
"Andai aku tidak sakit mungkin aku bisa menemukan orang yang dulu menabrak ayah,sepenting banget orang itu sampai jejaknya sulit di temukan" Guman Mini dalam hati.
"Hon kenapa kamu melamun?" Ucap Nero,menyadarkan Mini dari lamunannya.
"Tidak,siapa yang melamun,aku ikut bahagia atas kabar itu,semoga orang itu mendapat ganjaran yang setimpal,ngomong-ngmong kapan kamu pernah di culik?"
"Dulu waktu usia aku 10 tahun,banyak bekas luka yang aku dapatkan dan membuatku trauma serta depresi sampai beberapa tahun,Bunda selalu menemaniku dalam menjalani terapi,aku menjadi pribadi yang tertutup,yang tidak percaya dengan orang,pada usia 23 tahun aku jatuh cinta dengan Luna,sedang berteman pun aku memilih,salah satunya karina teman dari masa-masa sekolah dulu,aku sulit percaya dengan orang lain" Terang Nero.
"Kalau dengan aku kamu percaya ga?"Tanya Mini.
"Apa kamu masih meragukannya?" Tanya Nero balik.
"Aahh kamu kenapa tanya balik,bukannya jawab"
"Aku percaya sama kamu,dari pertama kita bertemu yang kamu membantu aku pada waktu jadi gembel,padahal kita tidak saling kenal waktu itu,dan mungkin ini sudah takdir bahwa kita juga di jodohkan oleh orang tua"
"Hmmm..."
"Honey,aku mau tanya sesuatu..."
"Apa?"
"Apa karena kanker alasan kamu tidak mau kita berhubungan di saat itu?" Tanya Nero.
"Iya,,,aku mengetahuinya sebulan sebelum Ibu memberi tahu bahwa aku akan di jodohkan,aku sangat menolak perjodohan itu khawatir Ibu atau Bunda menginginkan Cucu,karena ibu memaksa dan ingin melihat aku menikah di usia ku yang katanya tidak lagi muda,aku setuju dengan syarat di antara kita tidak ada yang namanya Hu**ng** ba**n."Terang Mini.
" Sekarang apa kamu menginginkan Bayi?"
"Ya,aku menginginkannya"
"Lebih baik kita bikin sekarang" Bibir Nero sudah menyusuri leher jenjang Mini.Dan malam panjang yang panas pun terjadi.
Ayam tetangga berkokok sangat nyaring,iya kali di apartemen ada yang miara ayam,,heeeee,,sebuah alarm berbunyi suara ayam membangunkan dua insan yang masih tertidur.
Mini mengerjapkan matanya,menyesuaikan cahaya yang masuk dan menajamkan matanya pada barang-barang yang berserakan di dalam kamar mereka,ntah lah pertarungan apa yang semalam di lakukan sehingga kamar menjadi berantakan.
"Sayang bangun" Mini menggerakan tangan Nero agar bangun dari tidurnya.
"Iya aku sudah bangun istriku" Nero memeluk pinggang Mini dan menempatkan kepalanya di pundak istrinya.
Tubuh Mini masih di tutupi dengan selimut,karena pakaian yang di kenakannya sudah berada di lantai,begitu juga Nero yang hanya memakai celana boxer saja.
"Hon olahraga pagi yuk" Ajak Nero.
"Kamu kan mau kekantor apa tidak terlambat nanti,aku belum mandi lagian baju olahraga aku ada di rumah ibu" Terang Mini.
"Bukan olahraga itu hon"
"Terus"
Nero langsung menind*h tubuh Mini dan menyibakan selimut yang menutupi tubuh indahnya.
__ADS_1
"Sayang apa yang sedang kamu lakukan" Teriak Mini.
"Aku ingin olahraga,liatlah si jalu sudah siap" Ucap Nero.
"Tapi semalam kita melakukan sampai 5 kali yank,aku cape lihatlah pintu gua ku bengk*k,apa kamu tidak kasian"
"Terus si jalu bagaimana?,sekali saja ya hon"
"Baiklah tapi jangan lama-lama"
Setelah mendapat lampu hijau dari istrinya Nero mengeluarkan jurus-jurusnya,yang katanya cuma sekali tapi nyatanya berkali-kali.
"Sayang aku sudah ga kuat"
"Sebentar lagi hon .."Si jalu masih keluar masuk gua,sampai teriakan yang seksi keluar dari bibir Nero dan memantapkan si jalu kedalam sampai ia memuntahkan cairan putih ke dalam gua Mini.
" Aaaahh...cape sekali,terimaksih hon"Kecupan mendarat di kening Mini.
"Hari ini aku akan menginap ke rumah Bunda"
"Kenapa hon?" Tanya Nero.
