
Mini sudah pulang dari rumah sakit,untuk saat ini ia tidak di bolehkan tinggal di apartemen,sang mertua menyuruhnya untuk tinggal di mension saja.
"Bunda sudah menyiapkan semuanya,kamar kamu berada di bawah,agar kamu tidak naik turun tangga dan ventilasi yang menghadap ke timur,agar matahari pagi bisa kamu nikmati langsung"
"Terimaksih bunda" Mini memeluk mertuanya.
"Udah bun jangan lama-lama meluk Mininya,dia harus istirahat." Ucap Niko saat masuk membawa koper.
"Kamu pelit banget sih,bunda kan ingin memanjakan menantu bunda peluk aja tidak boleh" Gerutu Wati.
"Oh ya bun,ayah kapan pulangnya?"
"Ayah masih lama,sekitar 2-3 bulanan lagi,karena urusan di luar negri masih rumit."
"Oh begitu,ayuk hon kita masuk kamar" Niko menggandeng tangan istrinya,dan akan menaiki tangga.
"Yank kita mau kemana?"
"Ke kamar kita hon"
"Kamar kita udah bunda pindahin ke bawah,agar aku tidak repot naik turun tangga"
"Benarkah?"
"Iya Nak,bunda udah siapkan kamar baru"
"Terimaksih bunda" Niko memeluk dan mencium kepala wanita yang telah melahirkannya itu.
Makan malam sudah tersaji di atas meja makan,Mini dengan lahap memakan semua yang ada di piringnya.
"Nak,apa kamu tidak merasa mual?" Tanya sang mertua.
"Tidak bun,mungkin belum kali"
"Semoga kamu tidak nyidam parah"
"Memang nya bagaimana rasanya orang nyidam bun?"
"Bagaimna ya..susaah di jelaakannya,nanti kamu akan merasakannya sendiri"
"Yank kenapa kamu tidak makan?" Tanya Mini pada Suaminya.
"Ga tahu,semua makanan d sini tidak menggugah selera ku,malahan tiba-tiba aku merasa mual" Ucal Nero.
"Jangan-jangan kamu yang nyidam nak?" Ucap Wati.
"Masa iya bun,kan yang hamil Mini kok aku yang nyidam"
"Dulu ayah kamu juga begitu,bunda yang hamil ayah kamu yang nyidam,padahal dia suka banget dengan yang namanya soto,pas bunda hamil tidak sama sekali memakannya,baru menyebut namanya saja ayah kamu sudah mual"
"Aneh ya,tapi tidak apa-apa bun seperti itu?"
"Tidak apa-apa,tapi kamu juga harus jaga kesehatan" Ucap Wati.
Jam menunjukan pukul satu malam,Mini terbangun dari tidurnya dan merasakan cacing dalam perutnya berdemo.
__ADS_1
"Yank,sayank,,bangun" Mini membangunkan suaminya.Suara khas orang bangun tidur keluar dari mulut Nero.
"Ada apa hon?"
"Aku lapar yank"
"Ini jam berapa hon,perasaan masih gelap banget langit"
"Jam satu pagi"
"Hah jam satu??" Nero kaget dia pikir ini sudah pagi habis subuh."Kamu mau makan apa hon?"
"Sate,aku ingin makan sate"
"Apa jam segini masih ada tukanh sate?'
" Masih yank"
"Baiklah aku telpon Kenan dulu biar dia yang membelikan"
Telpon terhubung,Suara bangun tidurpun terdengar oleh Niko.
"Saya tunggu tiga puluh menit lagi,oke" Ucap Nero dia ahir perbincangannya dengan Kenan.
"Kamu tunggu sebentar ya,Kenan akan kesini mengantarkan pesenan kamu"
"Baiklah akan aku tunggu"
Tiga puluh menit kenudian Kenan datang membawa dua porsi sate,pasangan suami istri itu menunggu di ruang keluarga.
"Sepertinya saya akan menginap disini nona"
"Menginap??tidak ada kamar kosong di sini,sana kamu pulang saja"
"Tapi tuan bos,saya ngantuk sekali"
"Tidak ada tapi-tapi,cepat pulang atau saya potong gajih kamu?" Ancam Nero.
Kenan memutuskan untuk pulang,ia berjalan meninggalkan pasutri itu dengan menggerutu tidak jelas.
