
Malam hari datang,Mini sudah sampai di apartemen duluan,ia menunggu suaminya yang masih lembur.
"Masak apa ya?" Guman Mini sendiri.
Mini memutuskan untuk memasak makanan rumahan,keahlian memasaknya tidak di ragukan lagi,sebab semenjak tinggal berdua dengan ibunya Mini selalu membantu di kala ibunya sedang memasak.
Balado kentang dengan campuran hati dan capcai ayam menu yang akan di siapkan.
"Kira-kira Nero suka ga ya,baru pertama kali aku akan memasak untuknya" Ucapnya"Udah lah mending aku selesain keburu Nero pulang"
Saat Mini berkutat dengan alat tempur di dapur,terdengar bunyi bel apartemen,ia kira adalah suaminya ternyata....
"Saya...." Ucap Mini terpotong saat membuka pintu dan melihat bukan suaminya yang datang.
"Eehhh sorry,saya kira suami saya,ada apa Kenan?"
"Ini Nona ada titipan dari tuan untuk anda?"Kenan memberi bingkisan kue yang di pesan Nero.
"Oh..terimakasih,apa Nero akan lama pulangnya?"
"Sepertinya begitu Nona"
Saat mereka berdua mengobrol tiba-tiba....
"Oohhh ternyata kalian ada hubungan di belakang Nero?" Ucap Karina.
"Karina?" Ucap Kenan setengah kaget.
"Dasar kamu perempuan tidak tahu diri,udah ngerebut Nero masih main dengan asistennya juga"
"Eh jaga mulut anda ya,anda tidak tahu apa-apa seenaknya menuduh" Ucap Mini.
"Diam kamu,saya tidak menuduh,ini buktinya,segala-gala bawain bingkisan" Ucap Karina dengan merebut bingkisan di tangan Mini.
"Eehh kembaliin bingkisan saya" Ucap Mini akan merebut kembali bingkisannya,namun Karina menjatuhkan bingkisan itu dan menginjaknya.
"Nih ambil bingkisan itu di kaki gue" Ucap Karina,tanpa sepengetahuan Mini dan Karina,Kenan merekam semua kejadian itu dengan voice note dan mengirimkannya ke Nero.
"Cukup Nona Karina,saya menghormati anda karena anda adalah teman Tuan Nero,tapi jaga sikap anda pada Nona Mini"
Nero baru melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift apartemennya,dan mendapati ponselnya berbunyi sebuah pesan suara masuk,seketika rahangnya mengeras,pandangannya bak mata Elang yang akan menangkap mangsanya,Nero mempercepat langkahnya.
Tidak butuh waktu lama Nero sampai di depan apartemennya dan melihat keributan,dimana Karina memaksa masuk ke dalam dan di halangi oleh Kenan tapi dia masih diam melihat kejadian itu,sedang Mini sudah masuk ke dalam memeriksa masakannya yang ternyata sudah gosong.
"Minggir Kenan,gue mau masuk" Ucap Karina.
"Tidak bisa Nona,anda tidak di izinkan masuk ke dalam apartemen Tuan"
__ADS_1
"Kenan kau tahu siapa gue? kau lebih membela perempuan tidak tahu diri itu?" Ucap Karina.
"Cukup" Ucap Nero,suara bariton yang sedari tadi di tahan ahirnya keluar saat sang istri di hina."Pergi dari sini atau saya akan melakukan hal lain"Lanjutnya.
"Nero dengarkan dulu penjelasan aku,aku kesini mau minta maaf atas perlakuanku kemari-kemarin" Ucap Karina dengan menggandeng lengan Nero,namun Nero langsung menghempaskan tangan Karina.
"Kamu pergi sekarang atau saya panggil satpam?"
"Nero tunggu,aku minta maaf aku tidak tahu kalau kamu sudah menikah,kamu tidak pernah bercerita kepadaku,Nero tolong maaf kan aku dan kasih aku kesempatan lagi" Ucap Karina.
"Kenan ini tugasmu" Ucap Nero dengan melenggang masuk ke dalam apartemen.
Kenan menyeret paksa tubuh Karina agar pergi dari apartemen Nero,sementara di dalam Mini tengah membersihkan masakan yang gosong.