"Aku ga mau dekat-dekat kamu,aku takut tidak bisa jalan"
"Kenapa bisa begitu hon"
"Bagaimana aku tidak berfikir begitu dalam sehari aja kamu melakukan itu bisa 10 kali,pinggang aku masih sakit sampai kaki aku masih bergetar,apa kamu tidak lihat itu,tapi si jalu belum juga puas" Ucap Mini setengah kesal.
"Engga,aku akan tetap menginap,sana kamu pergi ke kantor"
"Hon,hon,honey" Rengek Nero.
"Apa?"
"Maaf" Dengan mengeluarkan jari kelingkingnya.Hati Mini luluh ia menyambut kelingking Nero dan mereka ketawa bersama.
"Ya sudah aku mandi dulu,ada meeting di kantor satu jam lagi" Nero akan beranjak ke kamar mandi,namun tangannya di tahan Mini.
"Tunggu"
"Kenapa?"
"Sebagai ganti aku tidak ke rumah Bunda,kamu harus melayani aku,lihatlah bahkan untuk menggerakan tubuh aja terasa sakit,aku tidak sanggup untuk berdiri,kamu harus tanggung jawab." Perintah Mini.
"Tapi hon,aku kan seorang CEO harus mencontohkan yang baik untuk bawahan aku"
"Aku tahu,tapi apa kamu tega melihat aku sendiri di apartemn seperti ini,apa aku panggil kenan aja untuk membantu ku"
"Hon,jangan pernah melakukan itu,kamu hanya boleh bergantung padaku saja"
"Ya udah kamu telpon kenan agar menggantikanmu"
__ADS_1
Dengan terpaksa Nero menghubungi Kenan sang asisten sekaligus orang kepercayaannya untuk menggantikan dirinya.
-
-
Disebuah ruangan gelap terlihat seorang tengah merintih kesakitan,ia meminta agar nyawanya di cabut saja dari pada hidup seperti ini,penjaga ada di setiap sudut ruangan dan bangunan itu.
Nero jalan menuju ruangan yang gelap itu,setelah dapat izin dari istrinya segera ia keluar.
"Ini belum seberapa dengan apa yang anda lakukan dulu" Suara Bariton keluar dari mulut Nero,ia akan menjadi singa yang lapar terhadap musuhnya.
"Aaaaammpuun,a a ampuni saya" Ucap pria itu.
"Ampun,kenapa baru sekarang anda memohon ampun Hah?" Ucap Nero dengan mencengkaram dagu pria itu.
"Maaf saya salah,semua itu hanya keslah pahaman,saya salah orang"
"HAAAaaaa alasan yang bagus,setelah semua terjadi anda bilang salah orang,anda pantas mati,namun tidak semudah itu,saya akan membuat anda merasakan apa yang dulu saya rasakan" Nero melepas kasar tangannya dari pria itu dan pergi meninggalkan tempat itu.
Saat di perjalanan pulang Nero dapat chat dari istrinya agar mampir dulu ke swalayan untuk membeli keperluannya.
"Apa!! yang benar saja,saya disuruh beli pembalut dan belanja sayuran?" Guman Nero sendiri.Dan pada ahirnya ia menyetujui permintaan istrinya,awal masuk swalayan semua mata tertuju padanya.
Sebuah troli di dorongnya dan berhenti di depan tempat roti j*pan* itu berderet,dengan banyaknya merek membuat Nero bingung dan pada ahirnya ia membeli semua ukuran dari berbagai merek pembalut alias roti je*ang itu.
Selesai memborong pembalut ia menuju tempat sayuran.
"Mas mas..istrinya kemana ko belanja sendiri?" Ucap emak-emak kepo.
"Kayaknya belum punya istri jeng" Ucap emak-emak satu laginya.
"Aduuhh masa sih"
Di sela obrolan bersama emak-emak itu dari arah belakang ada sosok yang menepuk pundak Nero.
"Nero,kamu disini juga" Ucap Bunda Nero yang kebetulan sedang belanja.
"Iya..m....." Belum sempat mengucapkan kata mamah,sudah di potong oleh emak-emak kepo tadi.
"Mas istrinya datang ya,kami pergi dulu ya" Ucap emak-emak.Dan mereka berlalu sambil ghibah.
"Sayang sekali ya,ganteng-ganteng istrinya tua"
"iya ya.."
Ghibahan mereka masih terdengar oleh Nero dan Bundanya.
"Hhaaaaa mereka mengira bunda adalah istrimu,kasian sekali anak bunda ini,kamu sedang belanja apa?"
"Niihhhh....." Sambil menunjukan barang belanjaanya yang masih di atas troli.
__ADS_1
"Hhaaaaaaa..pembalut?" Tawa bundanya tak tertahan lagi.