CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
Lamaran mendadak.


__ADS_3

Di mansion keluarga Nero tengah pesta takoyaki,semua asisten rumah tangga sedang menikmati lezatnya takoyaki,sang tuan yang nyidam ahirnya pulang.


"Apa kalian suka?" Tanya Nero.


"Iya tuan kami suka"


"Yank,aku ke kamar duluan ya,kaki aku cape sekali"


"Mana yang cape hon? ayuk kita ke kamar" Nero menggendong Mini menuju kamar.


"Cepat ambilkan air hangat dan bawa ke kamar saya" Suara bariton itu ahirnya keluar,para maid yang tengah menikmati takoyaki berhamburan mencari tempat untuk air hangat.


"Baru saja kita menikmati cemilan gratis dengan santai udah teriak aja" Gerutu salah satu maid.


"Iya gara-gara Istri tuan itu yang manja"Timpal teman maid satunya.


" Ini tuh gara-gara tuan yang terlalu menghawatirkan istrinya,karena nona sedang hamil muda,jangan asal sembarangan nuduh kalian,disini ada CCTV nya lho"Ucap Maid lainya.


"Oopsst..semoga omongan kita tadi tidak terlihat di CCTV"


"Ya udah cepetan kamu bawa air hangat ini ke kamar tuan muda"


Di kamar.


"Mana hon yang sakit?" Tangan Nero memijit-mijit kaki Istrinya.


"Bukan sakit yank cuma cape dan pegel aja"


Tiba-tiba pintu kamar di ketuk,Tok tok tok,,,,Setelah mendapat izin dari sang pemilik kamar,maid itu masuk membawa air hangat yanh di minta Nero.


"Ini tuan air hangatnya"


"Taruh di bawah sini" Ucap Nero,lalu ia berjongkok di depan istrinya yang duduk di atas sofa,dan mengarahkan kaki Mini agar masuk di dalam air hangat itu,Nero memijit-mijit kaki Mini dengan telaten.


Maid yang melihat kejadian itu terkagum-kagum.


"Tuan memang suami idaman" Kata itu lolos dari mulut sang maid itu,dan membuat pasangan suami istri itu melihatnya.


"Maaf kan saya tuan nona"


"Maaf untuk apa?" Tanya Mini.


"Tidak seharusnya saya masih di sini,saya pamit keluar Nona,tuan"


"Tunggu" Ucap Nero.


"Iya tuan" Badan maid itu berbalik kembali saat Nero menahannya.


"Siapa nama mu?" Tanya Nero.


"Nama saya mirna tuan"


"Apa kamu bisa memijit?"


"Bi...bi..sa tuan" Ucap Mirna gugup.


"Sekarang kamu gantiin aku memijat kaki nona" Ucap Nero.

__ADS_1


"Kamu mau kemana hon?"


"Aku mau makan takoyaki lagi,aku tinggal dulu sebentar ya hon" Nero mencium kening Min.


"Kamu pijit kaki nona dengan benar"Sambungnya sebelum keluar dari kamar.


" Nona,mana yang harus saya urut"Tanya Mirna.


"Tidak usah repot-repot ini cukup di olesi minyak urut atau balsem aja,tuan kamu terlalu khawatir,kamu ambilkan saya balsem aja rak sana"


"Baik Nona"


Lalu maid itu mengoleskan Balsem di kaki Mini sambil memijitnya.


Di tempat lain Kenan sudah mengenakan pakaian rapih dengan paperbag di tangannya,ia melnggang keluar dari apartemnnya menuju suatu tempat.


Tiga puluh menit kemudian ia sampai di sebuah mension megah namun bukan milik bosnya.


Tok tok tok...pintu terbuka.


"Mau cari siapa tuan?" Tanya maid.


"Tuan Justinnya ada?"


"Sebentar saya beritahu tuan dulu" Maid itu masuk ke dalam dan tidak lama kembali.


"Silahkan masuk tuan,tuan Justin ada di dalam" Kenan masuk kedalam mansion megah itu dan di sana ada Justin beserta istrinya.


"Ternyata Asisten Kenan,silahkan duduk" Ucap Justin ramah.


"Bi tolong ambilkan jus dan buahan kesini!" Ucap Istri Justin.


"Maaf saya datang secara mendadak,saya tahu rumah tuan dari calon istri saya"


"Apa hubungannya calon istri anda dengan saya,sampai dia tahu kediaman saya?"


