CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
bukti palsu


__ADS_3

Setelah kejadian konperensi pers itu Niko langsung melaporkan Karina ke pihak berwajib,dengan di dampingi pengacara yang handal ia membawa kasus ini ke jalur hukum.


Malam hari didalam apartemen,pasangan suami istri itu tengah bersantai di atas tempat tidur sambil menonton tivi,namun berita yang tidak mengenakan sedang tayang.


"Bukti menunjukan kalau si perempuan yang di gosipkan dengan pengusaha itu tengah hamil,namun sang pengusaha tidak mau mengakuinya,beginilah penuturannya.." Ucap sang pembawa berita.


"iya saya tengah hamil dua bulan,namun dia tidak mengakuinya" Ucap Karina.


"Boleh saya tahu anak siapa yang anda kandung?" Tanya wartawan lagi.


"Dia,dia,berinesial N...Sudah ya saya masuk dulu"


Televisi langsung di matiin oleh Nero.


"Aku harus cepat memasukan dia ke dalam jeruji besi" Ucap Nero.


Nero menghubungi pengacaranya agar laporanya cepat di urus.


Singkat cerita setelah melalui sidang dan mendatangkan beberapa saksi ahirnya pengadilan memutuskan bahwa Karina yang bersalah dan di jatuhi hukuman 5 tahun penjara.


"Ini adalah hasil dari perbuatan yang lu bikin,semoga ini jadi pelajaran kedepannya" Ucap Mini.


"Cuuihhh..buat apa lo kesini,puas lo buat gue menderita?"


"lu yang buat hidup suami gue menderita,kasian banget lu jadi wanita"


"Diam..dasar ja***g..pergi lu dari sini."


Karina di amankan pihat berwajib dan di bawa ke rumah tahanan untuk menjalani hukuman,sementara Niko menghampiri istrinya setelah urusan dengan pengacaranya selesai.


"Hon,,ayuk kita pulang" Ucap Nero.


Empat puluh menit mereka sampai di Apartemen.


"Hon terimaksih sudah pecaya sama aku" Ucap Nero sambil memeluk Mini dari belakang.


"Aku yang harusnya terimkasih punya suami kaya kamu" Ucap Mini mengelus pipi Niko.


"Ke kamar yuk,hari ini sangat melelahkan" Niko menggendong istrinya menuju kamar.


Satu bulan berlalu setelah kejadian itu,Mini dan Nero kembali ke aktifitasnya masing-masing,kini Nero tengah berada di Jerman karena perjalanan bisnisnya sedangkan Mini tengah sibuk mempersiapkan semuanya untuk sidang nanti.


"Badan ku kenapa ya,,,ko sakit begini" Guman Mini,setelah mandi ia duduk di meja riasnya dan pandangannya tertuju pada kalender,terdapat tanggal yang dia lingakari dengan tulisan di bawahnya "Datang bulan"


"Harusnya aku sudah menstruasi ,ini sudah tujuh hari lewat dari tanggal biasanya,apa aku coba beli tespek aja ya??" Guman Mini sendiri.


Mini menelpon Ara,meminta bantuan agar ia datang ke apartemennya dan sebelumnya mampir dulu ke apotek untuk membeli tespek.


Dua puluh menit kemudian,Ara sampai di apartemen Mini.

__ADS_1


"Sumpah gue malu banget sama apotekernya"


"Kenapa?"


"Gue di kira hamil masa,dan dengan tatapan sinisnya sang apoteker bilang 'mahasiswa jaman sekarang se* bebas ko biasa ya' gue geram banget di katain begitu" Ucap Ara.


"Sorry sorry,,,tapi terimaksih ya"


"Udah kamu cek dulu sana"


Mini masuk kamar mandi dan menampung ur**nya,Tiga menit kemudian hasilnya keluar,dan segera ia menemui temanya.


"Apa hasilnya?"


"Satu garis" Ucap Mini kecewa.


"Kamu yang sabar ya,besok besok coba lagi siapa tahu gooaaall"


"Bola kali goal haaaaa,Mungkin hanya telat saja,hari ini kita kemana?" Tanya Mini.


"Kita akan ke perpustakaan sebelum jadwal mata kuliah di mulai,apa lu lupa?'


" Iya..ahir-ahir ini gue sering lupa,mungkin kurak piknik"Ucap Mini.


"Haaaa itu mah bisa bisaan lu aja,udahlah ayuuk"


"Bentaran hijab aku belum rapih"


Di Jerman,Niko tengah meninjau perkembangan proyek nya yang sebentar lagi akan rampung.


"Sedang apa istri aku ya?"Gumannya saat melihat gedung perhotelan yang sebentar lagi jadi.


" Pak ini laporan semuanya ada di dalam sini,bapak bisa melihatnya"Ucap salah satu orang kepercayaan Nero ya g di datangkan dari tanah air untuk mengurus proyek-proyeknya yang di luar nergi.


