CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
Laura


__ADS_3

"Tolong aku,badanku terasa panas" Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Laura Kusumo,anak dari Rika dan Justin(Ada ceritanya di komik sebelah ya..MY WOMEN).


Laura masih merancau di atas tempat tidur Kenan,Kenan langsung menelpon dokter kepercayaannya untuk segera datang,setelah panggilan itu terputus Kenan mengangkat tubuh Laura ke dalam kamar mandi dan membaringkannya di dalam bath up,air dingin kini menyirami tubuh Laura yang masih bergerak sensual.


Kancing kemejanya telah lepas,kemolekan tubuhnya terlihat jelas saat semua pakaiannya basah,Kenan dengan susah payah menelan air liyurnya.Dan tidak lama kemudian dokter datang,waktu telah menunjukan pukul 01-45 Pagi.


"Dok cepat kasih dia sesuatu" Ucap Kenan.


"Kamu ketemu wanita ini di mana?" Tanya dokter sambil memeriksa Laura.


"Tadi di jalan ketika saya pulang,dia sedang di ganggu preman".


" Kenan,dosis perangsangnya sangat kuat saya khawatir akan terjadi kerusakan kalau tidak sampai di lampiaskan"


"Maksud dokter apa?"


"Kamu harus melakukan itu"


Lima menit sudah dokter itu pergi,namun kata-katanya masih terngiang di pikiran Kenan,ia masuk lagi ke kamar mandi setelah mengantar dokter pergi,pemandangan yang sangat langka di lihatnya,tubuh Laura sekarang tanpa benang sehelai pun,ia masih bergerak bak penari st*****s,ia merema* pa*****anya sendiri dan memegang area sensitifnya dengan tangan satu laginya.


Saat matanya melihat Kenan yang tengah berdiri di tengah-tengah pintu,dengan gontai Laura menghampirinya.


Kenan kaget dari lamunannya saat bibirnya basah,tangan Laura sudah mengalungkan di leher Kenan,dan bibir mereka sudah menyatu.


Kenan pria normal,walau dingin dengan wanita tapi naluri laki-lakinya tidak bisa di tahan lagi saat ada ikan di depan mata yang sengaja minta di terkam.


"Tolong aku" Lirik Laura yang masih terdengar oleh Kenan.


"Baik lah,saya akan menolongmu,namun saat bangun nanti kau jangan terkejut"


Ini pertama untuk Kenan dan Laura,mereka seperempat malam dengan olahraga membakar kalori di atas tempat tidur.


Matahari pagi masuk ke dalam sela-sela hordeng kamar Nero dan Mini,sepasang insan itu masih terlelap,namun suara kokokan ayam membangunkannya.


"Brisik banget sih ayam siapa itu?" Ucap Nero,matanya masih terpejam namun suaranya sudah terdengar.


"Hooaaaammmm...." Mini bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang,Nero masih memeluk istrinya itu,tangannya beralih ke perut Mini.


"Pagi junior,kamu mai makan apa pagi ini?" Tanya Nero berbisik di samping perut Mini.


"Aku mau makan ayam goreng kriuk dady" Ucap Mini menirukan suara anak kecil.


Mini beranjak dari tempat tidur dan membuka hordeng agar sinar matahati masuk ke dalam kamar namun...


"Hooeeeekkk..uueeeeeeekkkk...ueeeeeekkkk.." Nero berlari ke kamar mandi.,,rasanya mual saat melihat matahari...di dalam kamar mandi ia masih merasa mual dan memuntahkan sisa makan sate semalam.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?"


"Ga tahu hon,saat aku melihat sinar matahari perutku terasa mual,tolong kamu tutup kembali hordengnya"


"Baiklah aku tutup dulu,kamu mandi duluan aja,aku akan membuatkan sarapan sebentar"


Setelah menutup hordeng kamar,Mini pergi kedapur membuat susu coklat untuk dirinya dan kopi buat suaminya,sedang mertuanya masih berada di kamarnya.


Mini sudah kembali lagi ke kamarnya namun belum melihat suaminya,ia membuka pintu kamar mandi dan kaget melihat suaminya tidak berdaya dengan mata terpejam duduk di lantai dan bersender di dinding,ada busa di mulutnya membuat Mini teriak histeris.


