
"Honey,aku pulang" Teriak Nero saat masuk apartemennya."Honey kamu di mana?"Lanjutnya.
"Di sini yank" Ucap Mini dengan nada khas bangun tidur.
Nero menaruh semua belanjaanya di meja makan dan menghampiri istrinya di kamar.
"Kamu tidur lagi hon?" Tanya Nero.
"Ho'oh,tubuhku masih cape yank" Ucap Mini dengan menarik selimut dan memeluk guling kembali.
"Hon,aku sudah membeli pesananmu,cepat kamu pakai,,,padahal nanti malam akan aku gempur lagi gua kamu" Ucap Nero.
"Taruh saja di sana,itu buat persiapan kalau tamu bulananku datang,biasanya ahir bulan seperti ini."
"Berarti kamu tidak lagi palang merah?"
"Bukan tidak,tapi belum!!"
"Apa kamu menantikan palang merah itu datang?" Tanya Nero sedikit murung.
"Iya,siklus menstruasiku harus teratur" Jawab Mini.
"Berarti harapan aku punya anak masih jauh"
"Bukan begitu yank,justru itu kalau siklus mestruasiku lancar aku bisa dengan mudah menghitung masa suburku" Jelas Mini.
"Tapi kalau kamu palang merah,berarti kamu belum hamil"
"Iya sayang,kita harus tetap berusaha dan berdoa"
"Baiklah aku doain semoga bulan ini kamu telat palang merahnya,dan semoga Nero junior ada di sini" Ucap Nero dengan mengelus perut Mini.
"Aamiin."
"Doa udah,sekarang usahanya" senyum Nero mengangkat ujung bibirnya.
"Maksud kamu?"
"Usaha bikin anak hon..." Nero mencium bi**r ranum Mini.
Kruyuk kruyuk...bunyi cacing di perut Mini tengah memanggil-manggil.dan seketika aktifitas di atas tempat tidur berhenti.
"Aku lapar yank..."
"Hmmm. baik lah aku akan memasak untukmu" Nero keluar dari kamar dan memasang clemek di badannya,lalu dengan lihay tangannya memotong segala sayuran dan daging.
30 menit kemudian,aneka makanan tersaji di atas meja makan,belum Nero memnanggil Istrinya,ia sudah keluar duluan dari kamar dengan pakaian yang masih acak-acakan.
Mereka menikmati makanan dengan lahap.
"Biarin aku yang membawanya hon" Ucap Nero saat Mini akan membawa piring kosong bekas makannya.
"Oke,terimaksih yank." Nero membersihkan semua barang yang ada di meja makan dan memcucinya.
"Suamiku terlihat gagah saat mencuci piring" Guman Mini dalam hati.Lalu ia menghampiri Nero yang sedang mencuci peralatan.
"Sayang" Ucap Mini sambil memeluk Nero dari belakang.
"Kenapa? hmm"
"Hari ini kamu ada kekantor ga?" Tanya Mini.
"Ada nanti jam dua meeting bersama klayen,kenapa?"
__ADS_1
"Aku ingin kuliyah lagi"
Nero diam sejenak lalu mencuci tangannya dan membalikan badan menghadap istrinya.
"Kamu yakin?"Dengan membenarkan helaian rambut yang menutupi matanya.
" Iya yank,aku bosen harus di rumah terus,aku kangen teman-teman aku,aku janji setelah S2 ku selesai aku akan berhenti."
"No.no..no..tidak ada kata berhenti untuk belajar,aku izinin kamu untuk melanjutkan kuliyah dan harus dan wajib berhenti saat Nero junior ada di sini" Ucap Nero sambil memegang perut istrinya.
"Terimaksih sayang,aku janji saat dia hadir aku akan berhenti"Mini memeluk tubuh suaminya.
" Kamu mandi dulu sana,bau sekali"Nero menutup hidungnya.
"Enak aja,kamu yang bau weee" Mini lari menuju kamar dan mengeluarkan lidahnya tanda mengejek.
30 menit kemudian Mini sudah terlihat rapih.
"Yank,anterin aku ke kampus ya" Ucap Mini pada Nero yang baru keluar dari kamar mandi.
"Iya,aku pakai baju dulu"
"Oke aku tunggu di ruang tamu" Mini keluar dari kamar.Lima belas menit kemudian Nero keluar dari kamar dengan setelan jas.
"Kamu mau langsung ke kantor?"
"Iya hon,biar tidak bolak-balik"
"Oke ayuk kita OTW" Mini merangkul lengan suaminya sampai ke lobi.
"Manja" Ucap Nero.
"Apa??''
"Apa?? tadi kamu bilang apa?"
