
Wulan duduk di samping Aulia,dengan angkuhnya ia mengatakan akan menjadi seorang istri pengusaha ganteng,teman Laura yang satu ini memang terkenal angkuh dan sombong dari dulu,tadinya Laura tidak mau mengundang dia karena Aulia memberi tahu akan ada party di rumah Laura jadi segera minta ikut.
teman-teman cowok Laura baru berdatangan ada Baim,satria,Dafa dan Rayen,mereka membawa soft drink dan cemilan lainnya.
"Hay semua" Sapa Baim dan di jawab serentak oleh para cewek-cewek yang sedang duduk,Baim orangnya memang di kenal akrab dengan siapapun,para cowok-cowok tadi langsung bergabung untuk membakar daging dan teman-temannya.
"Baim nambah ganteng aja ya" Ucap Sabrina yang sedari tadi matanya tidak berkedip melihat Sosok pria itu.
"Mata lu kotok ya sab?Baim dari dulu bukannya seperti itu saja? dari penampilan,dan gayanya tidak pernah berubah" Ucap Raisya.
"Lu kaya tidak tahu sabrina aja sih Sya,kriteria diakan memang jadul dan cupu haaaaa" Ucap Wulan mengejek Sabrina.",Bener tuh Lan kata lu"Timpal Aulia.
"Laura siapa perempuan hamil di samping Lu?" Tanya Wulan,penasaran pada Sosok Mini yang terlihat memakai stelan muslim namun masih terlihat cantik dengan perut besarnya.
"Dia Kaka angkat Kenan Lan,namanya Mini" Ucap Laura mengenalkan Mini pada Wulan.
"Oh,Apa lu kagak gerah pakai tertutup dengan perut besar begitu" Ucap Wulan so'.
"Awalnya saya juga gerah namun karena suami saya menyukai wanita yang tertutup,saya selalu mencobanya tiap hari,dari niat nyenengin suami,malah menjadi keterusan,dan memang ini kewajiban kita juga sebagai perempuan" Jelas Mini.
Wulan yang tidak mengetahui kalau Mini adalah istri Nero,masih dengan so' nya membanggakan dirinya.
__ADS_1
"Oh,kalau calon suami gue itu,pasti dia suka dengan penampilanku yang seksi seperti ini" Mata Wulan melihat ke arah Nero,dan kebetulan Nero sedang melihat Mini yang duduk bersejajar dengan Wulan,senyum Nero mengembang di bibirnya saat sedang memandang Mini,namun Wulan mengartikan lain,ia pikir Nero tersenyum padanya.
"Tuh calon suami gue senyum-senyum ke gua" Ucap Wulan yang kegirangan melihat Nero tersenyum.
"Memangnya siapa Calon suami lu Lan?" Tanya Raisya.Wulan menunjuk dengan mendongakkan kepala ke arah para laki-laki yang sedang membakar daging itu.
"Baim,Rayen,Satria,Dafa?" Tanya Sabrina,dan sekali lagi Wulan menjawab dengan anggota tubuhnya,kepala menggeleng menandakan bukan mereka yang di maksud.
"Kenan?,tidak mungkin, dia suami Laura,jangan-jangan pria yang berdiri di samping Kenan?" Ucap Aulia penasaran.
"Oh,Nero..." Ucap Mini dan serentak para Cewek itu menatap ke arahnya kecuali Laura.
"Dari orang tuaku" Ucap singkat Mini.
"Apa lu dekat dengannya?,jangan macam-macan dengan gue,walau lu lebih tua dari gue namun gue adalah orang pertama yang menargetkan dia,lagian lu sedang hamil,dan pastinya suami lu sangat menyayangi lu kan" Ucap Wulan ketus.
"Ya,kamu benar suamiku sangat menyayangiku dan saya juga sangat menyayanginya,mana mungkin saya akan berpaling darinya" Ucap Mini santai.
Para pria telah selesai membakar semua daging dan teman-temannya,makanan sudah di tata rapih di atas meja makan yang panjang,Nero berjalan mandekati para wanita yang dengan membawa daging bakar di atas piring,mata Wulan langsung berbinar,dengan segera ia merapihkan pakainanya dan duduk dengan pose yang sedikit menantang.
Saat sudah sampe di depan para wanita,Wulan pikir Nero akan menghampirinya namun ternyata ia melewati Wulan Begitu saja,ia memberikan piring yang berisi daging itu pada Mini.
__ADS_1
"Hon,ini buat kamu dan Junior" Daging di dalam piring sudah berpindah tangan,semua mata fokus melihat pasangan suami istri itu.
"Jadi kalian suami istri?" Tanya Aulia yang masih melototi pasutri itu.Mini menganggukan kepala.
"Hon,lapin keringat aku,panas banget berhadapan dengan Api disana" Mini menghapus keringat yang berada di dahi dan leher suaminya dengan tisyu,Nero yang tiba-tiba bersikap manja semata-mata untuk membuat ilfeel Wulan.
Emosi Wulan terlihat sekali di wajahnya,tangannya sudah mengepal kuat di samping tubuhnya,ia merasa di permainkan oleh Mini.
"Yank,sudah ya ngelapnya,malu di lihatin sama yang lain" Ucap Mini."Tidak apa-apa hon,kamu kan istri aku"ucap Nero.
"Disini kan ada wanita-wanita yang seksi,apa kamu tidak akan meliriknya?" Tanya Mini yang masih risih,selain tangannya di suruh menghapus kringat suaminya,tubuhnya pun sedang di peluknya.
"Tidak ada wanita yang lebih seksi selain kamu,di tambah sekarang sedang mengandung anakku jg,jadi keseksian di tubuh kamu makin bertambah pula." Jelas Nero.
Kenan datang menyuruh semuanya agar menyantap makanan dia atas meja makan,yang lain pada mendekat,kecuali Wulan,Nero dan Mini,masih duduk di sofa ruang keluarga.
"Sudah puas lu mempermalukan gue?" Tanya Wulan ketus.
"Ck,segitu belum seberapa Lan,kalau lu masih maju untuk mengklaim suami gue adalah calon suami lu,gue ga takut" Ucap Mini menantang Wulan,jiwa bar-barnya seketika berada di mone ON.
"Hon,kamu jangan emosi seperti itu,ingat ada Junior di perutmu".Ucap Nero seketika menasehati istrinya yang tengah Emosi.
__ADS_1