
Namaku Lisya Ramadani sering dipanggil lies, aku sekolah di salah satu STM di kota B dengan jurusan mesin dan inilah hari yang kami tunggu-tunggu yaitu hari pengumuman kelulusan, aku dan teman-teman merasa senang karena kami semua lulus sekolah dan untuk merayakannya kami saling menandatangani baju seragam dengan spidol warna-warni sebagai kenang-kenangan kalau kami pernah bersama-sama melewati hari-hari selama 3 tahun, dimana kami sering dihukum karena terlalu berisik atau karena sering kabur di jam sekolah hanya untuk menonton pertandingan sepak bola, tapi setelah hari ini aku tidak tau kapan lagi kami semua bisa berkumpul seperti ini.
Sekarang baju seragamku sdh penuh dengan coretan tandatangan teman-teman yang hampir semuanya laki-laki, hanya bagian dada saja yg masih bersih karena aku tak mengijinkan mereka mencoretnya disana.
Hari sudah sore dengan berat hati kami semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Didalam angkot aku berfikir, apa yg harus aku lakukan setelah ini, aku ingin melanjutkan kuliah sesuai jurusanku tapi aku kasian sama ortuku karena biaya kuliah itu mahal sementara keluargaku bukan keluarga kaya, aku anak bungsu dari 6 bersaudara, kakak-kakaku sdh bekerja tapi belum begitu mapan, ayahku pensiunan PNS dan ibuku membuka usaha warung makan sederhana, sekarang aja mereka harus banting tulang untuk membiayai sekolahku apalagi nanti aku kuliah, tapi kalau aku gak kuliah aku harus kerja apa dengan ijasah STM jurusan mesin, kerja di pabrik? kerja di bengkel ? jadi tukang las? oalah pasti mereka akan lebih memilih anak laki-laki untuk dipekerjakan karena tenaganya lebih kuat dari pada anak perempuan, aku sungguh bingung sendiri, ternyata begini rasanya setelah lulus, karena kemarin-kemarin tidak terpikirkan olehku, selama 3 tahun ini aku hanya senang-senang saja diajak temanku sekolah di STM.
Betul kata ibuku waktu pertama dia tau aku daftar masuk STM "kamu yakin na, mau masuk STM? disana kan hampir semua muridnya laki-laki, nanti kalau kamu digangguin gimana, mending masuk SMEA saja biar nanti gampang cari kerjanya" kata ibuku waktu itu mengingatkan, tapi aku tetap keukeuh ingin masuk STM dengan alasan banyak teman-temanku masuk STM sehingga ortuku menyetujuinya.
Sesampainya dirumah kebetulan bapak, ibu dan kakak-kakaku sedang berkumpul mereka kaget melihat bajuku menjadi warna warni.
"Lies kamu habis perpisahan ya? sampai bajunya penuh tandatangan begitu?" tanya kakaknya yang no 2.
"Iya teh tadi pengumuman kelulusan" jawabnya sambil menyalami ibu, bapak dan kakak-kakaknya.
__ADS_1
"Ya sudah mandi dulu sana" kata bapaknya.
"Iya pak" jawab Lies sambil masuk kekamarnya untuk bersiap-siap mandi.
Selesai mandi Lies duduk diantara mereka, lalu bapak nya bertanya "Lies kamu mau lanjut kuliah atau gimana?"
Belum dia menjawab, kakaknya sudah mendahului bicara, "kamu harus lanjut kuliah Lies, kamu kan anak bungsu, jangan sampai kaya kami kakak-kakakmu hanya pekerja pabrik, kamu harus lebih baik dari kami, buat kami bangga karena hanya tinggal kamu satu-satunya harapan keluarga".
"Iya teh, Lies bingung, pengennya sih kuliah tapi biaya kuliah kan mahal" jawab Lies sambil berkaca-kaca.
"Kalau diijinkan Lies mau coba daftar di akademi maritim pak" jawabnya ragu-ragu.
"Itu dimana Lies? perasaan di sini ga ada deh akademi maritim" tanya kakaknya lagi.
__ADS_1
"Iya teh adanya di kota J, tapi ada juga yang di kota C" jawabnya bersemangat.
"Terus kamunya mau pilih yang di mana? tanya kakaknya lagi.
"Lies sih lebih memilih di kota C, karena biaya hidup disana lebih murah, terus kebetulan ada temen di STM, namanya si Oto, mau daftar kesana juga" Lies menerangkan.
"Ya sudah kalau kamu sudah yakin disana, kapan kamu mau daftar? nanti bapak antar, masalah biaya biar bapak dan ibu yang pikirkan kamu pokus pada kuliahmu saja, jangan lupa sisa tabungan sekolah yang di bank kamu ambil, buat tambah tambah" kata bapak.
"Betul Lies masalah biaya ga usah kamu pikirkan, kami pasti akan membantu bapak dan ibu sebisanya" kata kakak-kakaknya membuat Lies lebih lega.
"Iya pak, nanti lies ke rumah si Oto dulu biar berangkat ke sananya barengan, makasih ya bapak, ibu dan teteh selalu mendukung Lies" jawab Lies sambil tersenyum.
💃💃💃💃💃
__ADS_1
Hai, terimakasih sudah membaca novelku, baca terus kelanjutannya ya...😊🙏🏿