"Oke,,semoga satu bulan lagi bisa selesai" Ucap Nero.


Jam menunjukan delapan malam waktu Jerman,Nero memutuskan akan makan malam di sebuah restoran itali,setelah memesan makanan ia duduk sambil menikmati capucino,di sudut sana ia melihat seorang yang sangat dia kenal,Luna mantan kekasihnya dulu.


"Sedang apa dia di sana?" Ucap Nero"Bukan urusanku,dia adalah masa laluku,Nero ingat Mini di rumah"Ucapnya pada dirinya sendiri.


Makanan yang di pesan datang,Nero menyantap habis tak tersisa,setelah itu ia segera keluar agar tidak bertemu dengan Luna,namun saat Nero berada di parkiran tiba-tiba Luna datang.Sebenarnya Luna tahu ada Nero di sana,namun dia pura-pura tidak mengetahuinya.


"Nero,kamu Nero kan?aku kangen sama kamu,maafkan segala kesalahanku yang dulu,aku minta maaf " Ucap Luna dengan memeluk Nero.


"Lepaskan tanganmu" Ucap Nero tegas.


"Maafkan aku Nero,tolong maafkan aku"


"Sekali lagi lepaskan tanganmu" Sekarang suara bariton itu keluar,Luna langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Nero pergi.

__ADS_1


"Sudah kau ambil gambar pelukan tadi" Ucap Luna pada salah satu pria yang jalan mendekatinya.


"Sudah Nona"


"Bagus,sebarin foto tadi dan biarkan agar istri Nero melihat berita itu,buat kalau seolah-olah Nero balikan lagi dengan saya" Senyum jahat terukir di bibir Luna.


Dua hari berlalu Nero pulang ke tanah air,ia di sambut istri tercinta di apartemenya.


"Aku sangat merindukanmu" Ucap Nero dengan memeluk Mini.


"Aku juga,kamu mandi dulu ya,aku sudah siapkan air hangat."


Nero masuk kedalam kamar mandi dan menanggalkan semua pakaiannya,saat tangannya meraih handuk ia melihat benda panjang kecil serta bungkusnya,karena penasaran ia mengambil dan membacanya,ternyata itu tespek,ia melihat garis yang ada di tespek itu,lalu ia keluar dengan membawanya.


"Honey,,,apa kamu menggunakan ini?" Tanya Nero dengan menunjukan tespek.


"Iya,,,aku lupa membuangnya,tiga hari yang lalu akau menggunakannya,hasilnya masih negatif,mungkin aku hanya telat datang bulan"


"Apa sekarang masih belum datang?"


"Belum juga,nanti tunggu lima hari lagi kalau belum datang juga akan aku priksain"


"Baiklah,berarti malam ini aku bisa memakanmu" Senyum kemesuman terlihat di bibir Nero.


Malam yang panjang telah di mulai,Nero sudah tiga kali pelepasan sedang Mini masih merasakan sentuhan-sentuhan suaminya,tiba-tiba di saat Nero mencapai puncak pelepasan yang ke empat Mini meringis kesakitan


"Aaawwwww....sakit..." Dengan memegangi perutnya.


"Honey kamu kenapa?"


"Sakit,ini sangat sakit sekali"Ucap Mini sambil memegangi perutnya.


Nero langsung memakai pakaiannya dan memakaikan baji juga pada istrinya,lalu ia gendong istrinya sampai ke loby apartemen.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit,Nero menggendong kembali istrinya sampai menuju UGD.


"Cepat dokter priksa istri saya" Ucap Nero pada salah satu dokter yang berada di UGD.


"Bapak bisa keluar dulu sebentar,saya akan memeriksanya" Ucap dokter itu.


Semua perawat yang ada di UGD menyoroti Nero,bagaimana tidak denga. hanya memakai kemeja tanapa di kancing melihatkan perut roti sobeknya,kaum Hawa mana yang melihat tidak terpanah.


Nero keluar dari UGD dan menunggu dokter selesai memeriksa Mini,tidak lama kemudian dokter itu keluar.


"Dengan kuarga nyonya Mini?"


"Iya saya suaminya"


"Sebaiknya istri anda di periksa ke dokter kandungan,perkiraan saya istri anda tengah hamil muda dan terjadi kram perut untuk lebih jelasnya anda ke dokter kandungan saja" Jelas dokter itu.

__ADS_1


Nero memeriksakan istrinya ke doktee kandungan,perkataan dokter di UGD itu sedikit membuatnya senang,namun Nero hanya menyimpannya dalam hati,takut kalau bercerita ke Mini akan membuat dia sedih,karena hasil teapek yang menunjukan garis satu.


"Selamat tuan Nero istri anda tengah hamil" Ucap dokter kandungan.


__ADS_2