CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
persyaratan


__ADS_3

Nero berjalan menyusuri kafe untuk menemui seseorang yang tadi mengirimkan pesan lewat WA.setelah melewati pintu belakang kafe ia melihat perempuan itu.


"Sudah lama kamu menungguku?" Tanya Nero.


"Siapa yang menunggu anda,saya memang lagi makan di sini"


"Bisa tidak mulai sekarang jangan begitu formal dalam memanggil,cukup aku kamu aja,sebentar lagi kita juga akan menikah"


"Kenapa kamu menerima perjodohan itu?"Tanya Mini.


"Kamu bilang apa tadi..??Kamu????,apakah kamu sudah mnyetujui lagi pejodohan ini??"Ucap Nero, Mini menganggukan kepalanya menandakan kalo ia setuju.


" Tapi ada syaratnya,,,!"


"Apa itu...??"


"Kita tidak boleh melakukan hubungan suami istri,dan aku harap orang tua kamu tahu kalo aku meminta syarat itu sebagai tanda kalo aku bersedia menikah dengan kamu." Terang Mini.


"Baiklah akan aku bicarakan masalah ini dengan kedua orang tua ku,sekarang ikut aku kebutik,waktu kita tidak banyak lusa kita akan menikah"


"Bagaimana dengan tangan kamu,apa masih sakit?"


"Iya masih sakit"


-


Di rumah Nero terlihat keluarganya tengah berkumpul di ruang tamu.


"Bun ada sesuatu yang mau aku sampaikan" Ucap Nero.


"Kenapa nak?"


"Mini memberi syarat padaku,dia menerima perjodohan ini dengan syarat kalo aku tidak boleh menyentuhnya,tidak ada acara berhubungan suami istri,pokoknya tidak ada acara-acara begituan" Terang Nero,sedang orang tuanya bengong mendengar anaknya berbicara seperti itu,yang menurutnya terlalu ngejeplak.


"Bunda itu heran sama kamu,kalau di rumah bunda itu berasa punya anak SD,tapi kalo kamu ada di kantor garangnya minta ampun,kalau buat bunda tidak masalah,walau sebenarnya bunda dan ayah mendambakan cucu,tapi kalau memang itu mau Mini,bunda tidak melarang juga"


" Tapi bunda kalo anu Nero karatan bagaimana?"


"Dasar anak nakal,ngomong apa kamu.." Dengan memukul lengan Nero"Sebentar lagi kamu akan menikah,bunda mau walau kalian di jodohkan jangan pernah kalian menghianati satu sama lainnya,bunda tahu kamu masih sakit hati dengan Luna,bunda tidak mau Mini menjadi pelampiyasan kamu,dia anak baik nak,dia juga sama seperti mu,di tinggal kekasihnya dulu ,mangkanya dia jadi pribadi yang cuek,bar-bar dan......"


"Perhatian" Potong Nero di sela ucapan bunda nya.


"Tahu dari mana kamu?"


"Tahu sendiri lah,kan dia yang menolong aku saat jadi gembel" Ucap Nero meledek orang tuanya.


"Maaf kan bunda nak,bunda dan ayah melakukan itu hanya ingin kamu tahu kalau kekasih kamu seperti apa"


Disela obrolan bunda dan anaknya,sang ayah datang dari kamarnya.

__ADS_1


"Benar itu yang di katakan bunda kamu,soalnya ayah pernah melihat Luna sedang makan siang bersama seorang bule dan setelah itu mereka masuk hotel berdua" Jelas ayahnya.


"Kapan itu yah?"


"Mungkin 5 bulan yang lalu,waktu kamu ada kerjaan di Jerman"


"Brengsek dasar perempuan j*****g" Batin Nero.


Malam sebelum menikah,di rumah masing-masing terlihat ramai,banyak sanak saudara berdatangan,namun untuk calon pengantin berada di dalam kamar (kalau bahasa kerenz nya DIPINGIT heee).


"Bete banget ya" Guman Mini di dalam kamarnya.


"Uuhhhh mau ngapain gue ya?" Ucap Nero di dalam kamarnya juga"Gue tahu,,,,"Batinnya.Lalu ia diam-diam menyalahkan HP nya dan masuk dalam kamar mandi,dan di tempat Mini,ia juga melakukan hal yang sama dengan Nero,mungkin sudah kemistri kali ya bisa samaan gitu...


Mereka berada di tempat yang sama yaitu kamar mandi tapi di rumah masing-masing,dengan ponsel yang sudah menyala,setelah dapat wejangan dari masing-masing orang tua agar jangan berhubungan dulu.


Pesan beruntun masuk ke ponsel masing-masing.


"Malas banget ah,banyak banget pesan yang masuk" Guman Mini sambil menaruh ponselnya di meja depan kaca kamar mandi.


Sementara itu.


