
"Ara berapa nomor rekening dia?"
"Ga usah Bunga,biar saya yang menyicilnya,itu bukan uang yang sedikit"
"Cepat berikan" Ucap tegas Bunga,Ara langsung memberikan nomor rekening Desi,dan dengan sekejap uang dua puluh lima juta telah berpindah ke kartunya.
Bunyi notifikasi di Ponsel Desi ,menandakan keberhasilan uang itu masuk ke dalam tabungannya.
"Gue minta lu jangan gangguin Ara lagi" Bunga menarik tangan Ara untuk pergi dari kaffe itu,tidak lupa ia membayar menu yang tadi di pesan.
"Tunggu...." Ucap Desi pada Bunga dan berjalan menuju meja kasir.
"Penampilan lu biasa aja,lu dapat duit banyak dari mana?" Tanya Desi.
"Itu bukan uruasan lu,yang penting utang temen gue udah lunas"
"Hhaaaaa,,,mungkin dia ngeja***y kali Des" Ucap Dini.
Plaaakkk...tangan Bunga mendarat di pipi Dini.
"Jaga ucapan lu kalau tidak lu bakalan ngerasain lebih dari ini" Ucap Bunga.
"Siapa lu,beraninya na***r saudara gue" Dina marah dan mendorong pundak Bunga.
Badan bunga goyang ke belakang ada Ara yang sigap menangkapnya,tangan Dina sudah melayang ke atas,sebelum sampai di pipi Bunga,tangan Bunga langsung menepisnya dan melintir ke belakang badan Dina dan membuatnya kesakitan.
"Sudah gue pringatin,jangan ganggu lagi,saudara lu pantas mendapatkan itu karena mulutnya yang tidak pernah di ajarkan sopan santun." Ucap Bunga sembari mendorong tubuh Dina Ke depan.
"Aaawwww...." Dina meringis merasakan tangan dan badanya yang sakit.
"Lu Berani juga,,," Ucap Desi.
Bunga dan Ara melangkah keluar kaffe tidak memperdulikan Desi yang tengah bicara dengannya.
"Eehh ja***g gue bicara dengan lu ya,beraninya lu pergi begitu aja" Desi dan kedua temannya mengejar Bunga Dan Ara.
Keadaan di dalam kaffe seperti drama di dalam bioskop,pengunjung yang lain hanya bisa diam menonton.
Di parkiran keributan itu masih berlanjut,Desi bersikekeh menghentikan jalan Bunga dan Ara.
"Apa lagi mau lu?" Ucap Bunga.
"Gue mau lu minta maaf " Ucap Desi.
"Minta maaf karena apa?gue ga da salah dengan kalian"
"Lu tadi udah nampar gue,dan sudah melintir tangan saudara gue,apa lu amnesia?"
"Gue minta maaf,udah puas lu" Ucap Bunga.
__ADS_1
"Hah...minta maaf apa itu,lu harus sujud ke kaki kita dan ucapkan saya minta maaf nona-nona,cepetan!!!" Ucap Dini.
"Hhaaa....dalam mimpi kalian,ara cepat masuk ke mobil supir gue udah nungguin" Ucap Bunga.
"Mao pergi kemana lu,cepetan sujud ke kaki gue" Ucap Desi dengan memegang pundak Bunga.
"Lu benar-benar cari urusan dengan gue ya" Bunga mengkodekan tangannya pada para body guart yang ada di mobilnya untuk mendekat,sang suami mengirim mobil plus supir dan bodyguart untuk menjaga ke amanan istrinya.
"Lepaskan tangan anda nona" Ucap salah satu bodyguart.
Desi dan kawan-kawan langsung ketakutan,mereka diam tanpa ada tanpa ada suara,tubuhnya mematung menyaksikan kepergian Bunga dan Ara beserta bodyguartnya.
"Des..des...Desi" Ucap Dini menyadarkan Desi dari lamunannya.
"Aaahh lu Din,ngagetin gue aja"
"Lu sih bengong" Ucap Dina.
"Gue penasaran dengan Cewek tadi,siapa dia bisa-bisanya di kawal bodyguart"
"Palingan dia simpanan konglomerat" Ucap Dina.
"Sudah lah,ayuk kita cabut.."
Mereka bertiga pergi ke mall menghabiskan uang yang baru di trasfer Bunga.
