CEO SUAMIKU

CEO SUAMIKU
semua seba baru.


__ADS_3

"Hon,ada sesuatu yang akan aku bicarakan penting padamu,aku minta kamu jangan kaget ya" Ucap Nero saat mereka ada di kamar.


"Iya yank,aku akan mendengarkan dengan baik."


"Minggu besok,mension ini dan apartemen aku akan di sita bank,untuk melunasi utang perusahaan yang ada di luar negri,sebelum ayah meninggal ia sedang mengerjakan proyek dan..." Ucapan Nero di potong oleh istrinya.


"Sudah tidak apa-apa yank,kita akan memulai kehidupan baru setelah ini,jual saja mobil aku untuk kita modal hidup ke depan" Ucap Mini.


"Jangan mobil kamu,biar mobil aku aja yang di jual,maaf kan aku hon,aku tidak berdaya"


"Udah yank,kita akan kuat bila terus bersama,yang penting kamu tetap berada di sampingku"


"Terimaksih honey" Nero mengecup kening Mini dan mereka terlelap ke dalam alam mimpi.


Di pinggiran kota sepasang suami istri itu baru saya tiba di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah,sederhana dan banyak di kelilingi tanaman-tanaman serta pepohonan.


"Hon,hanya ini rumah yang bisa aku beli untuk kita" Ucap Nero.


"Tidak apa-apa yank,ini sudah lebih dari cukup" Mini menggandeng lengan suaminya,tidak lama kemudian terlihat seorang wanita paruh baya datang menghampiri.


"Ibu sudah sampai?" Tanya Mini.


"Iya,kamu jangan ngangkat yang berat-berat ingat kandunganmu masih muda"


"Iya ibuku"


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah baru,semua ruangan di dalamnya masih bersih,karena sang pemilik sebelumnya memang selalu membersihkannya.


"Barang-barang kapan datangnya yank?"


"Sebentar lagi hon,lagi dalam perjalanan,kita tunggu di teras dulu sekalian makan siang,di dalam tas ada tiker kita gelar aja di depan teras" Ucap Niko.


Mini mengambil tikar yang ada di dalam tas dan menggelarnya didepan teras rumah.


"Kayaknya tidak cocok,kenapa tidak di gelar di sana aja" Ucap Ibu Mini dengan menunjuk tempat di bawa pohon yang sangat adem.


"Iya mending di sana,sekalian kita piknik" Ucap Mini.


Ahirnya mereka memutuskan makan ala ala piknik di bawah pohon yang rindang,angin yang adem dan suasana yang jauh dari tengah-tengah perkotaan.


"Yank kamu makan yang banyak ya,lihat badan kamu sekarang kurus" Ucap Mini pada suaminya.

__ADS_1


"Aku belum selera makan hon,aku sangat ingin makan banyak,namun perut aku masih tidak menerimanya,sampai kapan aku seperti ini?"


"Sabar yank,mungkin kalau si junior masuk trimester kedua,nafsu makan kamu akan kembali"


"Benar itu,di trimester kedua rasa mual itu sedikit demi sedikit menghilang" Terang Ibu Mini.


Di tengah mereka menikmati makan siang,barang-barang yang mereka pesen untuk mengisi rumah barunya datang,tidak tanggung-tanggung lima truk mobil membawa semua perabotan.


"Yank,kamu tidak salah???" Tanya Mini.


"Kenapa hon?"


"Ini terlalu banyak,apa semua perabotan ini muat?"


"Tenang hon,aku sudah memikirkannya"


Tiga hari kemudian,setelah selesai merapihkan semua perabotan di dalam rumahnya,pasangan suami istri itu berniat akan membeli perlengkapan untuk bayinya kelak,mumpung uang hasil penjualan mobil masih ada.


"Kalian mau kemana?" Tanya Ibu Mini.


"Kita mau belanja keperluan bayi"


"Kalau kata orang dulu mah pamali nak,usia bayi kamu masih terlalu muda,nanti saja kalau sudah delapan bulan baru kamu beli" Jelas Ibunya.


