Mini.
"Kami tinggal di samping rumah kalian ka" Ucap Kenan santai,Mini dan Niko yang mendengar itu langsung tersedak,kebetulan mereka sedang menikmati minuman.
"Uhuk uhuk uhuk" Batuk mereka yang berbarengan,Laura dan Kenan dengan serentak mengusap pelan punggung mantan bosnya itu
"Sejak pernikahan saya ka,saya mencari di mana kalian tinggal,saya seperti orang yang kehilangan keluarga tidak ada kalian,setelah menemukan tempat tinggal kalian,saya berinisiatif untuk tinggal dekat kalian" Tetang Kenan.
"Terimaksih Kenan,sudah setia pada kita" Mini dan Niko merasa bahagia,di balik musibah yang bertubi-tubi datang,masih ada seseorang yang care padanya.
"Ka,nanti malam datanglah ke rumah kami,saya mengadakan perta barbeque untuk sekedar kumpul-kumpul saja" Ucap Laura.
"Baiklah kami akan datang" Ucap Mini
Malam hari tiba,pukul tujuh malam Nero dan Mini sudah berada di rumah Kenan,rumah baru yang Kenan buat untuk tinggal bersama istrinya.
__ADS_1
"Ka,biar kita saja yang bakar dagingnya,kaka duduk saja temani Laura" Ucap Kenan pada Mini.
Mini duduk menuju Mini dan teman-temannya yang sudah hadir dalam acara itu.
"Ka sini duduk di sebelah ku" Ucap Laura.Teman-temanya memandang heran pada Mini,setahu mereka Laura anak pertama.
"Hay,,ka,saya Raisya,ini sabrina,ini Aulia dan ini Ami" Ucap Raisya yang mengenalkan diri.
"Hay,,saya Mini kakanya Laura" Ucap Mini ramah,namun matanya seketika menajam saat melihat salah satu wanita dekat dengan suaminya dan mencoba cari perhatian Nero.
"Kaka,mau nanya siapa perempuan yang ada di sana" Tunjuk Mini pada perempuan yang berdiri di samping suaminya.
"Dia adalah wulan ka,sepertinya ia sedang mencari perhatian pada pria di samping Kenan,lihat saja gayanya" Ucap Aulia.
Laura yang mengetahui temannya tengah menggoda mantan bos suaminya itu langsung geram dan akan menegurnya,namun saat dia berjalan selangkah,tanganya di cegat Mini.
"Tidak usah,kita lihat saja di sini" Ucap Mini yang mengerti maksud Laura.
Di tempat panggangan Kenan sudah Risih dengan tingkah laku dan ucapan Wulan,karena berani-beraninya ia menggoda Niko yang jelas-jelas sudah di beri tahu kalau mantan bosnya itu sudah menikah.
"Ka,apa kamu tidak bosen sama wanita hamil,apakah enak bila harus berhubungan? dengan perut buncitnya yang membuat ribet suasana" Ucap Wulan.
"Hmm,sepertinya kamu sudah berpengalaman dengan hal seperti itu,mana suami kamu? apa kamu mengajaknya kesini?" Tanya Nero.
"Suami???aku masih jomblo ka,tapi sepertinya sebentar lagi aku akan mempunyai pasangan" Pandangan mata menggoda di tujukan ke Nero.
__ADS_1
"Ka ini nomor telpon aku,kapanpun kaka mau bisa hubungi akau" Ucap Wulan,setelah meninggalkan kartu namanya ia meninggalkan tempat panggangan dan bergabung dengan para wanita lainya.