
Kenan sudah menikah dengan kekasihnya beberapa bulan yang lalu dan kini ia tengah mempersiapkan sebuah rumah baru di dekat rumah Nero dan Mini namun mereka tidak mengetahui kalau rumah baru yang di bagun itu adalah Rumah Kenan.
Setelah tidak berkerja lagi dengan Nero,Kenan mengurus bisnisnya sendiri,banyak villa dan rumah makan yang baru ia buka di kota-kota besar tanah air.
Di Pabrik Garment.
"Selamat pagi semua" Ucap Nero menyapa stafnya.
"Selamat pagi pak" Ucap Puji,staf bagian keuangan,yang mengurus gajih para kariawan dan buruh pabrik.
"Selamat pagi juga pak" Ucap Nadia,staf bagian pengiriman,dan di ikuti oleh staf lainnya.
Nero masuk ke dalam ruangannya dan memanggil Wulan,sekretaris seksinya yang selalu berpakaian ketat,ia pintar berdandan dan berpenampilan menarik juga pintar dalam bahasa asing,ada tujuh bahasa yang ia kuasai,saking smartnya ia tidak melirik sang pemilik Garmen ini,walau Nero menurutnya pria idaman setiap wanita namun Pantang baginya menyukai pria yang telah beristri.
"Wulan,bagaimana dengan Buyer yang dari Jepang itu? sudah ada informasi lanjutannya belum"
"Hari Rabu mereka akan kesini dan akan memberi semple produk mereka,dan untuk lebih lanjutnya saya sudah mengirim email ke anda"
"Baiklah,terimakasih kamu bisa kembali". Lalu Wulan keluar dari ruangan Nero.
Nero membaca email yang masuk,setelah itu jarinya berselancar kembali di atas kipet Laptopnya,menawarkan,memasarkan dan mengembangkan lagi pabrik garmen yang ia kelola.
Hari sudah siang semua kariawan dan buruh pabrik berhamburan ke kantin untuk menyantap makan siangnya,ada jatah makan siang gratis untuk para kariawan dan buruh,semua itu saran dari orang tua Mini,karena tanpa mereka yang bekerja usaha garmen ini tidak akan maju,maka dari itu sebisa mungkin membuat para kariawan dan buruh yang bekerja di pabriknya bisa mendapat rasa nyaman.
__ADS_1
Sementara di rumah,Mini dengan perut besarnya tengah memasukan makanan yang tadi ia masak ke dalam tempat makan,ia berencana akan datang ke pabrik untuk makan siang bersama Nero,ia sengaja tidak memberi tahu Nero akan kedatangannya.
Lima belas menit kemudian ia sampai di depan pabrik dan membuka mobil lalu berpesan pada supir untuk pulang saja.
Satpam yang melihat istri sang pemilik garmen tengah berdiri di balik gerbang,langsung menghampiri dan cepat-cepat membuka gerbang itu.
"Ibu,kenapa datang sendiri?" Tanya pak satpam.
"Engga sendiri ko pak,tadi di antar supir rumah,dan dia sudah saya suruh pulang,oh ya pak,suami saya ada?" Tanya Mini.
"Ada bu,Bapak ada di ruangannya"
"Ya udah pak saya kesana dulu"
"Oh..iya boleh pak,trimakasih ya" Dan Mini di antar masuk oleh pak satpam sampai depan pintu staf pabrik.
Jdi meja-meja staf itu berada di lantai atas dengan satu pintu masuk,Ruangan Nero sendiri berada di ujung dan memiliki pintu sendiri jadi kalau mau masuk ke ruangan Nero harus melalui meja para staf pabrik.
Tok tok tok Pintu di ketuk Mini,walau istri sang pemilik garmen ia sangat sopan dan ramah,pintu di buka oleh Nadia yang kebetulan mejanya dekat dengan pintu.
"Eehhh ibu,selamat siang bu?" Sapa Nadia.
"Siang,dan selamat siang semua" Ucap Mini pada staf pabrik dan di serentak di jawab oleh mereka.
__ADS_1
"Wulan,apa suami saya ada di dalam?" Tanya Mini pada sekretaris suaminya.
"Ada bu,ibu masuk saja" Ucap Wulan sambil mempersilahkan Mini masuk.
"Sayang ..." Ucap Mini saat berada di ruangan Nero,Nero yang tengah tiduran di sofa kaget mendengar suara istrinya.
"Honey,kamu kesini? kamu tahu aku sedang merindukanmu" Rayu Nero.
"Gombal,kamu kenapa tiduran saja?"
"Aku tadi sedang menghayal makan siang bersamamu,ternyata kamu beneran datang kesini"
"Ya sudah cepat kita makan,aku membawa ayam bakar,tumis buncis hati ayam dan egg roll tidak lupa sambel"
"Hon,sudah berapa kali aku bilangin kurangi makan pedasnya,apa kamu mau anak kita gundul tidak punya rambut?"
"Hhaaaaaaa,apa urusannya makan pedas dengan kepala gundul yank?,kamu ada ada aja" Ucap Mini yang ketawa mendengar ucapan Nero.
"Kata orang dulu,kalau ibu hamil sering makan pedas anak dalam kandungannya beresiko gundul,aku tidak mau anaku lahir seperti pentol kojek atau cilok nantinya"
"Kamu tenang aja yank,semua itu hanyalah mitos,makan pedes juga banyak manfaatnya salah satunya penambah nafsu makan"
"Ya..kamu memang benar hon,setelah aku melihat sambal pedasmu aku jadi sangat nafsu makan,nafsu memakan kamu" Ucap Nero sambil menc*um bibir istrinya.
__ADS_1
"Iihhh suami mesum,cepetan kita makan,junior sudah demo ini" Dan ahirnya mereka makan bersama.