"Aaaaaaahhhhh.....bunda tolong"


Ada maid yang mendengar teriakan Mini langsung masuk ke kamarnya dan yang lainya membangunkan Wati.


"Ada apa nona?" Tanya maid itu.


"Tolongin tuan bi,," Mini menangis melihat suminya pingsan di tambah melihat mulut Nero berbusa.


"Ada apa nak" Tanya Wati setelah di kasih tahu maid kalau sang menantu berteriak kencang di kamarnya"Ya ampun Nero,kenapa dia?"


"Tidak tahu bun,tadi aku sedang di dapur dan dia di kamar mandi,sebelumnya dia habis muntah"


"Itu busa apa nak?" Wati juga menangis melihat keadaan anaknya,"Cepat telpon dokter"lanjutnya.


"Bagaimna dok,ada apa dengan anak saya?" Tanya Wati.


"Tuan Nero hanya kelelahan,apakah dia habis muntah?" Tanya sang dokter.


"Iya dok tadi dia muntah-muntah"


"Baiklah,ini resep agar tuan Nero meminumnya sebelum makan,tidak ada yang membahayakan,ia hanya kelelahan pasca muntah,ini saya kasih resep anti mual"


"Tapi dokter,kenapa ada busa di mulutnya?"


"Itu busa pasta gigi,mungkin dia sedang menyikat giginya dan rasa mual itu datang,itu biasa terjadi pada ibu yang sedang hamil"


"Tapi diakan tidak hamil dok?"


"mungkin anda sedang hamil Nona?"


"Iya saya memang lagi hamil dok"


"Jawabannya sudah jelas,baiklah saya pamit dulu,permisi nona" Dokteepun pergi.


"Ini semua sama seperi bunda dulu,bunda yang hamil ayah yang nyidam dan mual"

__ADS_1


"Ko bisa ya bun"


"Entah lah,,tapi ada enaknya juga,kita bisa makan apa saja tanpa merasa mual,sudah kamu lap mulut suami kamu sana kaya orang keracunan saja" Ucap Wati


Mini mengelap mulut suaminya sedang bunda Wati berjalan menuju jendela dan membuka hordeng,sehingga sinar matahari masuk lagi.


Tubuh Nero merespon adanya sinar matahari,ia membuka matanya dan langsung masuk ke kamar mandi,ia memuntahkan kembali isi perutnya.


Di apartemen Kenan.


Laura menggeliatkan tubuhnya,rasa berat ia rasakan di atas perut dan kakinya,ia mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk.Saat matanya sudah kebuka total,ia merasa bingung sedang berada di mana.


"Aaaahhhhhhh....." Jeritan keluar dari mulut manisnya membuat Kenan terbangun dari tidurnya.


"Apa yang sudah kau lakukan?" Ucap Laura dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Harusnya saya yang bertanya seperti itu nona?"


"maksud anda apa?"


"Lihatlah punggung,dada dan leher saya,semua bekas cakaran anda"


"Apa itu tidak mungkin,apakah semalam kita melakukan itu?" Tanya Laura.


"Menurutmu??"


"Itu tidak mungkin,kenapa kau melakukan itu padaku,kenapa tidak kau panggil dokter atau antar aku ke keluagaku"


"Kau salah nona,kau yang memaksa saya melakukan itu dan sebelumnya saya sudah memanggil dokter,karena dosis perangsang itu sangat kuat hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan nyawamu dengan melakukan itu." Terang Kenan.


"Hiks hiks hiks apa yang harus aku lakukan?,bagaimana cara menghadapi keluargaku nanti,bagaimana kalau nanti aku hamil?" Laura menangis sejadi-jadinya membuat Kenan merasa lucu dan senyum di bibirnya sangat terlihat jelas.


"Kenapa kau tersenyum,apa ada yang lucu?" Tanya Laura.


"Kenan" ia menyodorkan tangannya ke Laura.


"Laura,,hiks hiks hiks..apakah ini waktu yang tepat untuk berkenalan?" Laura kembali menangis.


"Tenang lah,aku akan bertanggung jawab" Ucap Kenan dengan halus.


"Apa kamu serius?,bahkan kita tidak saling kenal"


"Tapi papahmu mengenalku"


"Apa?" Ucap Laura kaget.

__ADS_1


__ADS_2