
Selama hampir satu bulan Lies ikut perbaikan mesin, dan selama itu pula pengetahuan Lies mulai sedikit bertambah walaupun masih merasa bingung karena selama ini hanya pelajaran teori yang dia terima dikampus dan sekarang Lies mulai mencoba menyatukan antara teori dan praktek walaupun agak lemot tapi bagi Lies ini adalah ilmu yang luar biasa.
Sekarang Lies sudah bisa membedakan mana kunci pas, kunci ring, kunci sok dan kunci-kunci lainnya, karena setiap harinya ia berkutat dengan itu pada saat membantu Acep.
"Kunci 13" kata Acep, sambil menjulurkan telapak tangannya kearah Lies.
"Ini bas" dengan sigap Lies memberikan kunci yang Acep maksud.
"Tolong pasangin baut-baut nya Lies, nanti aa yang kencenginnya" perintah Acep.
"Siap bas" tanpa banyak ngomong Lies pun memasang baut-baut sesuai yang di perintahkan Acep.
Pada awalnya Lies bingung membedakan macam-macam kunci tapi dia selalu bertanya pada siapa saja orang mesin baik perwira atau pun oliman di kapal itu, tanpa rasa gengsi ataupun malu Lies tidak akan segan-segan bertanya sekalipun kepada orang yang bukan perwira.
Lies menghormati mereka karena tidak dengan mudah mereka dapatkan ilmu nya apalagi mereka tidak pernah belajar teori dibangku kuliahan seperti Lies, tapi mereka bisa pandai dan mahir dibidang pekerjaannya.
Dengan cara seperti itu maka Lies akan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi dari mereka karena biasanya mereka tidak akan pelit ilmu jika merasa dihargai.
Tak terkecuali Mr Paul, dia pun mengajarkan Lies beberapa teknik menggunakan kunci yang baik dan aman, sayangnya karena terkendala dengan bahasa, jadi Lies dan Mr Paul kebanyakan menggunakan bahasa isyarat tapi itu tidak menjadi pembatas komunikasi di antara mereka.
Memang baru hal-hal kecil saja yang Lies pahami saat itu tapi justru hal itulah yang tidak pernah diajarkan di dalam teori, dan selamanya akan melekat sebagai dasar pekerjaan Lies kelak sebagai perwira mesin.
Selama sebulan itu pula Lies menjalani aktifitas nya dengan penuh semangat walau kadang rasa lelah itu pasti ada tapi tanpa mengeluh setiap pagi Lies berangkat ke kapal dan sore nya pulang kekosan.
__ADS_1
Itulah rutinitas yang saat ini Lies jalani sebagai pelampiasan kegundahan dan kekhawatiran hati nya karena sampai saat ini tidak ada satupun perusahaan pelayaran yang menghubunginya, semua jawabannya masih sama.
Tapi Lies pun tidak mau menyia-nyiakan keadaan nya saat ini, dia harus berfikir praktis, tidak ada rotan akarpun jadi, tidak boleh menyerah apalagi sampai putus asa, karena ini adalah jalan yang telah dia pilih bukan terpaksa ataupun dipaksa dan dia harus mempertanggung jawabkan semua pilihannya.
Lies bertekad tahapan tangga ini harus bisa dia lewati, masa prola/praktek kerja di kapal sebagai kadet (calon perwira) selama satu tahun sesuai yang disyaratkan, harus bisa dia tempuh walaupun kesempatan baginya sangat kecil karena kondisi, situasi dan keadaan saat itu tidak mendukung dimana perusahaan-perusahaan pelayaran masih banyak yang menolak kadet sebab belum adanya peraturan/kebijakan pemerintah yang tegas untuk mengharuskan perusahaan-perusahaan pelayaran menerima kadet prola/proda baik laki-laki atau perempuan.
Sehingga setiap kadet terutama dari Akademi Maritim swasta, harus berjuang dengan penuh kesabaran mengantri mendaftarkan diri di perusahaan-perusahaan pelayaran yang mau menerima kadet, hanya keberuntunganlah yang mereka andalkan, siapa cepat dia dapat, dan masa penantian mereka yang tak terhingga membuat mereka banyak yang putus asa, terkatung-katung dan menyerah ditahap ini, seperti hal nya Lies yang mencoba bertahan disituasi ini.
