Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Cerita horor di tengah malam


__ADS_3

Selesai keliling kurang lebih sepuluh menit, Lies dan Azis masuk ke engine control room sambil mengucap salam, disana masinis tiga dan Eko sebagai oiler jaga, sudah siap-siap untuk serah terima jaga.


Baru saja Azis dan Lies duduk, Ajo pun masuk dan mengucapkan salam.


"Assalammualaikum," Kata Ajo memasuki engine control room.


"Waalaikumsalam," jawab semua yang ada di engine control room serentak.


Tepat jam duabelas malam mereka serah terima jaga, bas tiga dan Eko pun meninggalkan ruang mesin menuju kamarnya masing-masing, tinggal lah Ajo, Azis dan Lies yang saat ini harus berjaga di ruang mesin.


"Gimana det, masih mabok?" Tanya Ajo membuka percakapan.


"Alhamdulillah bas, tinggal sedikit pusingnya." Jawab Lies.


"Tapi sudah tidak muntah-muntah lagi kan?" tanya Ajo lagi.


"Alhamdulillah nggak bas." Jawab Lies sedikit berbohong, padahal tadi habis makan dia sempat muntah lagi walaupun tidak sampai muntah kuning.


"Tadi kadet turun ditangga ke main deck lari-lari tuh bas, kayaknya maboknya sudah sembuh." Kata Azis sambil ketawa.


"Kenapa lari-lari det? takut ya?" tanya Ajo sambil ikut tertawa bersama Azis.


"He he he ..." Lies tidak menjawab hanya ikut tertawa saja, karena kepergok Azis saat dia lari jadi tidak bisa ngeles lagi.


"Tau nggak det, ditangga tadi tuh yang dari arah anjungan ke main deck, kamu harus hati-hati karena kalau tengah malam suka ada yang lewat, rambutnya panjang." Kata Azis masih penasaran pengen buat Lies takut.


Ajo hanya tersenyum saja tidak berkomentar apapun, sementara Lies tidak terpengaruh sama sekali dengan cerita Azis karena dia tahu kalau Azis tidak pernah serius, lies malah menceritakan kisah seniornya yang jauh lebih seram yang dia dengar waktu di mess.

__ADS_1


"Tau gak mas Azis, waktu di mes seniorku bercerita katanya salah satu crew kapalnya ada yang meninggal karena kecelakaan kerja, kepalanya pecah jatuh dari atas palka, dia juru mudi di sana, sementara seniorku mualim tiga di kapal itu dan jurumudi yang meninggal itu biasa jaga jam 12-4 dengan mualim duanya dan setiap jam setengah duabelas baik siang ataupun malam dia selalu mengetuk kamar mualim dua nya untuk mengingatkan setengah jam lagi waktunya jaga sambil berkata, ken setengah, setelah mualim dua menjawab dia akan langsung keanjungan dan setelah jurumudi itu meninggal, tepat setengah duabelas malam pintu kamar mualim dua nya ada yang mengetuk, mualim duanya kira yang mengetuk itu juru mudinya yang baru pengganti yang meninggal itu tapi ketika dianjungan ternyata dia baru tahu kalau juru mudinya itu terlambat naik keanjungan karena mabok laut, mualim duanya sampai syok, bertanya pada semua crew apa ada yang ngisengin dia mengetuk pintu kamarnya, tapi semuanya tidak ada yang mengetuk pintu mualim dua, bahkan pelayan pernah melihat bayangan seperti jurumudi yang meninggal itu naik ke tangga menuju kamar perwira sekitar jam setengah duabelas malam pada hari yang sama pintu kamar mualim dua ada yang mengetuk, dan sejak malam itu crew kapal sering melihat bayangan naik turun tangga setiap tengah malam jadi orang yang mau jaga ataupun yang selesai jaga selalu merasa was-was kalau lewat tangga di tengah malam, termasuk seniorku kalau selesai jaga jam 12 malam dia selalu barengan dengan jurumudi nya kalau turun ke kamarnya, tapi kasian jurumudi nya karena dari deck kamar mualim dua dia masih harus turun satu tangga lagi untuk sampai ke deck kamarnya, dan katanya dia pernah beberapa kali melihat bayangan hitam berkelebat ditangga." Kata Lies menceritakan, Azis dan Ajo hanya bengong saja mendengarnya, mereka tidak menyangka Lies akan bercerita horor ditengah malam begini sampai bulu kuduk mereka pada berdiri.


