CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
akankah lulus?


__ADS_3

"Ada apa Kenan?" Ucap Nero,saat ia menemui Asistennya itu di pagi hari yang mendung.


"Kabar buruk tuan,semua aset dan saham perusahaan kita telah hilang"Ucap Kenan.


" Bagaimana itu bisa terjadi,bukannya kemarin masih baik-baik saja,bahkan cabang-cabang kita mengalami kenaikan?"


"Ini semua karena paman anda tuan yang diam-diam memasukan orang ke perusahaan untuk menghancurkan keberhasilan anda"


"Bre*gs*k,kita ke kantor sekarang"Nero dan Kenan begegas melajukan mobilnya dengan kencang,bahkan Nero lupa berpamitan dengan istrinya.


Mini keluar dari kamarnya dan tidak mendapati suaminya,di ruang kerja tidak ada,di ruang makan dan ruang tamu serta ruang keluarga juga tidak ada,ia bingung mencari Nero kemana lagi,di saat Mini duduk di ruang makan Mertuanya turun.


" Sayang kamu lagi ngapain? kemana Nero?"Tanya Wati.


"Ga tahu bun,aku sudah cari di segala ruangan tidak ada,bunda mau roti?"


"Tidak terimakasih nak,Nero kemana ya?"


Tiba-tiba ponsel Wati berdering,sebuah panggilan dari luar negri masuk ke dalam Handphonnya.Mengabarkan kalau suaminya di sana mengalami kecelekaan dan sedang kritis.


Wati menjatuhkan ponselnya dan hilang sudah kesadarannya,tubuhnya jatuh disamping meja makan.Mini kaget melihat mertuanya sudah tidak sadarkan diri,ia berteriak memanggil para maid untuk mengangkat Mertuanya itu.


Dia atas soffa tubuh Wati masih belum sadarkan diri,Mini pergi ke kamar untuk mencari ponselnya.


"Ayoookk lah sayang angkat telponnya" Guman mini menunggu panggilannya di angkat Nero.Sudah 7 kali panggilan namun tidak ada jawaban dari Nero,Mini beralih memanggil Kenan dan sama juga tidak ada jawaban,sampai seorang maid memanggilnya,memberi tahu kalau mertuanya telah sadar.


Di ruang tamu Wati menangis sejadi-jadinya,saat ia mengingat kata-kata Asisten suaminya.


"Bunda ada apa?"Ucap Mini menghampiri mertuanya.


" Ayah,,,ayah nak,,hiks hiks hiks,,"


"Kenapa ayah bun?"


"Dia sedang kritis di sana"


"Apa,,hiks hiks hiks,,,,"


Di kantor ruangan Nero semua berkas berhamburan di atas lantai,ia telah kehilangan semuanya,usahanya selama ini telah hilang ,dalam sekejap ia jatuh miskin.

__ADS_1


Di depan perusahaanya ia mengumumkan kepada staff dan karaiawannya bahwa perusahaan berserta cabang-cabang yang dimilikinya sekarang bukan miliknya lagi,semua kariawan masih bingung dengan apa yang terjadi,Nero meminta maaf kepada semua bawahannya dan setelah itu ia langsung masuk kedalam mobilnya.


Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari para kariawan,bagaimana nasibnya setelah ini.


Di dalam mobil suara hening menyelimuti perjalanan Nero,Kenan masih setia mengendarai mobil bosnya,dan Dua puluh menit kemudian ia sampai di mension orang tuanya.


"Hon,,honey,,," Teriak Nero,Mini turun dari lantai dua bersama Wati yang menangis,di belakang para maid membawa koper besar.


"Ada apa hon,bunda kenapa kamu menangis?" Tanya Nero.


"Ayah...ayah nak,di sana ayah sedang kritis" Ucap Wati sambil nangis di pelukan anaknya.


"Apa..??? aku akan temani Bunda ke sana,tunggu aku berkemas sebentar" Nero akan pergi ke kamarnya namun tanannya di pegang Wati.


"Biarkan bunda saja yang kesana nak,kamu temani istrimu di sini dia lebih membutuhkanmu,biar Kenan yang nganter bunda ke bandara."