"Lapor tuan,mereka anak-anak dari rekan bisnis anda" Ucap Kenan pada Bosnya.
"Baik,,,kamu cari semua info tentang keluarga mereka" Ucap Nero.
Setelah mendapat Notifikasi perihal Bunga mentranfer sejumlah uang,ia mencari tahu untuk apa uang sebanyak itu dan untuk siapa.
Emosinya memuncak saat orang lepercayaanya melapor kalau istri tercinta sedang ada masalah,namun bukan hal susah untuk nya menyelesaikan itu semua.
"Tuan tuan..." Kenan masuk dengan terburu-buru.
"Katakan" Ucap Nero tegas.
"Lihalah berita ini tuan!"
Nero melihat berita di internet tentang dirinya yang di kabarkan tengah berselingkuh dengan seorang perempuan lantaran sang istri tengah mengidap kanker.
Rahangnya seketika mengeras belum reda emosinya kala sang istri dapat
masalah,sekarang di tmbah dirinya yang terlibat gosip murahan.
"Cari tahu siapa yang nyebarin berita ini dan secepatnya jadwalkan konperensi pers" Ucap Nero.
"Baik tuan" Kenan keluar dari ruangan bosnya.
__ADS_1
Tut tut tut tut....
"Honey ayuk cepat angkat"
"Hallo yank.." Ucap Mini di sebrang telpon.
"Kamu ke kantor aku segera ya,kamu jangan buka-buka internet dulu,akan aku jelaskan semuanya di sini"
"Baik,tunggu aku" Nero mematikan ponselnya.Tidak lama Kenan masuk kembali ke ruangannya.
"Tuan,ini hasil pencarian saya di dalam ada nama orang di balik semua gosip itu."
"Karina!!" Nero menutup kembali semua informasi yang di berikan Kenan.
"Sekarang anda bisa lihat di layar Tv tuan" Kenan menyalakan Televisi dan di sana terlihat Karina sedang di krumunin para wartawan.
"Iya saya kenal dengan dia waktu sekolah,saya dan dia cukup dekat,kami berteman dekat,bahkan saat dia ada masalah selalu curhat dengan saya,dan ketika istrinya sakit dia sering menemui saya dan meminta agar saya bisa tidur dengannya,namun saya menolak itu karena say tidak mau di anggap sebagai pelakor" Ucap Karina di dalam Televisi dengan berderaian air mata.
"Breng***" Nero melempar semua berkas yang ada di mejanya.
"Sayang ada apa?" Ucap Mini saat tiba di dalam ruangan Nero.
Nero menceritakan semua yang terjadi pada istrinya.
"Tuan kita bisa memulai konperensinya sekarang" Ucap Kenan.
Mereka bertiga keluar dari ruangan Nero,sebelum ke kantor Nero,Mini mengantar ara pulang dulu,kebetulan rumahnya satu arah dengan kantor suaminya.
Di sebuah hotel yang tidak jauh dari kantor Nero,ia melakukan konperensi pers,para wartawan dengan gencar menanyakan perihal gosip yang beredar itu.
"Apa benar tuan yang di ucapkan Nona Karina dalam wawancaranya." Ucap seorang wartawan.
"Semua adalah FITNAH,kami memang berteman dari sekolah,namun untuk menemani dia,curhat dan meminta tdur dengannya semua adalah Fitnah,istri saya memang sakit tapi sekarang sudah sembuh,dan asal kalian tahu Karina baru pulang ke tanah air itu sekitar satu bulan yang lalu,sedang istri saya sakit Delapan bulan yang lalu." Terang Nero.
"Lantas kenapa dia berbicara seperti itu,dan saya dapat kabar kalau anda pernah memenjarakan nona Karina?" Tanya wartawan lainya.
"Saya tidak tahu alasan dia kenapa berbuat seperti ini,saya tidak pernah memenjarakan dia,saya hanya menyarankan agar masalahnya dia di selesaikan di ruang tertutup bukan di jalanan"
"Masalah apa tuan,boleh kami tahu"
"Masalah dia sedang jalan dengan suami orang" Ucap Bunga.
"Apa benar itu tuan?"
"Benar karena waktu kejadian saya dan istri saya ada di sana"
"Lantas langkah selanjutnya apa tuan,apakah anda akan mengambil jalur hukum?"
"Iya..saya akan mengambil jalur hukum,karena ini sudah merusak nama baik saya" Ucap Nero.
__ADS_1