CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
seperti biasa


__ADS_3

Hari ke dua di villa.


"Hooooaaaammmm" Bunyi nguap Nero,menandakan ia telah siuman dari tidurnya.


Dadanya terasa berat,ketika pandangannya telah terkumpul sempurna ia melihat tangan melingkar di dadanya,dalam balutan selimut Mini masih tidur dengan memeluk tubuh kekar suaminya.


"Dasar betina bar bar" Dengan melepas tangan Mini yang melingkar di dadanya,saat tangan di hempaskan, Nero kaget melihat gunung menjulang pagi-pagi,seketika si jalu pun bangun dan meonta-ronta di dalam kandangnya.


"Gila nich perempuan,ga takut apa kalau gue hilaf,kemarin tidur tidak kaya begitu" Gerutu Nero dengan menyelimuti kembali tubuh Mini.


Nero duduk di tepi tempat tidur menetralkan perasaannya,tiba-tiba sepasang tangan melingkar di perutnya.


"Sayang kamu sudah bangun" Ucap Mini.


"Mini lepasin tangan kamu!!"


"Kenapa sayang,kamu suami aku"


"Dan kamu istri aku" Membalikan badan dan menindih tubuh Mini.


"Mau apa kamu" Ucap Mini bergetar.


"Kamu telah menggodaku honey,cara tidur kamu yang tidak memakai baju membuat ku ingin cepat melahapmu"Goda Nero.


" Minggir Nero"Mini bangun dan menggeser tubuh Nero"Jangan kaget sayang,aku memang punya kebiasaan seperti ini,saat tidur tidak memakai pakaian itu bagus"Lanjutnya.


"Bagus dari mananya,aku sangat tersiksa honey,kemarin kamu masih memakai baju"


"Haaaaaa itu derita kamu,ingat perjanjian kita,kamu boleh menjamah diriku tapi tidak dengan melakukan Itu,kalau kemarin aku pake baju karena sudah terlalu ngantuk" Kilahnya.


"Baik kalau seperti itu" Nero menerjang tubuh Mini,melu*** gunung itu dengan rakus,desa*** keluar dari bibir manis Mini,leher pundak dan dada tidak luput dari tato cap bibir Nero.ia tidak berani menjamah bagian bawah,karena memang lagi datang tamu bulanannya.


-


"Si*l..kenapa banyak sekali" Gerutu Mini di dalam kamar mandi.


"Sayang,aku turun duluan kamu jangan lama-lama mandinya" Ucap Nero,lalu ia turun menuju meja makan.


Lima hari berlalu,waktu cuti telah habis.


Mini dan Nero memutuskan kembali ke aktifitasnya masing-masing,mereka memilih tinggal di apartemen Nero.


"Sayang besok aku akan kembali kuliah,aku izin memakai salah satu mobil kamu ya" Ucap Mini.


"Pakai aja yang mana kamu mau,semua kunci mobil ada di laci samping tempat tidur."


"Oke lah,kamu ya yang beresin piring kotor ini ya,aku ke atas duluan"


"Honey aku ini suami kamu bukan pembantu kamu"

__ADS_1


"Kali ini aja bantuin pekerjaan aku ya,kamu taruh aja semua piring kotor itu biar besok pagi aku yang mencucinya,aku sangat ngantuk sekali" Dengan berjalan menuju kamar di lantai atas.


Nero membereskan piring kotor di atas meja makan,bahkan ia langsung mencucinya,pekerjaan yanh baru pertama ia lakukan dalam hidupnya,itu pun dengan menonton cara mencuci piring di Utube,setelah semuanya selesai ia bergegas kekamarnya dan melihat Mini sudah terlelap dengan kebiasaan tidur tidak memakai baju.


"Ternyata gue udah biasa melihat pemandangan ini hampir seminggu kita hidup bersama,namun kamu masih kekeh dengan perjanjian itu,Mini aku benar-benar telah jatuh hati padamu" Guman Nero dengan mengelus pipi Mini.


Nero memutuskan untuk meyusul ke alam mimpi.


Pagi hari Tiba,aktifitas kembali seperti semula,Nero kembali mengurus perusahaannya dan Mini kembali dengan kuliahnya.


"Kamu hati-hati ya bawa mobilnya,aku ke kantor duluan" Ucap Nero.


"Kamu juga hati-hati,entar siang aku mampir ke kantor untuk lunch bareng"


"Oke aku menunggumu"


CUP..kecupan hangat mendarat di bibir Mini.


"Da da dah..." Nero berangkat ke kantor dengan supir pribadinya.Di dalan mobil Nero menghubungi seseorang.


"Hallo bos?" Tanya seseorang di sebrang sana.


"**Bagaimna? apakah sudah ada hasilnya?"