"Honey,bau apa ini?" Tanya Nero saat masuk ke dalam apartemennya.
"Sayang,,,kamu udah pulang" Mini mendekat dan mencium pipi suaminya.
"Kamu masak??"
"Iya,tadi aku lagi masak tiba-tiba ada mak lampir datang?.Apa dia masih di depan??" Tanya Mini.
"Hhaaaaaa kamu bisa aja kalau ngatain orang"
"Lagian tiba-tiba datang langsung ngatain aku,segitunya banget temen kamu itu ya"
"Belum,,,masak aja gagal"
"Ya udah kita keluar yuk" Ajak Nero.
"Kamu ganti baju dulu,aku juga mau ganti,bau gosong badan aku" Ucap Mini.
Mereka bergantian mengganti baju dan memutuskan untuk makan malam di luar.Di dalam mobil....
"Kamu mau makan apa?" Tanya Nero.
"Hhmmmmmm...sate atau ayam bakar enak kali ya"
"Kamu ga suka makan-makanan barat?"
"Bukan ga suka tapi lagi ga ingin,aku ingin makan ayam bakar madu dengan sambal matah yang pedas"
"Oke...Nyonya Nero"
"Hheee..oh ya yank,rambut kamu cepat sekali tumbuhnya?"
"Iya donk,jaman sekarang apa sih yang lama,tehnologi sudah canggih,botak sekarang besok bisa tumbuh lagi" Ucap Nero becanda.
__ADS_1
"iiiihhhh kamu"
"Aku memakai pelebat rambut,mangkanya rambut aku cepat tumbuh,nanti kamu boleh nyoba itu tapi harus konsultasi dulu sama dokter"
"Oke pak CEO"
"Hon,coba lihat aku?" Mini menatap suaminya."Bagian kancing atas kamu belum di kaitkan,pasmina kamu kurang ke bawah"Ucap Nero.
"Masa yank?" Mini menurunkan kaca yang ada di atas mobil dan membenarkan pasmina serta pakaiannya.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di salah satu tempat makan,walau jam sudah menunjukan pukul 9 malam tapi tempat makan itu masih sangat ramai.
Mereka memesan makanan yang disukai dan menyantapnya dengan lahap.
"Hon,,pelan-pelan makannya"Ucap Nero sambil membersihkan sisa makanan di pinggir bibir Mini.Terdengar beberapa orang memuji perhatian Nero.
" Romantis banget ya..."
"Suami idaman banget.."
"Beruntung banget itu ceweknya"
Begitulah pendapat beberapa Netizen.
"Sayang sudah,malu dilihat orang" Ucap Mini.
"Peduli apa dengan orang,kamu istri aku" Ucap Nero santai.
Setelah menghabiskan semua makanan yang di pesan mereka memutuskan untuk pulang,namun di tengah perjalanan menuju parkiran..
"Dasar pelakor tidak tahu diri berani-beraninya merayu suami orang" Ucap salah perempuan itu sambil menjambak perempuan di depannya yang sedang bergandengan dengan laki-laki.
"Aawwww...." Teriak perempuan yang di jambak itu"Lepasin tangan lu,dasar istri tidak berguna"Lanjut umpatan yang keluar.
"Mah,mah sudah lepasin mah malu" Ucap si laki-laki.
"Malu?? kamu yang malu-maluin jalan dengan pelakor ini,sudah seberapa seringnya kamu?" Teriak perempuan yang menjambak rambut si pelakor.
Keributan itu mengundang penasaran para Netizen dan pasangan suami istri,Nero dan Mini.Mereka menghampiri pusat keributan yang sudah di kerumuni orang.
"Yank itu kan mak lampir,kenapa dia bisa di tarik-tarik rambutnya gitu?"
"Karina,ada aja ulah yang kau lakukan,sebaiknya kita pergi dari sini"Ucap Nero pada istrinya.
Yap perempuan yang di kata pelakor itu Karina,ia ketahuan jalan bareng dengan suami orang.
Saat Nero dan Mini akan pergi dari kerumunan itu Karina melihat mereka.
__ADS_1
" Nero tolong aku"Ucap Karina sambil meringis karena rambutnya masih di jambak oleh istri dari si laki-laki itu.