
Didalam kamar ibu Mini tengah diskusi bersama anaknya.
"Baik lah bu,aku akan menerima perjodohan itu,tapi ada satu syarat" Ucap Mini.
"Apapun saratnya ibu kabulkan"
"Jangan paksa aku untuk mempunyai anak,aku tidak mau punya anak dengan orang yang belum aku cinta"
"Tapi nak,ibu kan pengen nimang cucu"
"Ya udah aku tidak mau nikah"
"Oke oke..ibu akan setuju dengan syarat kamu,ibu akan bicarakan ini dengan calon mertuamu,ibu keluar dulu,,,kamu sanah mandi,jangan jorok banget jadi anak perempuan" ucap Ibu Mini sambil berlalu meninggalkan putrinya.
"Iya ibuku yang bawel."
"Huuufffttt,,,gue bentar lagi nikah dengan orang yang belum gue kenal,ga tahu mukanya kaya apa,sifatnya kaya apa,,aaarrrrrgggggg....bodo ah...mending gue berendam biar dingin nich otak" Guman Mini
-
"Nero,bunda udah memutuskan minggu depan kamu akan menikah" Ucap Wati.
"Uhuukk uhuukk.." Nero keselek makanannya.
"Pelan-pelan kalo makan itu" Cletuk pak Rama.
"Aku ga mau bun,,,aku akan menikahi kekasihku,aku akan tetap menunggu dia sampai menerima lamaranmku"
"Baik kalo mau kamu begitu,tapi kunci mobil,semua black kartu dan kunci apartemen balikin ke bunda,serta serahkan surat pengunduran diri kamu dari jabatan COE segera kasih ke bunda"
"Apa,,,ga salah denger bun,terus aku mau ngapain?"
"Ya..kamu keluar dari rumah ini,cari kerjaan yang lain untuk bisa melamar kekasihmu itu" Ancaman bunda Wati.
"Bun,,,kenapa begini sih,ini bukan jaman siti Nurbaya,aku bisa mamilih jodohku sendiri"
"Tapi pilihan orang tua itu tidak akan salah nak" Ucap pak Rama.
"Tapi yah,aku tidak tahu calon istriku itu bagaimana,aku bahkan belum pernah menemuinya"
"Maka dari itu,besok kan weekend bunda sudah merencanakan kencan untuk kalian,sekalian kalian fitting baju pengantin"Ucap bu Wati.
"Bun...ini sudah tidak benar,aku tetap menolak perjodohan ini"
"Baik kalo gitu,balikin semua fasilitas yang bunda dan ayah berikan"
Nero memberikan kunci mobil,apartemen,semua kartu hitam yang dimilikinya kepada Bundanya.
Ia merelakan semua agar ia terhindar dari perjodohan itu,tinggal kaos dan celana bahan serta 3 lembar uang berwarna merah yang di kasih bundanya.
__ADS_1
"Oke,,silahkan sekarang kamu keluar dari rumah ini,bunda tunggu surat pengunduran diri kamu besok,dan jangan balik ke rumah sebelum kamu setuju dengan perjodohan ini" Ucap bu Wati.
Nero pergi meninggalkan rumah,ia berjalan dari komplek rumahnya menuju jalan raya,belum tahu akan kemana tujuannya,hanya uang 3 ratus ribu yang ia pegang,mao hubungin temannya tidak mungkin,karena HP sudah di sita bundanya.
Waktu menunjukan pukul 8 malam,Nero masih menyusuri jalanan,tiba-tiba dari arah belakang ada motor melaju sangat kencang menyerempet badannya.
"Aawwwwwwww" Ucap Nero,badanya terjatuh ke aspal,kepalanya berdarah karena menimpa batu,hidungnya sedikit baret di tambah tangan nya memar dan bengkak mungkin patah karena kepentok setang motor yang cukup kencang.
Tidak ada yang membantu Nero walau ia sudah meminta tolong sampai kesadaranya mulai menghilang,sedang sang penabrak sudah kabur entah kemana.
"Itu ada apa rame-rame" Ucap wanita dalam mobil itu.
Sekilas terdengar kata kasian,tega,darah..karena penasaran wanita itu yang tak lain Mini,keluar dari mobilnya dan mendekati kerumunan.
