
Hari yang di tunggu tiba,mereka berdua telah sah menikah di mata Agama dan Hukum,malamnya waktu resepsi di adakan,tamu undangan banyak yang datang sekedar memberi selamat dan doa.Lima jam berlalu resepsi ahirnya selesai.
Mobil pengantin melaju menuju ke suatu tempat,sepasang pengantin itu berada di bangku belakang dengan pakaian resepsi yang masih melekat.
"Kita mau kemana?Tanya Mini.
" Kita akan bulan madu"Jawab Nero.
"Hah,jangan becanda kamu turunin aku di sini"
"Haaaaaa...kamu takut sayang..?" Goda Nero.
"jangan macam-macam Nero dengan hal itu" Mini mulai kesal dan membalikan badannya menghadap kaca.
"Iya iya maafin suamimu ini,kita akan ke villa,kita akan memanfaatkan waktu cuti untuk berlibur sepuasnya" Jelas Nero,namun Mini masih diam.
"Yank...yank..sayang" Goda Nero dengan memcolek-colek pinggang Mini.
"Apaan sih,,,geli tahu...."
"Jangan ngambek donk,akukan cuma becanda"
"Ga lucu" Ketus Mini.
"Iya iya aku minta maaf" Tangan Nero melingkar ke perut Mini dan mnegeratkan pelukannya,semntara Mini meronta karena risih dengan tangan Nero,di tengah-tengah adegan itu ponsel Nero berdering.
"Hallo.."
"......….."
"lo tahu apa yang harus dilakukan,jangan sampai ada jejak,memang pantas semua itu ia terima" Ucap Nero dengan ekspresi yang sangat kejam.
"...."
"Lo bisa hubungi tangan kanan gue untuk sementara waktu,jangan ganggu gue selama tiga hari ini"
"....."
Panggilan pun berahir,Mini yang sekilas mendengar percakapan suaminya jadi heran,tiba-tiba orang di sampingnya berubah sifat menjadi kejam,namun ketika dengan dirinya dan orang tuanya,Mini seperti melihat sosok anak kecil yang manja.
"Apa yang kamu bicarakan?" Tanya Mini.
"Tidak ada..."
"Tidak ada apanya,tadi kamu bilang jangan ada jejak,maksudnya apa???apakah kamu menyuruh orang untuk membunuh?"Nero menganggukan kepalanya setelah mendengar pertanyaaan Mini.
" Kamu gila,apa kamu tidak takut masuk penjara?"
"Aku lebih takut kalo orang ini masih ada di dunia dari pada masuk penjara" Ucapnya dengan santai.
"Apa??Nero perbuatan kamu itu termasuk tindakan kriminal"
"Tapi dia juga telah melakukan tindakan kriminal,bahkan akibat dari tindakannya itu masih menyisakan trauma sampai sekarang" Jelas Nero.
__ADS_1
Ternyata mobil sudah sampai di dalam villa milik Nero.
"Maaf,tuan nyonya kita sudah sampai" Ucap supir itu.
Mereka keluar dari mobil dan masuk ke villa,di dalam mereka di sambut dengan baik oleh para maid di situ.
"Ahirnya aku bisa rebahan di kamar" Dengan masih memakai gaun pengantin bekas resepsi tadi Mini membaringkan tubuhnya di kasur,di susul Nero yang ikut tiduran juga di samping Mini.
"Sayang sini deh"
"Kenapa?"
"Sini" Nero menarik tubuh Mini agar mendekat dengannya lalu mengeluarkan ponselnya."1...2...3" Lanjutnya sambil mengarahkan kamera ponsel ke muka mereka.
Cekrek,cekrek,cekrek,,chesee.....begitulah bunyi kamera abad 21.
"Nih orang bener bener sulit di tebak,kadang manja,kadang kejam,kadang dingin,iihhhh...jangan-jangan dia punya kepribadian ganda" Batin Mini.
"Sayang ko kamu diam " Tanya Nero membuyarkan hayalan Mini.
"Ga kenapa-kenapa,aku mandi duluan ya" Dengan beranjak dari tempat tidur,belon sempat masuk kamar mandi Mini sadar kalau ia masih memakai gaun.
"Nero..bisakah kamu membantuku untuk membuka ini" Menunjuk resleting di belakang tubuhnya.