"Tapi Bun,,,"


"Sudah kamu diam di sini,istrimu lebih penting,jaga dia dan calon cucu bunda."Wati pergi di hantar Kenan,perjalanan kota seperti biasa macet di mana-mana.


" Kenan apa tidak ada jalan lain yang tidak macet,tante harus cepat menuju bandara"


"Ada tante,tapi kita harus puter balik dulu,di depan ada belokan kita puter balik disana"


"Ada tante,sebenarnya..." Ucapan Kenan menggantung.


"Kenapa sebenarnya?"


"Sebenarnya perusahaan sudah koleps tante,semua saham dan aset nya telah di ambil oleh paman Nero,ia di jebak oleh orang suruhan pamannya dengan pura-pura menjadi pegawai dan klayen"


"Apa...??Rami(paman Nero adik sari Rama) kau sangat keterlaluan akan saya balas semua perbuatan kamu" Ucap Wati.


"Sabar tante,kita sembuhin dulu om Rama" Ucap Kenan yang sedang membelokan kemudinya untuk memutar arah.


Namun saat mobil baru saja berputar dari arah belakang sebuah truk besar dengan kecepatan yang cukup tinggi menerjang mobil-mobil di depannya.


Mobil pertama terdorong jatuh dan mengguling,mobil kedua juga sama dan mobil ketiga,mobil yang di kendarai Kenan bersama Wati ikut terdorong hingga 100 meter dan berahir di sebuah tiang reklame besar dengan kondisi mobil yang sudah ridak berbentuk lagi.


Ambulan berdatangan mengangkut para korban kecelkaan beruntun itu,terlihat Kenan masih mengatur nafasnya yang di bantu dengan alat sedang cairan merah mengalir di sekujur tubuhnya,lain sengan Wati,ibunda Nero itu kini terbujur kaku dengan luka yang sangat parah.

__ADS_1


Kabar kecelakaan itu langsung terdengar ke telinga Nero dan Mini,mereka segera melajukan mobilnya kerumah sakit yang menangani korban kecelakaan itu.


Di lain tempat.


Laura sedang memilah-milih gaun pengantin yang telihat sangat wow di katalog yang di sediakan butik langganan orang tuanya,dering ponsel mengagetkan aktifitasnya.


"Siapa yang nelpon nak" Tanya mamih Laura.


"Ga thu mih,aku angkat dulu ya"


Percakapan di dalam ponsel.


"Halo" Ucap Laura.


"Maaf,apa ini dengan istri tuan kenan" Tanya orang di sana,Laura sudah berfikiran burum akan Kenan.


"**Bukan,saya bukan istrinya tapi saya calon istrinya"


"Tapi di dalam ponsel ini tertulis 'my wife' pokoknya siapapun anda,tolong segera ke rumah sakit xxx karena saudara Kenan mengalami kecelakaan**"


Ponsel Laura jatuh dan air mata sudah membasahi pipinya.


"Kamu kenapa sayang?"Tanya maminya.


" Kenan mih...dia mengalami kecelakaan hiks hiks hiks"Laura menangis di pelukan mamihnya.


Dirumah sakit tangis Nero pecah,ia masih memeluk Mini layaknya anak kecil yang menangis,hidupnya seakan benar-benar berahir.


"Ujian ini terlalu berat buat aku hon,hiks hiks hiks" Ucapnya yang masih di pelukan Mini.


Ibu Mini datang untuk menyemangati anak dan mantunya,di saat jenazah bundanya tengah di bersihkan,kabar lain datang lagi,Rama yang tadinya kritis sekarang di nyatakan telah lewat,seolah sudah menjadi ikatan yang kuat,pasangan suami istri itu kini sudah meninggalkan anak semata wayangnya sendirian.


"Apa?? ini tidak mungkin terjadi,ayah bunda mengapa kau meninggalkanku secepat ini" Ponsel yang di genggam Nero jatuh berbarengan dengan tubuh kekarnya.


"Sayang ada apa?" Tanya Mini.


"Ayah hon...ayah hiks hiks,dia sudah menyusul bunda".


-

__ADS_1


-


Hari ini pemakaman sepasang suami istri itu sedang berlangsung,mereka di makamkan berdampingan berharap di ahirat nanti mereka di pertemukan kembali.


__ADS_2