
Muka merah seperti udang rebus dan kobaran api bergabung menjadi satu,malu dan Emosi mendengar ucapan dan kenyaataan di depannya Wulan segera bergegas meninggalkan pasangan suami istri itu.
"Tidak akan ada kerikil di dalam perjalanan kita,karena pemerintah sudah menyediakan jalan tol yang mulus dan lancar jaya" Ucap Mini,Nero yang mendengar perkataan istrinya jadi mikir keras,apa hubungannya antara kerikil dan jalan tol.
"Maksud kamu apa hon?" Tanya nya masih kebingungan."Itu hanya ungkapan yank"Ucap Mini lagi.
"Aku tidak akan membiarkan celah sedikitpun untuk orang lain masuk ke dalam rumah tangga kita,kamu akan tahu segimana posesifnya aku saat apa yang menjadi miliku ada yang akan merebutnya" Ucap Mini dengan tegas,Nero yang melihat istrinya seperti itu merasa bulu kuduknya berdiri.
"Hon,ko aku takut ya melihat kamu seperti ini" Ucapan Nero membuat suasana yang mencekam seketika berubah menjadi datar.
"Udah yank,cepat makan dagingnya" Ucap Mini yang duduk kembali untuk memakan hasil panggangan suaminya itu.
Sementara di meja makan Wulan dengan susah payah menahan segala emosinya,ia hanya menusuk-nusuk daging yang ada di piringnya sedang pandangannya masih tertuju pada pasangan Nero dan Mini.
"Lan itu daging sakit di tusuk-tusuk terus" Ucap Rayen yang melihat kelakuan Wulan.
"Brisik banget sih lu,suka-suka gue lah" Wulan pergi dari meja makan ia mendekati tuan rumah untuk menanyakan di mana letak kamar mandi.
Di kamar mandi.
"Tidak ada kamus gagal buat gue,gue akan merebut nya" Ucap Wulan yang kini berbicara di depan kaca kamar mandi.
__ADS_1
Balik lagi ke meja makan.
Setelah Wulan pergi ke kamar mandi,semua teman-temannya heran dengan perubahan sikapnya.
"Eh Sya teman lu kenapa tuh" Tanya Rayen pada Raisya.
"Ga tahu gue,mungkin dia lagi patah hati" Ucap Raisya yang masih mengunyah makanannya.
"Lagian dia ga bisa liat pria ganteng,boleh suka sama orang tapi jangan yang sudah beristri" Timpal Laura,Kenan yang penasaran siapa pria yang di sukai temen istrinya itu,langsung berhenti dari makannya.
"Emangnya si Wulan suka sama siapa yank?" Tanya Kenan penasaran.
"Yang bener yank?,kamu dan kalian semua harus bisa mencegah Wulan agar jangan mengganggu rumah tangga ka Nero dan ka Mini." Jelas Kenan,saat kenan selesai berbicara,Wulan datang dari kamar mandi.
"Udah diam-diam,orangnya datang" Ucap Aulia dan yang lainnya serentak diam berbicara dan melanjutkan makannya.
Nero dan Mini berjalan menuju meja makan yang ramai dengan teman-teman Laura.
"Ka sudah selesai makannya?" Tanya Laura pada pasangan suami istri itu.
"Iya,kaka mau pulang dulu,tidak bagus untuk wanita hamil begadang sampai malam,kamu juga harus menjaga kandungan kamu jangan malam-malam tidurnya" Ucap Mini.
__ADS_1
"Iya ka terimakasih atas nasehatnya" Ucap Laura kembali.
"Ya udah,kami pamit dulu ya,Kenan saya duluan,sorry tidak bisa menemani sampai selesai" Ucap Nero."maklum hormon ka Mini lagi naik,junior minta di tengok"Lanjut Nero sambil berbisik ke Kenan.Dan di di balas senyum serta anggukan oleh Kenan.
"Kenapa anda berubah jadi manusia mesum seperti itu ka" Batin Kenan.
Namun Bisikan Nero masih terdengar oleh Wulan dan Laura yang berdiri berdekatan dengan Kenan,Nero menepuk pundak Kenan dan berjalan pulang ke rumahnya dengan merangkul pinggang istrinya.
Wulan yang mendengar perkataan Nero,bagai mendapat pukulan,ia kalah telak sebelum bertanding,namun karena keegoisannya ia masih bersikukuh untuk mendapatkan Nero.
"Lu bakalan bertekuk lutut sama gue Nik,tunggu saja istri lu lahiran,apa lu kuat selama dua bulan menahan hasrat." Batin Wulan.
"mereka pasangan yang serasih ya" Ucap Dafa.
"Iya Daf,mereka sangat cocok sekali,yang satu ganteng yang satu cantik" Timpal Baim.
"Padahal mereka nikah karena di jodohin orang tuanya" Ucap Kenan yang memang tahu segala riwayat cinta mantan bosnya itu.
"Hah,bener lu?" Ucap Rayen."Iya emang benar begtu Nan?"Tanya yang lainnya.
Kenan menjawab dengan anggukan,ia sangat akrab dengan teman-teman kampus Laura,karena memang anak-anaknya asyik.
__ADS_1