"Kamu jangan khawatir soal pekerjaan,kamu bisa kembangin lagi rumah kompeksi ibu,kamu kan pernah sekolah di bidang bisnis,akan ibu percayakan semuanya ke kalian"


"Terimaksih bu,terimakasih banyak" Ucap Nero.


"Bu,ibu tinggal di sini aja ya,nemenin aku"


"Kan ada Nero nak,rumah di sana siapa yang ngurusin,besok ibu akan pulang,nanti ibu akan menyuruh orang agat tinggal di sini untuk membantu-bantu pekerjaan rumah.


Di tempat Rumah sakit,Kenan sudah melewati masa krisisnya sekarang ia berada di ruang perawatan,dengan di temani Laura yang setia di sampingnya.


" Kamu jangan menangis lagi dong,aku kan sudah sadar"Ucap Kenan.


"Iya,iya aku tidak nangis lagi"


"Gitu dong" Kenan menggenggam tangan Laura dan mengecup punggung tangannya"Terimakasih sudah menunggu aku,aku janji setelah aku keluar dari rumah sakit kita aka menikah"Lanjut Kenan.


"Iya..aku akan menunggu kamu sampai kata ijab itu diucapkan"

__ADS_1


"Terimaksih sayang"


-


-


Pagi itu setelah menghantar ibu Mini pulang,pasangan suami istri itu berniat menjenguk Kenan,dari kejadian kecelakaan itu Nero belum sempat melihat keadaan Kenan.


"Tuan,nona..."


"Jangan panggil saya Tuan dan Nona lagi,sekarang kami bukan bosmu"Ucap Nero.


"Tidak tuan,kalian adalah orang yang sangat berharga dan sangat penting bagiku,maafkan saya tuan,saya lalai tidak bisa menjaga nyonya besar" Ucap Kenan dengan tertunduk.


"Kamu tidak perlu minta maaf,semua ini sudah takdir yang di atas,kamu cepat sembuh dan segeralah nikahin gadis itu" Ucap Nero dengan melihat Laura yang sedari tadi duduk di samping Kenan,Karena kecelakaan itu acara pernikahan Kenan dan Laura sementara di undur,sampai Kenan kembali sehat.


"Terimaksih tuan atas semangatnya"


"Aku yang harusnya terimaksih padamu,aku sekarang bukan bosmu lagi,ini hadiah untuk pernikahan kamu,khawatir kami tidak bisa hadir,karena kami sudah tidak tinggal lagi di mension atau apartemen,jadi kami kasih sekarang"


"Tuan,saya tidak bisa terima ini,saya akan menunggu tuan datang di acara pernikahan saya,tuan adalah satu-satunya keluarga saya,dimana sekarang tuan tinggal,saya akan pindah di samping tuan,kalau bisa saya akan membuat resepsi pernikahan itu di dekat kediaman tuan" Ucap Kenan.


"Kami pindah di pinggiran kota,di sana saya membeli rumah yang sangat sedehana,kamu jalani saja bisnis yang kamu punya,aku sudah tidak bisa menggajih kamu"


"Tuan,aku tidak perlu gajih,aku hanya butuh keluarga,aku sudah tidak punya orang tua dan keluarga,tuan satu-satunya keluarga saya"


"Baiklah,kamu bisa menemui aku di alamat sini,kamu hidup yang baik di sini dan cepat sembuh"


"Terimaksih tuan,saya dan Laura akan sering-sering main ke sana,iyakan sayang" Ucap Kenan pada Laura.


"Iya yank"


"Aku dan Mini pamit pulang dulu,khawatir kemalaman di jalan" Ucap Nero.


"Kamu jaga Kenan baik-baik ya,berikan dia vitamin dan susu terbaik agar cepat sembuah" Sambung Mini pada Laura.


"Ba..baa..ik Nona"


"Jangan panggil saya nona,panggil saja Kakak"


"Ba.baik ka..kak"

__ADS_1


"Oke kami pamit ya" Nero dan Mini keluar dari ruang perawatan Kenan dan pulang menuju rumah sederhana mereka.


__ADS_2