
"Iya kamu yang telah merebut Nero" Ucap Luna.
"Haaaaaa....sayang apa aku merebutmu darinya?" Tanya Mini pada Nero sambil bergelanyut manja di dadanya.
"Tidak honey,aku memang sudah jatuh hati padamu"
"Tidak Nero,kamu pasti bohong,jangan percaya padanya,dia hanya perempuan tidak tahu diri"Ucap Luna.
Plakk...."Anda yang tidak tahu diri Nona"Ucap Mini setelah mena***r Luna.
"Kamu berani mena***r saya?? akan saya balas semua ini" Luna pergi dengan memegangi pipinya.Sementara di dalam Mini masih cemberut.
"Kenapa kamu cemberut gitu?" Tanya Nero.
"Senangnya yang habis di peluk tante-tante garong"
"Hah,siapa tante-tante garong?" Tanya Nero bingung.
"Tadi mantan kamu" Ucap Mini dengan memonyongkan bibirnya.
"Haaaaaa....dasar perempuan bar-bar,bisa aja kamu kalau ngomong,mana makan siang aku?"
"Nich" Dengan mengankat makanan yang tadi Mini beli.
"Ayuuk kita lunch bareng"
"Malas aahh,,,Mood aku udah rusak,aku mau pulang aja"
"Sayang,ayuk lah jangan ngambek gitu,tadi itu Luna kepleset dan hampir jatuh,apa kamu cemburu padaku?"
"Iya aku cemburu padamu"
"Apa kamu sudah jatuh cinta padaku?"
"Mungkin"
"Kalau begitu si jalu boleh main donk?"
"Tidak..."
-
Malam hari tiba sepasang suami istri itu tengah bersiap untuk tidur.
"Sayang besok kita pindah ke apartemen ya"
"Terserah kamu" Ucap Mini ketus.
"Kamu masih marah cemburu sama aku."
"Udah engga,udahlah aku mau tidur"
__ADS_1
"Sayang,dengerin aku dulu,aku sungguh-sungguh telah jatuh hati padamu,kamu adalah obat di saat sakitku,jangan acuhkan aku seperti ini"
"Nero aku ngantuk,malas aku jangan bahas itu lagi"
"Okelah kalau mau kamu begitu" Dengan kecewa Nero memejamkan matanya.
Pagi hari setelah sarapan mereka pindah ke apartemen Nero yang dekat dengan kantornya.
"Honey kamu ada kuliah jam berapa?"
"Nanti jam 10,kenapa sayang?"
"Kita main ke rumah ibumu dulu yuk,dari setelah nikah kita belum ketemu ibumu atau orang tuaku"
"Baik lah mumpung masih lama juga mata kuliah aku,tapi kamu tidak masuk kantor?"
"Kamu lupa sayang,aku CEO dari perusahaanku" Ucap Nero sombong.
"Iisshh,sombong sekali kalau kamu tidak menikah denganku mungkin kamu masih jadi gembel"
"Sayang,kata-katamu menyakiti hatiku" Ucap Nero dengan memeluk Mini dari belakang"Kamu harus aku hukum"Lanjutnya.
"Nero lepas,kita harus siap-siap kerumah ibu"
"Sebentar sayang,biarkan aku seperti ini"
Mini pun pasrah dengan perlakuan Nero kepadanya,ia merasa senang dengan sikap Nero yang manja dan perhatian,namun semua itu belum bisa membuat benteng pertahanan Mini jebol.
"Sayang ingat perjanjian itu"
"Honey,aku akan selalu ada di samping kamu,alasan apa yang membuatmu enggan melakukannya?"Dengan memeluk kembali tubuh Mini.
"Aku tidak bisa menjelaskan kepadamu apa alasannya,kalau kamu mau membatalkan perjanjian itu,aku akan mengirim surat cerai untukmu dan kamu bisa bebas dengan wanita yang bisa kamu ajak begituan" Uca Mini.Nero langsung melepas pelukannya,rahangnya sudah mengeras menahan amarah,ucapan Mini membuat emosinya naik.
"Jangan pernah ucapkan kata perceraian di depanku" Ucap Nero pergi meninggalkan Mini.
"Sayang kamu mau kemana?acara kerumah ibu jadi tidak" Tanya Mini tanpa rasa bersalah.Tidak ada jawaban dari Nero,ia sudah meninggalkan apartemen dengan mobil mewahnya.
