
"Selamat ya Bu,pak anak kalian laki laki" Ucap Dokter yang menangani Mini lahiran.Lalu sang dokter mengurus lainnya.
"Honey,terimakasih" Ucap Nero yang langsung mencium kening Mini,dan mengikuti perawat yang sedang membersihkan junior lalu ia mengadzan dan mengiqomati di telinganya,setelah selesai Nero kembali menemani Mini.
Setelah Mini sudah di bersihkan,ari-ari sudah keluar dan menerima beberapa jahitan, tidak berapa lama sang perawat mendekat dengan memggendong junior.
"Bu,ini anaknya di susui dulu ya" Ucap perawat itu sambil memindahkan junior ke tangan Mini.
"Sayangnya mamah,sayangnya ayah haus ya" Ucap Mini pada anaknya.
"Yaaahhhh...itukan punya ayah nak,jangan kenceng-kenceng ya na." Nero berucap tanpa malu di ruangan itu masih ada dokter dan perawat.
"Bapak harus mengalah dulu ya pak,selama dua tahun harus puasa." Ucap sang doktere menggoda Nero.
"Apa benar seperti itu dok?" Tanya nya serius.
"Haa..haaa becanda pak." sang dokter ketawa setelah melihat reaksi Nero.
__ADS_1
Tiga hari berlalu,Kini Mini sudah berada di rumah,dengan di temani ibunya,sedang Nero sudah sibuk mengurus segala berkas kerja sama pabriknya.
"Nak,kamu sudah makan belum?" Tanya Meriska Ibu Mini.
"Belum bu,aku belum lapar" Ucap Mini dengan air mata yang sudah menggenang di matanya.
"Kamu kenapa nak?" Tanya Ibunya penasaran.
"Bu,Nero sekarang udah ga perhatian lagi sama aku,dia sibuk sendiri,bahkan untuk makan bareng aku aja tidak bisa,menelpon atau chat juga engga,bu Nero sudah berubah bu." Mini mengangis sesenggukan,dan membuat ibunya bingung.
"Apa anak ini sedang mengalami baby blus syndrom ya." Batin Meriska."Ya udah ibu akan mencoba menelpon Nero,kamu sudah berhenti nangisnya,malu sama junior"Meriska keluar dari kamar Mini,menuju ruang tengah untuk melakukan panggilan pada menantunya.
"Nak,sebaiknya kamu pulang sekarang,istrimu sepertinya sedang mengalami Baby blus syndrom,ia memerlukan perhatian yang ekstra dari kamu,biar pekerjaan ibu yang urus".
Setelah mendapat telpon mertuanya,tiga puluh menit kemudian Nero pulang dengan membawa makanan untuk istrinya,ketika di mobil ia menelpon dokter yang menangani proses kelahiran anaknya itu untuk menanyakan apa itu Baby blus syindrom dan bagaimna cara menanganinya.
" Honey,kamu di mana?."Ucap Nero saat membuka pintu kamarnya tidak melihat Mini di atas ranjang,cuma ada Junior yang sedang terlelap.
__ADS_1
Ceklek,pintu kamar mandi terbuka,Mini keluar dari kamar mandi dengan mata sembab.
"Hon,kamu kenapa?" Tanya Nero dengan memegang kedua pipi Mini.
"Aku tidak apa-apa yank"
"Ya udah,sekarang kita makan,aku bawain bakso kesukaan kamu,kamu duduk dulu,aku ambil mangkuknya" Nero keluar menuju dapur dan kembali dengan membawa dua mangkuk dan sendok garpu.
"Maaf ya hon,kalau ahir-ahir ini aku sibuk"
"Iya." Air mata Mini keluar lagi dari mata nya.
"Sini aku peluk" Nero memeluk istrinya yang sedang sesenggukan.
"Maafin aku juga yank,aku ga tahu apa yang sedang aku rasakan sekarang,rasanya pengen nangis aja,perasaan sensitif sekali" Jelas Mini yang merasa nyaman berada di pelukan Nero.
"Iya hon,kamu sedang mengalami Baby blus syindrom,dan ini hal wajar terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan,asal tidak berlebihan yang bisa membahayakan kamu atau lainya,itu masih wajar,aku akan di samping kamu untuk melewati semua ini,sekarang kamu makan ya,,! kasian junior." Mini pun menangguk dan memakan bakso yang di belikan suaminya.
__ADS_1
Tok tok tok Pintu kamar di ketuk,setalah Nero membuka,ternyata sang mertua yang datang,ia membawa semangkuk sayur daun kelor yang katanya sangat bagua untuk ibu menyusui.
"Kelor lagi bu?." Tanya Mini.