"Telpon ga ya..kenapa gue jadi kangen sama dia ya,apa gue bener-bener udah jatuh cinta?" Tanya Nero pada dirinya sendiri.


Jari nya langsung menekan nomor dan melakukan vidio call,tidak lama panggilan vidio berlangsung.


Nero kaget ketika melihat layar ponselnya,ia melihat belahan yang begitu menggoda,entah apa yang tengah di lakukan oleh orang di seberang sana.


"Jangan lebai deh" Jawab Mini dengan terus menggosok mukanya dengan busa pembersih,tanpa memperhatikan pakaiannya.


"Aku ga lebai sayang,aku beneran pengen cepat nikah sama kamu,aku pengen ngerasain itu kamu"


"Itu apa? jangan macam-macam kamu"


"Ga macam-macam tapi satu macam sayang,sayang kamu jangan coba-coba menggoda ku seperti itu"


"Apa yang kamu bicarakan tuan Nero,jangan bicara yang tidak-tidak dengan saya" Ucap Mini dengan nada sedikit kesel,dia belum sadar kalau belahan nya terlihat,karena posisi ponse di letakan di depan kaca yang menghadap langsung ke bagian dada nya.


"Hhaaaa..jangan marah sayang,kamu yang membuatku tergoda dengan penampilan kamu"


"Penampilan apa??" Dengan berjongkok melihat ponselnya dan malah terlihat jelas belahan serta benda kenyalnya itu walau hanya atasnya.


"Waaaahhhh...kamu benar-benar menggoda aku"Dengan memajukan mukanya dan memusatkan pandangannya.


Mini melihat mata Nero dan mengikuti pandangannya,setelah tahu Nero melihat apa ia langsung....


" Aaaaaaaaaaaaaaaaa........."sambil menutup bagian dadanya dengan tangan yang menyilang."Dasar mesum"ia mematikan panggilan vidio Nero.sementara di tempt Nero.


"Hhaaaaaaaaa......." Nero tertawa berbahak sampai dari luar kamarnya kedengaran dan kebetulan bunda nya lewat,karena penasaran ia masuk kedalam kamar Nero tapi tidak terlihat keberadaan anaknya,dan sekali lagi ia mendengar anaknya ketawa.

__ADS_1


"Nero..."


Ceklek,pintu kamar mandi terbuka.


"Eeh...bunda,ada apa bun?"


"Kamu sedang ngapain?, ketawa sampai bebahak begitu"


"Aku habis ngerjain Mini bun,dia..haaaaaaaaa" Nero bercerita sambil ketawa karena mengingat kejadian tadi.


"Kamu telponan sama Mini?"


"Eeehhhhh.......ti. tidak bun" Ucap Nero bohong , baru teringat kalau dia sedang di pingit.


"Kamu jangan bohong,itu ponsel di tangan kamu menyala."


"Eeehhh.....i...iyaa bun aku habis Vidio Call dengan Mini,dan bukan hanya wajah dia saja yang aku lihat tapi...."


"Tapi apa??"


"Itunya bun,," Dengan meragakan bentuk biola spanyol dengan kedua tangannya.


"Maksud kamu,,,kamu melihat tubuh Mini?"Nero menganggukan kepala nya.


" Dasar anak mesum,kenapa bisa kamu melihat itu?"


"Ini bukan salah aku bun,dia sendiri yang berpakaian tidak benar,belahan nya itu bun....aduuhhhhh"


Buggh...pukulan mendarat di lengan Nero.


"Kamu tuh ya,,benar-benar anak mesum,mamah kasian sama Mini kalau ia sudah jadi istri kamu"


"Kenapa bun,bukanya bunda sendiri yang menjodohkan aku dengannya."


"Ya...karena kamu,ternyata anak bunda ini mesum banget,jangan-jangan kalau kalian sudah memutuskan ingin mempunyai anak,bisa-bisa tiga hari tiga malam tidak keluar kamar"


"Hhmmmm bunda mikirnya terlalu jauh,Mini tiadak akan mengandung bun,jangankan untuk melakukan itu mencium dia pun tidak di perbolehkan" Ucap Nero dengan nada sedih.


"Kamu yang sabar,pokoknya jadi suami yang baik,dan tunjukan kepedulian serta rasa cinta kamu"


"CINTA?"


"Iya,,,bukannya kamu sudah jatuh cinta dengan Mini?"


"Hhmmmm.....tidak tahu bun,setiap aku berada dekat dengannya,aku merasa nyaman,mungkin karena sifat perhatian dan tanggung jawabnya"


"Atau mungkin karena dia orang yang telah menolong kamu di saat kamu sedang susah" Lanjut bunda Nero.


"Mungkin juga Bun,,,hhmmmm" senyum menyeringai di bibir Nero.

__ADS_1


"Kamu telah jatuh cinta nak" Ucap Bundanya saat melihat senyum anaknya.


__ADS_2