"Cukup det ceritanya, tengah malam kok ceritanya horor." Kata Azis yang sudah mulai merinding.


"Lagian siapa coba yang duluan cerita horor." Kata Lies menyindir Azis.


"Saya kan cuman bercanda det, maksudnya tadi yang rambut panjang lewat itu mas Gun jurumudi seksi berambut gondrong yang sering naik turun tangga kalau mau jaga." Akhirnya Azis mengklarifikasi karena merasa cerita lies jauh lebih horor dari cerita nya tadi.


Sedangkan Ajo jadi senyum-senyum sendiri melihat Azis yang tadinya mau nakut-nakutin kadet, malah dia yang jadi takut karena ikut termakan ceritanya kadet.


Dan malam itu Lies berhasil ngerjain Azis habis-habisan karena azis ternyata lebih penakut dari padanya, sehingga untuk keliling ruang mesin aja Azis mengajak Lies untuk menemani dia, dan Lies mengerjainya dengan menolak ajakan Azis alasannya Lies mau mengerjakan tugas dari KKM dan butuh bimbingan Masunis dua sehingga Azis tidak berani memaksanya, akhirnya Azis hanya duduk saja di engine control room bersama Lies dan masinis dua.


Karena merasa Kasihan akhirnya setelah menyelesaikan tugasnya yang dari KKM, Lies berencana menemani Ajis untuk berkeliling;


"Mas kok tumben di engine control room aja." Kata Lies mulai iseng.


"Oh ya udah kalau gitu saya gak jadi nemenin mas Azis keliling ruang mesin, soalnya kepala saya mulai pusing lagi nih, didoain mabuk sama seseorang." Kata Lies sambil akting memegang kepalanya.


"Det ga nyangka ya ternyata kalau sehat kamu tuh iseng banget." Kata Azis mati kutu.


Lies dan Ajo ngakak ketawa melihat raut muka nya Azis yang melas.


"Udah jangan ketawa terus, ayo det kita keliling dulu udah jam 3 nih." Kata Azis memaksa.


"Ya udah tapi janji, besok bantuin ngerjain tugas saya yang lainnya." Kata Lies memberi syarat.


"Siap kadet, apa sih yang nggak buat kadet tercantik di kapal ini, dari kemarin juga kan udah mas Azis bantuin." Jawab Azis sambil memberi hormat dan cengar cengir.

__ADS_1


Akhirnya Azis dan Lies keliling ruang mesin di lantai dasar dan Ajo keliling di lantai duanya.


"Mas Azis, sekarang ombaknya udah agak mendingan ya, aku udah gak begitu pusing lagi." Kata Lies memulai obrolan.


"Iya lah det masa kamu mau mabuk terus, lama-lama jadi kuat juga kan?" Jawab Azis.


"Kapal nyampenya kapan ya mas?" Tanya Lies.


"paling beberapa jam lagi nyampe." Jawab Azis.


"Emang kenapa det?" Azis balik bertanya.


"Ya ga pa-pa sih, cuman pengen tanya aja." Jawab Lies bas-basi.


"Det, itu cerita kamu bener nggak sih?" Tanya Azis penasaran.


"Mas Azis gimana sih, tadi katanya suruh berhenti cerita horor sekarang mulai nanya cerita horor lagi." Jawab Lies cuek.


"Sekarang kan udah jam tiga det, jadi udah bukan tengah malam lagi jadi gak apa-apa." Kata Azis sambil cengengesan.


Lies mulai berjalan di depan Azis, dan sifat iseng nya mulai keluar.


"Oh iya mas, sebetulnya tadi tuh cerita nya belum selesai, karena jurumudi itu pada saat jam jaganya 12-4 dia selalu keliling keseluruh ruangan di kapal bahkan sampai ke ruang mesin dan sering menjahili oiler jaga dengan menampakan wujudnya yang terakhir yang kepalanya hancur penuh darah, karena dianjungan sudah ada jurumudi baru yang menggantikannya jaga jadi dia kelayapan di ruang mesin." Kata Lies, dan setelah bercerita seperti itu Lies tanpa aba-aba langsung lari menuju tangga meninggalkan Azis yang masih terbengong sendiri di ruang pompa.


Setelah Azis sadar Lies sudah meninggalkan nya sendiri, Azis pun langsung lari menyusul Lies yang sudah naik tangga menuju Engine control room.


πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


πŸ˜…πŸ˜…πŸ™πŸΎπŸ™πŸΎ


__ADS_2