"Kamu manja"
"Emang kenapa,manja sama suami sendiri"
"Dulu aja tidak mau di jodohin sama aku,sekarang udah kaya perangko"
"iiiiiihhhhh kamu apaan sih,aku kan kasian sama kamu,kalau kamu tidak nikah denganku pasti kamu masih jadi gembel" Terang Mini.
"ck..Kamu ya,,," Nero mencolek hidung Mini dan mencium punggung tangannya."I love u"Lanjutnya.
"Love you to" Mini mencium pipi suaminya."Udah konsentrasi nyetirnya"Lanjutnya,yap mereka sekarang ada di dalam mobil.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di kampus Mini,semua mata tertuju pada mereka.
"Pasangan yang serasi" Ucap salah satu temenya.
"Itu kan Mini,siapa laki-laki di sampingnya" Ucap Ara dari kejauhan.
"Mini.." Teriak Ara.
"Ara..." Mereka saling berpelukan.
"Kamu kemana saja,tidak ada kabar sampai berbulan-bulan" Tanya Ara.
"Maafkan aku ra,nanti aku ceritain semuanya"
"Ini siapa??"
__ADS_1
"Suami aku,kenalin namanya Nero"
"Nero" Dengan mengulurkan tangan ke Ara.
"Ara"
"Baiklah,aku ke ruang dekan dulu"
"Oke,aku tunggu di kantin ya,oh ya mana nomor kontak kamu"
Mini mencatat nomor ponsel yang barunya di ponsel Ara,setelah itu mereka berpisah.
Jam menunjukan pukul satu siang,Nero pamit untuk kekantornya.
Blentuuuuunggg..Anggaplah bunyi chat masuk.
"Aku tunggu di kantin-Ara-" Mini langsung menuju kantin setelah Nero melajukan mobilnya,dan menceritakan semua yang di alaminya pada Ara.
"Maafkan aku,aku tidak tahu" Ucap Ara.
"Tidak apa-apa,semuanya telah berlalu,aku sangat bahagia mendapatkan suami seperti dia"
"Beruntung sekali kamu Mini" Guman Ara dalam hati.
Sementara itu di kantor,setelah keluar dari mobil Nero bergegas menuju ruangannya,semua orang di kantor menghormati dan menakutinya.
Braaakkkk....Seorang office boy yang tengah megepel lantai tidak mengetahui kedatangan bosnya itu menabraknya,karena posisi si office boy yang membelakangi Nero.
"Maaf,maaf tuan,saya tidak sengaja" Ucap si office boy,Semua yang ada di situ saling melihat dan berucap.
"Matilah si OB itu" Ucap salah satu kariawan.
"Iya,bisa-bisanya dia tidak tahu" Timpal temenya dengan berbisik-bisik.
"Tidak usah kalian berbisik-bisik,kalian kerja di sini itu di gajih dan bukan hanya berbisik-bisik dan bergosip." Ucap Nero dengan suara baritonya dan membuat orang yang mendengarnya kembali mengerjakan tugasnya.
"Kau,siapa namamu?" Tanya Nero pada OB itu.
"Dimas tuan"
"Lain kali kalau kerja hati-hati,bersihkan air ini dan ganti baju mu bau kringat" Ucap Nero dengan menepuk pundak OB itu dan masuk ke dalam lift khususnya.
"Baik tuan,teimakasih" Ucap Dimas"Selamat tidak di pecat"Dengan mengelus dada"Aku harus bergegas mengganti bajuku"Dimas mencium-cium baju yang ia kenakan,tidak ada bau kringat yang bosnya bilang,yang ada bau parpum yang masih menyengat.
"Dimas kenapa dengan mu?" Tanya Kenan yang baru datang.
"Eehhh mas Kenan,ga kenapa-kenapa mas,baru datang mas..?" Tanya Diman.
"Iya,,,kamu kenapa nyium-nyium baju begitu"
"Tadi kata pak bos sya bau kringat,mangkanya saya cium-Cium baju sendiri."
Kenan mencium baju Dimas,bukan bau kringat yang ia cium tapi minyak nyong-nyong yang sangat menyengat.
"Astaga,bau apa ini,ini mah lebih dari pada bau kringat,kamu pakai parfum apa Dim?"
"Saya hanya pakai minyak nyong-nyong mas,ini minyak dapat warisan dari kakek buyutnya buyut saya mas" Jawab Dimas.
"Busyet udah berpa tahun itu minyak?"
"Kira-kira sudah 134tahun yang lalu" Ucap Dimas.
"Ngaco kamu Dim,sudahlah saya ke atas dulu Bos sudah menunggu" Kenan naik ke atas menemui Nero,Kenan dan Dimas memang cukup akrab pasalnya mereka berasal dari satu daerah dan mereka juga masih ada ikatan darah yang mana,buyutnya kenan adalah paman dari kakeknya Dimas.
__ADS_1