
Mini sadar dari pingsan,mendapati dirinya di rumah sakit,dan melihat Nero tengah tertidur di sofa.
"Nero..Nero bangun" Mini mencoba membangunkan suaminya.Nero membuka matanya sekilas terdengar seseorang memanggilnya.
"Sayang kamu sudah bangun" Tanya Nero khawatir,ia menghampiri Mini di bangkarnya.
"Aku haus"Nero mengambilkan air untuk istrinya itu,dan di tenggak habis oleh Mini.
" Bagaimana rasanya sekarang? apa masih sakit honey?"Tanya Nero.
"Udah engga,siapa yang bawa aku ke rumah sakit?" Tanya Mini pada suaminya.
"Maafkan aku Honey,aku tidak menjawab panggilanmu,aku masih emosi mendengar kata perceraian itu,aku yang membawa kamu ke sini."
"Terimakasih sayang udah membawaku kesini"
"Hmm..." Mereka saling diam untuk beberapa saat.
"Honey apa ada yang ingin kamu katakan kepadaku?" Tanya Nero.
"Apa yang ingin aku katakan,aku yakin kamu sudah mengetahuinya,suamiku ini bukan orang bodoh yang akan diam saja melihat istrinya sakit" Ucap Mini.
"Kamu benar honey,kapan kamu setuju melakukan Operasi?" Tanya Nero
"Secepatnya,aku ingin mempunyai anak" Ucap Mini dengan menahan butiran beningnya,Nero segera memeluk tubuh istrinya itu.
"Honey,jangan pikirkan itu dulu,fokus dengan kesehatan kamu baru kita mencetak adonan" Ucap Nero.
"Adonan????"
"Iya honey,adonan anak-anak kita"
"Kamu....."Mini memukul manja lengan suaminya.
Beberapa hari kemudian jadwal operasi di lakukan dan sel kanker itu telah di angkat sampai ke akar-akarnya namun tindakan kemo juga di lakukan untuk memastikan tidak ada sel kanker lainnya tumbuh.
Tujuh bulan kemudian,Mini di nyatakan sembuh,selama pengobatan Nero tidak sekalipun meninggalkan istrinya itu.
" Sayang lihatlah kepala ku"Ucap Mini.
"Kenapa Honey dengan kepalamu?"
"Mau kah kamu membeli pentol kojek?"
"Haaaaaaaaaa...." Tawa Nero pecah dengan candaan istrinya.
"Senang banget kamu melihat penampilan aku seperti ini" Mini memanyunkan bibinya.
"Engga honey,kamu sangat lucu" Goda Nero.
-
-
Pagi itu Mini bangun dari tidur,tidak di dapati sang suami di sampingnya.
"Sayang kamu kemana??" Teriak Mini,Tidak ada jawaban dari siapapun,tiba-tiba pintu kamar tebuka.Ceklek...
__ADS_1
"Honey aku disini" Ucap Nero.
"Hhaaaaaaaaaa....." Tawa Mini pecah melihat suaminya dengan penampilan barunya.
"Sayang itu cilok dari mana?" Ucap Mini sambil menunjuk kepala suaminya yang plontos.
"Dari Bandung honey" Jawab Nero.
Mereka berdua ketawa geli besama,tak lupa mereka abadikan di dalam ponsel.
"Biar ini menjadi kenangan kita,masa-masa sulit ini pasti terlewati" Ucap Nero.
"Maafkan aku sayang,belum bisa menjadi istri yang sempurna,terimaksih atas waktu dan kesabaranmu berada di sampingku" Ucap Mini.
"Aku akan terus berada di sampingmu,apapun segala godaan yang datang,kita akan selalu bersama"
"Nero...bolehkah saya bertanya?"
"Ada apa Honey?"
"Apakah kamu menginginkan itu?"Tanya Mini.
" Apa itu boleh?"
"Aku belum siap"
"Baiklah,akan aku tunggu"
"Maaf"
"Tidak semudah itu sayang" Dengan mengangkat satu sudut bibirnya.Nero langsung melahap bi**r manis istrinya.
"Sekali lagi terimaksih sayang"
"Ya udah kita turun,nasi goreng mungkin sudah dingin"Nero berjalan sambil menggandeng tangan istrinya.
" Apa kamu yang memasaknya?"
"Iya donk honeny,suami kamu itu multi talent dan pasti idaman semua wanita." Ucap Nero sombong.
"Hmmm..aku percaya itu"
Mereka memakan sarapannya yang telah dingin.
