
Luna pergi dari rumah sakit,waktu berganti menjadi malam,di ruangan itu masih tinggal Nero seorang diri,orang yang tadinya di cari,di puja,di hormati dan di takuti sekarang hanya tinggal Nama,sangat naas tidak ada satu orang pun dari temannya yang tahu keadaan dia.
"Mini kemana ya ko belum jenguk gue" Gumannya."Kenapa juga gue mikirin dia,harusnya gue mikirin Luna,kenapa dia belum balik juga"
Untuk menghilangkan rasa bosan Niko menghidupkan Televisi.
"Kabar keretakan hubungan model Luna dan pengusaha Nero anderson kini muncul di wacana berita onlen,setelah wawancara yang di lakukan Luna tadi sore" Ucap presenter dari TV itu.
"Iya,memang saya sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan Nero,tidak tahu kabar dia sekarang dimana,saya telah di campakannya setelah 5 tahun hubungan kami berjalan,saya sangat sedih" Tutur Luna dalam wawancaranya.
"Sekian berita dari saya......"
TV di matiin sebelum acara selesai,amarah,kecewa,sedih bercampur jadi satu,remot yang di genggam jadi sasarannya.
Nero melempar remot itu ke arah pintu dan kebetulan Mini membuka pintu.
"Aawwwwwwwww....." Teriak Mini.
"Mini...." Ga kalah kaget,Nero yang melempar remot kena kening Mini.
"Sakit tahu,kalo patah hati bukan remot yang jadi sasaran." Gerutu Mini,sebelumnya ia sudah mengetahui kabar berita itu dari TV kantin,sebelum ke ruangan Niko ia mampir ke kantin untuk membeli makan.
"Maaf" Ucap Niko lirih tapi masih di dengar Mini.
"Jadi anda itu Nero pengusaha yang katanya kaya raya itu?kenapa sekarang kaya gembel..?? ohh ya ...saya lupa,anda kan merelakan semua itu gara-gara menghindari perjodohan,dan mempertahankan kekasih anda,yang tahunya kekasih anda meninggalkan anda dengan berekting bahwa dia telah di campakan,,,kasian sekali hidup anda tuan...hhaaaaa..." Ketawa Mini terdengar nyaring di kuping Nero,dengan menahan amarahnya Nero hanya diam.
"Dasar perempuan si***n bukannya ngehibur gue malah ngeledek,liatin aja gua kembali jadi kaya bakalan gue cari lu" Guman Nero dalam hati.
"Ngapain anda melihat saya seperti itu,ga usah kesel dengan saya,toh yang saya katakan benar adanya."
"Mini..cukup,saya akan menyetujui perjodohan itu,akan saya balas semua sakit hati yang saya terima,kamu tunggu giliran saja karena telah mengejek saya."
"Saya..?? saya ngelakuin apa,yang ada saya yang harus balas kamu karena kening saya masih sakit."
Nero lupa akan kelakuannya tadi,ia melihat kening Mini yang membengkak akibat ulanhnya.
__ADS_1
"Maaf,sekali lagi maaf....saya tidak sengaja melakukannya."
"Udah lah,ini saya bawain makanan kamu makan dulu" Dengan berjalan ke tempat Nero.
Bukan makanan yang di ambilnya tapi tubuh Mini yang di tarik kedekapan Nero,ia memeluk tubuh Mini dengan erat dan membenamkan wajahnya di pundak Mini.
"Iihhh lepasin" Mini berusaha melepaskan diri dari pelukan Nero.
"Biarkan aku sebentar di sini" Nada bicaranya pelan dan lembut,tidak terasa air mata membasahi pundak Mini.
Deg.."Apa dia menangis,?kenapa jantung gue berdetak sangat cepat"Batin Mini.
"Aku sangat kecewa" Lirih Nero.
Pagi pun tiba,sepasang manusia masih terlelap dalam keranjang pasien,tubuh wanita masih memeluk tubuh pria,wajah Nero menyusup di tengah-tengah belahan dada Mini,dan itu membuat rasa nyaman.
Mini mengerjapkan matanya pelan-pelan,ia kaget melihat tangan memeluk tubuhnya dan sosok kepala menyusup kedalam dadanya,kebetulan malam itu Mini memakai kemeja yang tidak di kancing dengan dalaman tangtop.
"Haaaaaaa,apa yang anda lakukan" Teriak Mini,dengan menyingkirkan tangan Nero.
Nero kesakitan dan membuat gerakan reflek pada kepalanya,sehingga kepala Nero makin menyusup ke dada Mini.
"Haaaaaaaaaa dasar mesum" Dengan menjauhkan kepala Nero dan bergegas bangun.
"Kenapa saya ada disini?" Tanya Mini Bingung."Jangan-jangan semalam kita tidur.....ohhh itu tidak mungkin,apa yang anda lakukan pada sya.?"Tanya Mini
"Saya tidak melakukan apa-apa"
Ceklek,pintu ruangan di buka...
"Mini kamu udah bangun,nak Nero juga udah bangun" Tanya Ibu Mini.
"Ibu,kenapa ibu ada di sini?" Tanya Mini.
"Ibu mencari kamu,dari semalam kamu tidak menghubungi ibu sampai malam sudah larut kamu tak juga menghubungi ,ahirnya ibu memutuskan mencarimu lewat GPS dan ternyata kamu di sini bareng nak Nero"
__ADS_1
"Ibu kenal Nero?"
"Kenal donk nak,diakan orang yang akan ibu jodohin sama kamu dia anak om Rama dan tante Wati"
"Hah.." Ucap Mini Cengo,"Jadi manusia mesum ini yang akan menjadi suami aku bu?tidak-tidak,aku tidak jadi menerima perjodohan ini"
Sementara itu Nero juga cengo,kaget dan tidak menyangka.
"Aku akan menerima perjodohan ini tante,tolong kasih tahu orang tuaku tante" Ucap Nero Tiba-tiba.
"Apa??!! aku tidan mau" Ucap Mini.
"Mini..ibu akan menepati janji ibu,asal kamu masih menerima perjodohan ini"
"Tapi bu,,,,bagaimana dengan kekasih Mini,,?"
"Sudah jangan berekting,ibu tahu kamu tidak punya kekasih,mana ada wanita bar-bar kaya kamu punya kekasih" Ucap Ibu Mini dengan cekikikan,begitu juga Nero.
"Aaahhhhh ibu..." Mini memutuskan pergi dari ruangan itu dengan menahan malu.
"Tante bisa hubungin Bunda saya sekarang?" Tanya Nero.
Percakapan di dalam ponsel.
"**Hallo,ada apa jeng" Tanya Wati.
"Ada yang mau bicara sama kamu"
"Siapa**"
Ponsel di kasih ke Nero.
"Hallo mah ini Nero,tentang perjodohan itu Nero akan menerimanya."
Tiga hari berlalu,Nero sudah kembali ke rumahnya,orang rumah terlihat sibuk karena 2 hari lagi akan di adakan acara pernikahan.
__ADS_1
Ting ting ting..Notifikasi pesan masuk.
"Temui aku di kafe x x x sekarang"