"Baik lah"
Resleting itu terbuka sampai bawah,terlihat kulit putih mulus Mini,Nero menelan salivanya melihat pemandangan itu.
"Sayang punggung kamu sangat menggodaku" Ucap Nero dengan nada menggoda.
"Kau benar-benar menyiksaku sayang" Ucap Nero dengan menarik rambutnya.
Tiga puluh menit berlalu Mini keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah tertidur karena memang hari sudah masuk waktu pagi,hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya ia berusaha membangunkan Nero.
"Nero,Nero,Nero bangun,aku sudah selesai mandi,cepat kamu bangun"Nero menggeliat dan malah memeluk guling.
" Aku cape banget sayang,besok pagi aja aku mandinya"Ucap Nero dengan mata masih terpejam.
Setelah memakai baju tidur Mini segera menyusul suaminya ke alam mimpi.
-
Matahari pagi masuk kedalam celah kamar pengantin baru itu,sinarnya yang menusuk pandangan membangunka. dua insan yang tengah tertidur.
"Hoooaaammmmm....." Nero menguap."Ternyata sudah siang."ia melihat di sampingnya ada sosok tangan yang masih memeluk tubuh kekarnya.
"Sayang...bangun" Ucapnya lagi sambil mengelus pipi Istrinya.
Mini pun terbangun dari tidurnya,ia membuka mata dan hal yang pertama yang ia lihat adalah sosok pria yang menurutnya ganteng.
Cup...Ciuman mendarat di bibir Nero"Selamat pagi suamiku"Nero yang mendapat serangan fajar mendadak masih cengo.Saat tubuh Mini akan beranjak dari pelukan Niko,ia malah menariknya dan membuat kiss kiss itu terjadi lagi.
"Kita seri" Ucap Nero.
__ADS_1
"Hmmmmmm dasar" Dengan memukul manja dada Nero.
"Sayang bolehkah aku meminta itu?" Mini tahu maksud suaminya.
"Tidak sayang,kita boleh melakukan yang lainnya tapi tidak dengan itu"
"Kamu akan berdosa bila menolaknya"
"Dan kamu akan lebih berdosa bila melakukannya." Ucap Mini tak kalah.
"Maksud kamu?"
"Lihat lah seprei itu" Mini menunjuk seprei putih itu yang ada bekas darahnya.
"Darah apa itu sayang?"
"Ini..." Dengan menunjuk daerah sensitifnya.
"Kamu pendarahan??!!??,akan aki telpon dokter keluargaku suruh kesini,atau kita pergi kerumah sakit segera" Niko bangkit dari kasur dengan buru-buru.
"Sayang tenang,aku tidak apa-apa ini hanya darah menstruasiku,mungkin semalam aku datang bulan tapi tidak menyadarinya." Jelas Mini.
"Oh,syukur lah kalo kamu tidak kenapa-kenapa"
"Apa kamu menghawatirkanku?" Tanya Mini.
"Tentu...."
"Kenapa?"
"Karena kamu istriku"
"Tapi aku tidak memenuhi hak mu"
"Tidak apa-apa sayang,aku tahu kamu punya masa lalu yang pahit dengan seseorang,aku juga sama,kita sama-sama jadi korban,kamu jangan khawatir aku akan mencoba membuka semuanya untukmu."
"Terimakasih sayang"
"Terus bagaimana nasib si jalu ku?"
"Si jalu????siapa itu?Tanya Mini heran.
" Ini..."Nero Menunjuk kejantanannya dan membuat Mini Malu.
"Suruh minum obat tidur aja biar dia tidur dulu,sampai menunggu kandangnya jadi"
"Kapan jadinya sayang" Tanya Nero.
"Ga thu kapan jadinya,jalu genit deehhh" Dengan mencolek si jalu dan lari menuju kamar mandi.Sedang Nero kaget bukan kepalang,dengan keberanian Mini memegang pusaka ampuhnya si jalu,membuat rasa bercampur aduk,hasrat dan nafsu bersatu,ia bergegas menuju kamar mandi lain dan mendinginkan tubuhnya.
Sore hari tiba mereka berdua tengah asyik menonton salah satu film di home teaternya,Mini duduk bersender di dada bidang Nero,jadi posisi Nero ada di belakang Mini dan memeluknya.
"Kamu suka film apa?"
__ADS_1
"Apa aja suka"