"Honey aku akan pergi ke kantor,kamu baik-baik ya di rumah,telpon bunda aja kalau kamu kesepian"
"Iya yank,,,kamu hati-hati ya.."Nero mengecup kening Mini dan pergi ke kantor.
Setelah Nero pergi,Mini masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya,tiga puluh menit ia keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya,ia melihat pantulan tubuhnya didalam cermin.
" Hay...apa kabar mu sekarang?"Ucap Mini pada bayangannya."Lihat lah kamu sekarang,tubuh seksi yang dulu kamu banggakan dan rambut indah yang jadi mahkota,sekarang pergi kemana?"Lanjutnya.
Lalu Mini membuka lemari pakaianya,dan melihat deretan pakaian seksi pemberian Nero berjejer di dalamnya.Ada perasaan malu melihat pakaian yang kekurangan bahan itu,padahal banyak darinya belom di pakai.
Sementara di kantor,semua kariawan terkejut melihat penampilan baru CEO mereka.
"Tuan pergi kemana rambut anda?" Tanya orang kepercayaan Nero.
__ADS_1
"Lagi jalan-jalan ke Amerika" Ucap Nero.
"Haaaaa...anda bisa melucu juga tuan"
"Kalau masih ketawa,saya pastikan bulan depan gajih kamu akan berkurang 50%" Ucap Nero.
"Ampun tuan,saya becanda" Sembari pergi dari ruangan Nero.
Siang hari waktunya lunch,Nero terlihat masih berkutik dengan berkasnya,Sementara di bagian resepsionis terlihat wanita dengan pakaian tertutupnya.
"Bisa saya bantu nyonya?" Tanya resepsionis itu.
"Saya ingin bertemu dengan CEO kalian"
"Apakah anda sudah membuat janji sebelumnya."
"Belum,saya ingin memberi kejutan untuknya"
"Sebentar saya hubungi asistenya dulu" Tidak lama kemudian.
"Silahkan nyonya,anda bisa ke atas,ruangan CEO ada di lantai tujuh belas."
Mini melewati lift kusus CEO,tiba di lantai tujuh belas ia bertemu dengan pria yang tak kalah gagah dengan suaminya.
"Maaf Nona ada perlu apa anda ingin menemui CEO kami." Tanya asisten sekaligus orang kepercayaan Nero.
"Saya ingin bertemu dengan suami saya" Ucap Mini,sang asisten bingung karena Mini memakai pakaian yang serba tertutup dan memakai kacamata hitam.
"Maksud anda apa nona?"
"Apa anda tidak kenal saya?" Ucap Mini dengan membuka kacamatanya.
"Nyonya,maaf kan saya,,tuan ada di dalam" Ucap sang asisten.
Ceklek,,,Pintu ruangan Nero terbuka,ia masih sibuk dengan berkasnya tanpa melihat siapa yang datang.
"Jangan ganggu saya sebentar lagi selesai" Ucap Nero dengan tidak melihat orang yang ada di depannya.Tidak ada bunyi pintu di buka Nero melihat sosok orang yang ada di depannya,Mini membelakangi Nero saat Nero melihatnya.
"Siapa wanita ini,berani-beraninya masuk ke ruangan saya" Batin Nero." Siapa kau?"Tanya Nero.
Mini membalikan badannya dan memandang manik mata Nero yang terkejut.
"Honey...benar ini kamu" Ucap Nero sambil merangkul pundak Istrinya.
"Iya Sayang,,,kamu suka?" Tanya Mini.
"Suka,suka sekali honey,kamu terlihat sangat cantik,dengan begini tidak akan ada lagi pria yang akan melihat keindahan tubuhmu,cukup aku seorang saja"
"Doain aku biar istiqomah yank,kamu akan jadi pria satu-satunya yang akan menikmati keindahan aku,kamu jangan khawatir,kenakalan ku hanya pada mu" Ucap Mini dengan memainkan dasi Nero dan merab* dada kekar di balik kemejanya.
"Honey jangan menggodaku!" Ucap Nero berbisik di telinga Mini.
"Aku menginginkan itu" Ucap Mini dengan Manjanya.
Nero membawa Mini ke kamar pribadi yang ada di dalam ruangannya,menggendong ala bridal style dengan manja Mini membuka satu persatu kancing kemeja suaminya.
"Sabar sebentar honey,kita masuk kamar dulu" Ucap Nero.
__ADS_1
JRENG...JRENG...JRENG..akan kah ada peristiwa eeee... eee.... eee....
tunggu next episode ya...