Senyum di bibir kenan mengembang mendengar Pertanyaan Justin,di tangga sosok cewek berjalan turun menuju mereka yang tengah mengobrol.


"Pah siapa yang data...Kenan??" Ucapan Laura terpotong saat melihat Kenan.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya istri Justin.


"I..iya mah" Jawab Laura.


"Pah..mah,Laura ada perlu sebentar dengan Kenan,kami izin ke belakang sebentar." Laura menarik tangan Kenan manuju halaman belakang.


"Kenapa kamu kesini?" Tanya Laura.


"Aku akan melamar kamu jadi istriku"


"Apa!!" Teriak Laura.


"Tidak secepat itu Kenan"


"Kamu mau nunggu itumu membesar" Ucap Kenan dengan menunjuk perut Laura.


"Tidak,tapi aku ..aku.."

__ADS_1


"Sudah kamu ikut aku ke dalam" Mereka kembali lagi ke dalam dan jalan dengan bergandengan tangan.


"Maksud kalian apa?" Tanya Justin saat melihat anaknya dan asisten Kenan bergandengan tangan berdiri di depannya.


"Pah.."


"Aku akan melamar Laura untuk menjadi istri saya,mohon tuan izin kan saya menghalalkannya" Ucap Kenan.


Justin dan istrinya kaget diam mematung mendengar pengakuan Kenan.


"Pah ..mah,kalian jangan marah dulu ini semua salahku" Ucap Laura.


"Mamah tidak marah"Ucap Mamah Laura.


"Dan papah juga tidak marah,papah hanya terkejut mendengar pengakuan Kenan"


"Jadi tuan apakah anda menerima lamaran saya?" Tanya Kenan.


"Ya...saya terima lamaran kamu"Ucap Justin.


" Beneran pah,papah setuju?"Tanya Laura.


"Iya papah setuju,Kenan anak yang baik,pekerja keras dan papah mengenalnya sangat dingin pada wanita bahkan pada semua orang."


"Apakah itu alasan papah menerima lamarannya?" Tanya Istrinya.


"Bukan itu juga mah,sebentar lagi kan Laura akan mempunyai adik jadi papah tidak capek-capek lagi mengurus dia" Ucap Justin.


"Apa...papah jahat banget,aku kan anak papah dan mamah"


"Kamu kan sebentar lagi akan menikah jadi udah ada yang akan mengurus kamu,papah dan mamah akan lebih fokus mengurus calon adik kamu"


"Iiihhh papah mamah ko gitu"


"Tenang aku akan menjagamu" Ucap Kenan dengan memeluluk Laura.


"Kamu..." Laura kaget dirinya di peluk Kenan.


"Oh ya tuan...."


"Jangan panggil saya tuan lagi,panggil Om atau papah" Potong Justin.


"Baiklah om,ini ada bawaan tanda saya melamar Laura,semoga om menerimanya."


Justin membuka paper bag itu dan di dalamnya terdapat surat-surat,ternyata sebuah sertifikat kepemilikan sebuah villa dan resort atas Nama Laura dan Justin.


"Nak,saya tidak perlu ini,kamu kasih saja ke Laura,ganti nama saya disini menjadi namanya,lagian calon mertuamu ini tidak miskin-miskin amat kan" Ucap Justin.


"Hhaaa...haaaa baik om,kalau itu permintaan om" Ucap Kenan.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Laura.


"Tidak sayang,kamu calon istri aku dan calon ibu dari anak-anak kita" Ucap Kenan yang mulai menggoda Laura.


"Eheem,,ehem,,,cukup peluk dan rayunya,sekarang papa mau tanya kapan kalian pernikahan itu di laksanakan?apakah keluarga kamu tahu nak?" Tanya Justin.


"Maaf om sebelumnya,atas kelancangan saya melamar anak om seperti ini,Saya hanya anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sedari kecil,saya tidak tahu keluarga saya dimana,karena saya memang tidak mau tahu,cukup tahu bahwa ayah ibuku sudah meninggal itu sudah cukup,tadinya saya akan meminta tolong bantuan tuan Nero,namum kondisi dia yang tidak memungkinkan,untuk ijab dan resepsi akan di adakan satu minggu lagi" Terang Kenan.

__ADS_1


"Haaah..satu minggu" Ucap Laura kaget.


__ADS_2