Tapi bukan Lies namanya kalu dia harus menyerah begitu saja karena dipundaknya ada beban yang harus dia pikul yaitu perjuangan orangtuanya, dukungan kakak-kakak, teman-teman dan seniornya yang membuat Lies harus terus semangat dan lebih kuat lagi, dia yakin akan bisa melalui tahapan ini walaupun dengan penuh perjuangan.
Hingga akhirnya Lies bertemu kembali dengan Jaya dan Ajo di kosannya.
"Lies aa denger kamu ikut perbaikan mesin di kapal Acep ya?" tanya Jaya kepada Lies.
"Bagus sih tapi gimana nanti hitungan masa prola nya, berarti kamu udah telat 3 bulan karena belum dapat-dapat kapal" kata Ajo.
"Ga apa-apa sen, yang penting Lies sekarang ada kegiatan dulu dan juga dengan begini pengetahuan Lies tentang mesin kapal semakin bertambah, masalah masa prola insyaallah nanti Lies cari solusinya" jawab Lies berusaha tenang walau sebetulnya diapun merasa khawatir.
"Iya itumah gampang nanti kita pikirkan lagi bagaiman caranya, yang penting sekarang kamu ada pengalaman berlayar jadi kadet di kapal, karena itu sangat penting nantinya ketika kamu jadi perwira" kata Acep yang saat itu ada di kosan juga.
"Iya itu persis yang aku pikirkan juga" kata Ajo.
"Ya sudah kalau begitu, Lies kamu ikut layar di kapal aa aja, karena aa dan Ajo pun sudah membicarakannya, dengan begitu kamu akan dapat pengalaman berlayar walaupun tidak resmi melalui perusahaan, karena sebetulnya aa sudah ngajuin kamu sebagai kadet, tapi sayang perusahaan tidak terima perempuan baik kadet ataupun perwira, untungnya kapten dan KKM nya baik, dia kasihan sama kamu jadi dia ijinin kamu jadi kadet di kapal nya tanpa ada surat resmi dari perusahaan, hanya saja nantinya kamu tidak akan dapat uang saku, gimana kamu mau nggak?" tanya Jaya panjang lebar.
__ADS_1
"Siap mau sen, tidak apa-apa saya tidak dapat uang saku juga yang penting saya dapat jatah makan dan tempat tidur itu sudah cukup" jawab Lies semangat 45.
"Kalau jatah makan sih pasti dapat walaupun dari perusahaan tidak dapat uang makan dan untuk tempat tidur, kamu bisa tidur di kamar aa, biar aa tidur sama ajo dikamarnya" kata Jaya.
"Di kapal kamu juga bisa belajar banyak tentang mesin ke senior Ajo" sambung jaya lagi.
"Terimakasih banyak sen, senior selalu membantu saya, maaf karena selama ini saya selalu merepotkan senior-senior" kata Lies sambil sedikit sedih.
"Sudahlah Lies jangan berfikiran seperti itu, kami hanya berusaha membantu sebisanya, suatu saat nanti kalau kamu sudah sukses aa yakin kamu juga pasti akan bantu teman-teman dan juniormu bahkan senior-seniormu yang membutuhkan" kata Jaya sambil tersenyum, sedangkan Ajo tidak banyak bicara dia hanya menyimak sambil ikut tersenyum.
"Pantasan dulu senior Jaya terpilih menjadi komandan batalyon, ternyata karena sifat positif nya ini" batin Lies dalam hatinya.
Acep sangat setuju dengan ide Jaya dan Ajo, karena walau bagaimanapun Lies harus punya pengalaman berlayar sehingga Acep mendukungnya.
Lies pun berpamitan kepada kapten, KKM, Mr Paul dan seluruh crew kapal Lies sangat berterimakasih karena sudah diterima dengan baik di kapal itu.
πππππ
**Bas adalah panggilan perwira mesin dikapal
*Oliman adalah awak kapal yang bertugas di bagian bahan bakar dan membantu perwira mesin karena posisinya ada di departemen mesin*
π π ππΎππΎ**
__ADS_1