CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
junior


__ADS_3

Pasangan suami istri itu sudah berada di dalam kamarnya,tiduran dengan saling memeluk.


"Yank,apa aku sudah tidak cantik lagi?" Tanya Mini pada Nero.


Mendengar pertanyaan dari istrinya itu,ia langsung menatap wajah sang istri dan mengecup bibir indahnya.


"Sampai kapan pun kamu akan tetap cantik di mataku,kamu satu-satunya wanita yang tidak melihat seberapa besar kekuranganku,kamu satu-satunya wanita tercantik di hatiku,setelah Bunda tidak ada,kamu adalah segalanya untuku" Ucap Nero dan senyum sumringah terlihat jelas di bibir indah Mini.


"Kenapa tanya seperti itu hon?" Yanya Nero.


"Lihat lah sekarang Body ku seperti apa?sana-sini lebar,berat badanku juga naik sampai 10 kilo"


"Hon,kamu jangan terlalu memikirkan itu,kamu seperti itu juga karena ada Junior di dalam sini" Nero mengelus perut Mini Yang sudah membesar,dan terasa ada tendangan dari dalam perut saat tangan Nero bersentuhan dengan kulit perut Mini.


"Woowww,lihat lah honey,junior bereaksi" Ucap Nero takjub melihat gerakan anak di dalam perut Mini.


"Sayang pelan-pelan ya nak mendangnya,mamah merasa ngilu" Ucap Mini sambil mengelus perutnya sendiri,dan meringis kembali saat anaknya bergerak.


"Junior,pelan-pelan ya,kasian mamah kesakitan" Lanjut Nero.

__ADS_1


Dan malam seperti ini berlanjut ke hari-hari berikutnya,sampai tiba waktu Mini mulai merasakan kontraksi,yap kehamilannya kini sudah masuk minggu ke 40 dan dokter memprediksi HPL nya minggu-minggu ini.


Mini masih meringis di dalam dapur,hari sudah menjelang siang,Nero sedari pagi sudah ada di Garmentnya,ibu Mini yang seminggu lalu datang menemaninya kini sedang berbelanja di pasar,hanya ada asisten rumah tangga yang sedang menjemur pakaian sedang supir dari pabrik sedang mengantar ibunya.


"Bi....bi..bibi" Teriak Mini dari dalam rumah,tidak lama sang asisten datang mengahampirinya.


"Non,,,non Mini kenapa?" Tanya sang asisten panik setelah melihat majikannya itu sudah berjongkok di lantai menahan sakit kontraksi.


"Tolong telpon suami saya bi,suruh dia pulang sekarang" Dan asistennya itu langsung menghubungi nomor tuannya.


Tut..tutt.tutttt...sambungan tidak ada jawaban,sang asisten langsung keluar rumah meninggalkan Mini sendirian.


"Bi,mau kemana jangan tinggalin saya" Ucap Mini.Namun tidak ada jawaban dari asistennya itu.


"Ka,ada apa dengan kaka" Ucap Kenan panik melihat keadaan Mini yang masih menahan sakit.


"Ka,apa kamu akan melahirkan?" Tanya Laura.


"Sepertinya,tolong bawa aku ke rumah sakit,dan tolong kasih tahu Nero" Ucap Mini.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Mini sampai di rumah sakit,dan langsung di bawah ke ruang bersalin,air ketuban sedari tadi sudah rembes.


"Siapa suami nyonya Mini?" Tanya suster yang keluar dari ruang bersalin.


"Saya suaminya sus" Jawab Nero yang baru datang.


"Mari bapak ikut saya ke dalam" Nero dan suster itu masuk ke dalam menemui istrinya dan dokter yang sedang menangani Mini.


"Selamat siang pak Nero" Sapa sang dokter wanita itu.


"Siang dok,bagaimana keadaan istri saya"Tanya Nero yang sudah sangat cemas.


" Jadi begini pak,ketuban istri anda sudah rembes dan sudah pembukaan 3,saya akan menunggu sampai pembukaan full,namun istri anda saya larang untuk melakukan banyak pergerakan,khawatir air ketuban malah bocor,saat kontraksi datang usahakan miring atau praktekan buang nafas tarik nafas,dan jangan sekali-kali mengejan".


Setelah mendengar penjelasan sang dokter Nero setia berada di samping Mini,tidak lama kemudian ibu Mini datang setelah di beri tahu sang asisten.


"Ibu,maafin Mini bu,kalau Mini selama ini menyakiti ibu,baru Mini rasain sesakit ini akan melahirkan,bu maafin Mini bu" Ucap Mini yang menagis sambik mengecup tangan Ibunya.


"Udah,udah ibu maafin,kamu jangan mikirin yang tidak-tidak,rasain setiap detiknya,moment ini adalah perjuangan terindah seorang ibu,kamu pasti bisa melewatinya" Ucap sang Ibu.

__ADS_1


Tiga jam berlalu,cengkraman kuat di tangan Nero menunjukan sedang ada perjuangan,peluh segede biji jagung turun ke pelipis sang pejuang dan erangan menggema di ruangan itu,deru nafas terdengar sangat cepat,satu dua tiga dorongan dan ahirnya...


"Oeee oeee oeee" Tangisan bayi menggema Di ruangan itu.


__ADS_2