"Kalu bukan bos saya udah saya bejek-bejek anda tuan Nero" Ucap Kenan,kadang sisi gemesnya keluar di saat-saat tidak ada orang yang melihatnya.
"Jangan menggerutu seperti itu,aku masih bisa mendengarnya" Ucap Nero.
"Tidak tuan,saya cuma becanda" Kenan berbalik badan dan menampakan nyengir kudanya.
"Sudah pulang sana" Kenan pun pulang ke apartemenya.
"Yank,apa kamu mau?"
"Sepertinya enak,suapi aku satu aja" Ucap Nero manja.
"Aaa....." Mini menyuapai Nero,dari satu tusuk jingga habis lima belas tusuk.
"Padahal aku yang minta sate lho,tapi ko kamu yang doyan?"
__ADS_1
"Habisnya enak hon,heeee"
"Enak apa lapar?"
"Dua duanya,waktu makan malam aku sama sekali tidak makan,kebetulan kamu pengen sate,dan ternyata enak tidak membuat aku mual juga,besok kita beli lagi ya"
"Okelah sayangku". Setelah makan sate mereka melanjutkan tidurnya.
Di jalan menuju apartemennya,Kenan melajukan kendaraannya dengan cepat karena jalanan juga lenggang.Sekilas ia melihat Wanita tengah di goda oleh segerombolan lelaki.
Dengan melihat spion mobilnya Kenan masih memperhatikan peristiwa itu,mata yang tadi loyo seketika segar,ia membanting stir ke kanan untuk putar balik.
Cciiiiiiiittttt...ban mobilnya berhenti tepat di samping para lelaki menggoda wanita itu,ia keluar dari mobilnya,tatapan tajam serta rahang yang sudah mengeras ia perlihatkan ke para lelaki itu.
" Lu siapa? jangan ikut campur urusan kita"Ucap salah satu dari mereka.
"Lepaskan wanita itu atau kalau tidak kalian akan menyesal"
"Haaa siapa lu bisa ngancam kita?Lu ga tahu kita siapa?"
"Kalian ga tahu siapa saya?" Ucap Kenan.
"Gue ga perlu tahu lu siapa,yang pasti sekarang lu pergi dari sini jangan ganggu kita"
"Sekali lagi gue ngmong,cepat pergi dari sini" Teriak Kenan.
"Bos,sepertinya pemuda ini bukan orang biasa,harusnya dengan melihat tanda ini(dengan menunjuk tato di leher) dia tahu siapa kita" Bisik salah satu dari mereka ke ketua para lelaki itu.
"Siapa lu sebenarnya?"
"Gue KENAN" Kenan menghampiri salah satu dari mereka dan melihatkan gambar tato di lengan kanannya,sontak semua lelaki itu ketakutan,keringat dinginpun keluar dari tubuh mereka,wanita yang di goda tadi menjadi bingung dengan apa yang ia lihat,tangannya yang tadi di pegang oleh para lelaki bre****k itu kini terplepas dengan sendirinya.
Para lelaki itu lari terbirit-birit setelah tahu identitas Kenan melalui tatonya.
"Terimaksih tuan,telah menolong saya" Ucap wanita itu,suaranya terbata-bata peluh sudah menghiasi wajah dan tubuhnya,terlihat sangat gelisah sekali.
"Sama-sama nona" Ucap Kenan berjalam menuju mobilnya,Manusia yang dingin pada wanita,manusia yang tidak kenal akan cinta,manusia yang super kejam pada musuhnya dan manusia yang sangat kaku,itulah Kenan.Dia berniat meninggalkan wanita itu sendirian di sana,namun..
"Tuan" Ucap wanita itu,Kenan menoleh dan mendapati wanita itu tengah membuka kancing atas kemejanya.
"Hey..apa yang sedang kau lakukan" Kenan mendekati wanita itu dan menutup bajunya dengan sweeter yang ia kenakan.
"Tuan tolong aku,ini sangat panas sekali" Wanita itu mendekati wajah Kenan,dan mendesah lembut di samping telinganya,Kenan ngarti dan paham akan hal itu.
"Wanita ini sepertinya telah meminum obat perangsang" Batin Kenan.
"Tuan tolong aku"
Kenan membawa wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
Tidak membutuhkan waktu lama,Kenan dan wanita itu sampai apartemen Kenan.
Apa yang terjadi selanjutnya...????
penasaran ya...pantengin trs ya..jangan lupa like,komen,n vote...tq readers....
__ADS_1