"Ya ampun,kenapa tidak ada yang menolongnya." Ucap Mini kaget.
"Dia mungkin orang gila yang sembarangan jalan neng" Ucap salah satu Emak-emak.
"Tapi ya tidak seperti itu,lihat dia sudah tidak sadarkan diri."
"Justru itu neng,kami takut kalo dia sudah mati,nanti kami di tanya-tanya sama pihak berwajib"
Mini memeriksa nafas Nero,dengan memegang nadinya dan mendekatkan jari ke depan hidungnya.
"Masih ada nafasnya,tolong bapak-bapak bawa ke mobil saya,pria ini cuma pingsan." Ucap Mini.
Keesokan hari Nero membuka matanya dan kaget ternyata ia berada di rumah sakit.Tidak lama pintu ruangannya terbuka.
"Hay...anda udah sadar?" Tanya Mini.
"Sudah,anda siapa?" Tanya Nero.
"Saya orang yang menolong anda dari kecelakaan yang anda alami semalam."
"Oh...terimakasih atas kebaikan anda"
"Kenalkan nama saya Mini"
"Nero"
Deg.."Ko namanya sama dengan orang yang di jodohkan ibu,jangan-jangan...aahhh tidak mungkin,banyak nama Nero di dunia ini"Batin Mini.
"Mini....Apa kamu melamun?" Ucap Nero.
"Aahhh tidak...ini saya bawain makanan,makanlah dulu sebelum dingin"
"Baik lah..."
Namun ketika Nero ingin membuka makanan itu,ia merasa kesulitan karena tangan kanannya masih sakit.
__ADS_1
"Sini saya bukain" Ucap Eca dengan membuka makann yang ia beli.Dan Nero memakannya menggunakan tangan kirinya.
"Kenapa anda bisa tertabrak,saya tidak bisa menemukan dimana tempat tinggal anda,jadi saya langsung bawa ke rumah sakit"
"Saya di usir sama kedua orang tua,gara-gara saya menolak perjodohan itu,mereka memaksa saya menikahi anak temennya,kesialan ini karena wanita itu,andai wanita itu juga menolak,pasti orang tua saya tidak akan tega mengusir saya."
"Oh seperti itu" Ucap Mini dengan anggukannya."Anda tidak usah memikirkan biaya rumah sakit ini semua udah saya bayar,mungkin 3 hari kedepan anda sudah bisa keluar"
"Terimakasih sekali lagi,oh ya...boleh saya minta tolong ..?? "
"Iya..."
"Tolong pinjamin saya ponselmu,,"
"Nih" Dengan memberi ponsel nya ke Nero.Lalu Nero mengetik nomor telpon dan menghubunginya,tak lama telponnya pun terhubung.
**Perbincangan di dalam ponsel.
"Hallo,ini siapa?" Ucap wanita disebrang sana.
"Ini aku Nero sayang"
"Kamu kemana saja,dari semalam aku hubungin nomor kamu tidak aktif,ini nomor siapa beb?"
"Ini nomor teman,i..iya teman,,sekarang aku ada di rumah sakit x x x"
"Kamu sakit apa beb?" Ucap khawatir wanita itu.
"Semalam aku habis kecelakaan"
"Ya udah tunggu aku,aku akan kesitu**."
Ponselpun di matikan,dan di kembaliin ke pemiliknya.
"Terimaksih sekali lagi" Ucap Nero.
"Sama-sama,Oh ya saya ke kampus dulu,tidak apakah anda saya tinggal?,pencet tombol itu saja bila membutuhkan sesuatu,seorang suster akan segera datang"
"Oke baiklah"
Mini pergi dari ruangan itu,Tiga puluh menit kemudian Wanita dalam ponsel itu datang,ia adalah Luna kekasih NERO.
"Beb...ko bisa seperti ini.
?" Tanya Luna.
Nero menceritakan semua kejadian yang ia alami kemarin,dari perjodohan,di usir dan kecelakaan,terlihat berubah pada raut wajah Luna.
"Ternyata pria ini sudah kere,buat apa saya menikah dengannya,bisa ikut miskin gue" Batin Luna."Ya udah beb,kamu istirahat dulu ya sebentar lagi aku ada jadwal pemotretan"Lanjut Luna.
__ADS_1