"Maaf kan aku Nero,ini buat kebaikan kamu" Guman Mini sendirian."Mending aku kekamar,lanjutin tidurku"Lanjutnya.
Mini berjalan menuju kamarnya,di tengah-tengah ia merasa perutnya sakit.
"Aawww...sakit" Dengan memegang perutnya ia mencoba berjalan menuju kamarnya,setelah sampai ia meraih tas yang di dalamnya berisi obat-obatan.
Selama ini Mini mengidap kanker rahim stadium awal,ia baru mengetahui sebulan sebelum orang tuanya menjodohkannya dengan Nero,selama ini orang tuanya tidak mengetahui begitu juga dengan Nero,ia takut seandainya Nero melakukan itu dan berbuah benih,benihnya tidak akan tumbuh sehat,maka dari itu sebelum itu terjadi Mini memberi perjanjian itu.
Sebenarnya Mini juga mencintai Nero,ia tidak menyangka orang yang ia tolong ternyata orang yang akan di jodohkanya.
"Aduuuhh sakit banget,dimana obat aku??" Tangannya masih mencari-cari obat di dalam tas yang ternyata memang sudah habis.
"Aku lupa harusnya dua hari yang lalu itu kontrol,aku harus menelpon Nero,tapi aku tidak mau ia tahu semua ini."
__ADS_1
Perasaannya masih bimbang,tapi sakitnya tidak bisa di kompromi,Mini menganbil ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya dan menghubungi Nero.
Panggilan pertama tidak ada jawaban,panggilan ke duapun sama,lalu Mini memutuskan mengirim voice not.
"Nero tolong aku"
Sementara di mobil,Nero masih melajukan kendaraannya itu dengan kencang,rumah orang tuanya adalah tujuan utamanya,di tengah jalan ponselnya bunyi,panggilan dari Mini masuk namun sengaja tidak ia angkat,sampai 2 kali Nero membiarkan ponselnya berbunyi,ia masih kecewa dengan ucapan Mini.
Ting...Notivikasi masuk ke ponselnya,sebuah voice note dari mini,lalu ia buka dan...
"Nero tolong aku" Suara rintihan Mini membuat Nero langsung membelokan stir balik arah keapartemenya.
Sepuluh menit ia sampai di apartemennya,membuka pintu mencari sosok perempuan yang meminta tolong,di ruang tamu tidak ada,Nero bergegas menuju kamar dan melihat istrinya itu tengah tergeletak tidak sadarkan diri.
"Mini..." Ucap Nero kaget.
ia langsung mengangkat tubuh mini menuju mobilnya dan pergi ke rumah sakit.
"Bisa bicara dengan keluarga pasien" Ucap dokter yang baru keluar dari UGD.
"Iya dokter bisa"
"Anda ikut saya ke ruangan"
Nero mengikuti dokter itu keruangannya.
"Anda siapanya pasien?"Tanya dokter.
"Saya suaminya dok"
"Apa anda tahu istri anda terkena kanker?"
"Apa..??" Nero kaget mendengar pertanyaan dokter,bagai petir di siang bolong.
"Obat nona Mini habis,terjadi kram di perutnya yang mengakibatkan rasa sakit dan pingsan"
"Dok..sejak kapan istri saya mengidap kanker?" Tanya Nero masih syok.
"Kanker ini masih stadium awal,gejalanya baru di deteksi 2 bulan terahir ini,bagusnya ini bisa ketahuan sebelum sel kankernya meyebar"
"Apa yang harus di lakukan dok,agar sel kankernya hilang"
"Operasi pak,iya dengan operasi pengangkatan sel kankernya itu"
"Lakukan aja pak yang terbaik untuk istri saya" Ucap Nero.
Nero masih menunggu di depan ruang UGD,pintu UGD terbuka para perawat tengah mendorong bangkar yang di atasnya ada Mini istrinya.
Setelah di pindahkan ke ruang perawatan,Nero masuk menemui Istrinya yang belum membuka matanya,sementara itu bunda,ayah dan mertuanya baru saja tiba.
Nero menceritakan semua yang ia dengar dari dokter kepada orang tua dan mertuanya,semua yang mendengar kaget dan syook.
__ADS_1
"Bu..bunda,ayah tolong jangan bersedih di depan Mini,kita bisa melakukan Operasi untuk menyembuhkannya." Ucap Nero.