"Sudah bos"


"Baiklah saya tunggu di kantor"


Tut panggilan berahir,Tiga puluh menit kemudian Nero sampai di kantornya,terlihat seseorang tengah menunggu dirinya.Kaza pria yang sangat kaku dan dingin,banyak orang bilang ia kembaran Nero dari Negara lain,mempunyai sifat yang hampir sama dengan bosnya membuat ia dijuluki si 11,12....sudah 5 tahun ia menjadi tangan kanan Nero..


"Kaza,ini harus segera di urus" Sambil memutar kursi kebanggaan di dalam ruangannya.


"Menurut penyelidikan mereka kabur tidak jauh dari negara ini,dan kemungkinan mereka berada di Jepang"


"Baiklah,cepat pastikan kalau mereka memang berada di sana"


"Baik bos,saya permisi dulu"Membungkuk dan berjalan keluar dari ruangan Nero.


Nero berkutik lagi dengan pekerjaanya yang menumpuk.Sementara di kampus,Mini terlihat sedang berada di perpustakaan.


"Ini dia berita nya,tahun 2003 berarti 17 tahun yang lalu,dimana mereka sekarang ?" Guman Mini.


Setelah mengikuti mata kuliah selama 2 jam ahirnya waktu pulang tiba,pas dengan jam istirahat kantor,Mini bergegas keluar dari ruangannya.


"Mini mau kemana lu" Tanya salah satu temannya.


"Gue buru-buru,suami gue udah nungguin,gue duluan ya..." Ucap Mini langsung meninggalkan temannya.


"Beruntung banget nasib lu,andai gue kaya lu,punya suami ganteng kaya lagi" Gumannya teman mini yang tak lain Reni. ia tidak begitu dekat dengan Mini karena memang berbeda jurusan,tapi waktu SMA ia pernah sekelaa dengan Mini.

__ADS_1


Di kantor.


"Mini ada dimana,kenapa belum datang juga" Guman Nero.


Ceklek...."Sayang...."


"Mini..ka...mu.."


"Mini...mini siapa??" Tanya Luna.


"Untuk apa kamu kesini?"


"Aku rindu sama kamu sayang,maaf kan aku,yang di media itu semuanya bohong,aku masih sayang sama kamu" Dengan mendekat merangkul pundak Nero dari belakang.


"Lepaskan tangan kamu Luna" Dengan kasar Nero menghempaskan tangan Luna,namun bukan Luna kalau tidak bisa berekting...


"Aaawwwww...sakit Nero,kamu telah melukaiku..hiikkkksss hikks" Air mata kadal Luna keluar membasahi pipi yang penuh dengan blassoon.


"Maaf Luna,aku tidak bermaksud melukai mu,sekarang hubungan kita sudah berahir dan kamu sendiri yang meninggalkan aku,sekarang aku sudah menikah Lun.."


"Apa..???" Jawab Luna kaget."Tidak mungkin Nero,kamu jahat Nero.."


"Tenang Luna,semua ini gara-gara kamu juga,andai kamu mau menikah denganku mungkin kita tidak seperti ini,aku sudah membuka hati ku untuk wanita itu"


"Itu terlalu cepat Nero,,,,,"


"Tapi itu kenyataanya Luna,wanita itu datang di saat hati aku sedang hancur karenamu,karena bunda yang mngusirku dan karena kecelakaan yang menimpaku,ia masuk menyembuhkan luka dalam hidupku,tidak butuh wktu lama untukku jatuh cinta padanya,Luna kenangan kita 5 tahun yang lalu biarlah menjadi kenangan,sekarang kita mulai menjalani hidup masing-masing saja"


"Tidak Nero,aku menyesal telah mengeluarkan statment seperti itu,aku ingin kita kembali seperti dulu"


"Maaf Luna itu tidak bisa.."


Luna mendekati Nero yang setelah adegan penghempasan tangan itu berdiri di samping jendela besar kantornya,karena tidak seimbang ketika melangkah ia tergelincir dan akan jatuh namun seketika Nero langsung menangkapnya,berbarengan dengan itu pintu ruangan Nero terbuka.


"Eheeemmmm...." Deheman seorang wanita menyadarkan dua insan yang sedang beradegan seperti pelukan.


"Sayangn,kamu sudah sampai.." Tanya Nero gugup.


"Sudah,,,ini makanannya ayookk kita makan bareng" Ucap Mini santai,ya..orang itu adalah Mini.


"Aku pamit dulu saya...ng eeh Nero" Ucap Luna.


"Kenapa tidak makan bareng kami dulu mba Luna"


"Kamu tahu saya???" Tanya Luna.


"Iya..kamu adalah Mantan suami saya,yang Ninggalin dia karena ia kecelakaan dan jatuh miskin" Ucap Mini santai.


"Saya tidak pernah meninggalkan Nero,kamu yang merebut dia dari ku" Ucap Luna Emosi.

__ADS_1


"MEREBUT???"""


__ADS_2