Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Jurus ampuh


__ADS_3

Akhirnya Lies dan kakaknya sampai distasiun, disana sangat ramai banyak orang yang hilir mudik, ada yang baru turun dari kereta ada juga yang sedang menunggu kereta.


Lies duduk ditemani kakaknya, mereka mengobrol sambil menunggu kereta datang.


"Teh, ga usah nungguin udah malam, teteh pulang aja Lies ga apa-apa kok sendirian" kata Lies.


"Udah tenang aja, teteh juga bosen dirumah terus, sekali-kali kan pengen cuci mata, liat yang bening-bening" kata kakaknya sambil nyengir.


"Emang si Ehm-Ehm kemana teh, ko Lies ga pernah lihat dia ke rumah lagi" kata Lies ngorek.


"Udah kelaut" kata kakaknya asem.


"Ih sama dong sama Lies mau kelaut juga, nanti kalau ketemu mau dititipin salam gak?" canda Lies ke kakaknya.


"Apaan sih kamu anak kecil ikut-ikutan urusan orang gede aja" kata kakaknya sambil ngerauf muka Lies.


"Cie cie yang baru putus sensi banget" kata Lies sambil cengengesan.


"Padahal dia ganteng lo teh, enggak nyesel putus, nanti susah lagi dapet yang kayak gitu" kata Lies sok pengalaman.


"Nggak lah, kalau ga dapet-dapet lagi minta dijodohin aja sama bapak, kan beres ga usah pusing" jawab kakaknya asal.


"Dulu aja mau di jodohin nolak-nolak sampai kabur dari rumah, sekarang malah minta dijodohin, paling bapak udah kapok ga mau jodohin lagi" kataku kena banget.


"Dulu kan teteh masih ABG, masih seneng main-main, mana mau lah teteh dijodohin, kan teteh pengen puas dulu mainnya" kata kakak nya.


"Awas kamu disana hati-hati jangan mau di goda-godain, tonjok aja kalau ada yang macem-macem, nanti teteh kirim pasukan kesana" kata kakak nya lagi, dengan wajah serius.


"Yakin? pasukan apa? power rangers? kata Lies ga mau ketipu.


"Bukan power rangers tapi pasukan belalang tempur" kata kakak nya sambil ngekek.


Dirumah Lies kalau siang sangat sepi karena ibu dan bapaknya di warung dan kakak-kakaknya bekerja, tapi kalau malam sangat ramai ibu bapaknya sudah kembali dari warung dan kakak-kakaknya pun sudah pulang kerja, kalau hari minggu pasti sangat ramai karena kakak-kakaknya libur kerja dan ngumpul semua, jumlah nya ber enam kadang lebih, kasian kakaknya yang laki-laki ga ada temennya, kalau para gadis itu sudah ngumpul, dia akan langsung kabur ketempat temannya.


Kalau mereka lagi ngobrol rame-rame atau ngebahas hal dari a sampai z, Lies hanya sebagai pendengar saja karena dia hanya dianggap anak bawang.

__ADS_1


Hubungan Lies dengan kakak-kakaknya sangat dekat, mereka sudah biasa bercanda, tapi kakaknya pun akan galak kalau Lies bandel, makanya Lies menjadi sangat penurut karena dia tahu kakaknya akan lebih galak dari pada bapak ibunya.


Seperti saat itu Lies dan kakaknya menghabiskan waktu dengan bercanda berdua cekakak cekikik, hingga akhirnya kereta api yang ditunggu pun tiba.


"Nah itu keretanya udah tiba" kata kakak lis menunjuk kearah kereta.


"Iya teh, Lies pergi dulu ya, teteh hati-hati dijalan, kalau ketemu yang ganteng bawa pulang aja, masa kalah sama teh ini, ganteng lagi ganteng lagi" kata Lies sambil cengar cengir dan salim ke kakaknya.


"Uh dasar kamu tuh ya ga pernah punya pacar semua laki-laki dibilang ganteng, ya udah kamu juga hati-hati kalau sudah sampai cepat kabarin" kata kakaknya sambil tersenyum.


Akhirnya Lies masuk ke dalam kereta mencari tempat duduk yang sesuai dengan tiketnya.


Ternyata didalamnya sudah ramai, Lies pun menemukan tempat duduknya tapi ternyata sudah diisi orang.


Lies pun memberanikan diri menanyakan.


"Maaf ini no 13 A gerbong 3?" tanya Lies pada orang itu.


"Iya, ini tempat duduk nya ya? kata dia sambil bergeser.


Ternyata orang yang duduk di depan, dibelakang, disamping dan di kirinya adalah teman-temannya semua, dan mereka menertawakannya karena Lies usir tempat duduknya secara halus.


"Untung dia ngerti aku usir, kalau nggak aku akan kasih gambar golok dia" Lies bicara sendiri dalam hatinya sambil senyum-senyum.


Akhirnya keretapun berangkat, kurang lebih 15 menit kereta sudah jalan, orang yg tadi duduk disampingku mengajak kenalan.


"Boleh kenalan? nama saya Dafa, kami mahasiswa Unpad" katanya mengulurkan tangan.


"Nunung" kata Lies singkat.


"Mau kemana nung, kok sendirian aja? tanya nya pada Lies so akrab.


"Ke surabaya" jawab Lies santai.


"Ooh, sama dong, kita juga mau ke Surabaya baguslah jadi kita bisa sambil ngobrol" kata Dafa lagi, teman-temannya udah pada berisik tahu mereka kenalan.

__ADS_1


"Ke Surabaya mau pulang kampung ya?" tanya Dafa lagi, Lies pun udah mulai terganggu dengan ke kepo an Dafa.


"Nggak ko, saya mau nyusul suami lagi dinas di Surabaya, dia nggak bisa pulang jadi saya yang kesana, kayaknya bawaan orok soalnya saya lagi hamil muda" jawab lies, panjang x lebar x nunjleb.


"Ooh" hanya itu jawaban dari Dafa.


"Rasain tuh nunjleb kan golok dariku" kata Lies dalam hatinya sambil pengen ketawa.


"De, kami juga mau kenalan dong, nama saya Rangga, ade Nunung kan?" teriak teman-temannya heboh.


"Berisik, jangan ganggu dia, lagi hamil muda, nanti muntah ngelihat kelakuan kalian" kata Dafa cukup membuat teman-temannya terdiam.


Dafa pun tidak banyak bicara lagi seperti tadi.


Seperti itulah jurus Lies yang paling ampuh yang selama ini selalu ia gunakan jika dalam perjalanan ada orang rese ngajak kenalan, bertanya ini itu sampai kadang sok kegantengan maka Lies akan keluarkan jurusnya itu yang sampai saat ini tidak pernah gagal.


Lies pun melalui malam itu dalam kereta dengan ketenangan, dia sudah bisa membuat orang yang duduk disebelahnya tidak berkutik dan pura-pura tidur.


Lies pun mencoba untuk tidur tetapi dia tetap berhati-hati karena disebelahnya ada orang asing yang tidak tau apakah dia orang baik atau tidak, tapi setidaknya Lies sudah tidak terganggu dengan ocehannya lagi.


"Suasana seperti ini mengingatkan aku waktu bersama Ena dan Anin ke magelang ke rumah teteh, kami bertiga naik kereta malam seperti ini, bedanya dulu aku bertiga tapi sekarang aku sendirian, kapan aku bisa ketemu Ena dan Anin lagi ya" Lies bicara sendiri dalam hatinya sambil memandang ke luar jendela kereta yang gelap gulita.


Kereta terus melaju dengan kencang hingga akhirnya sampailah distasiun gubeng, Lies menyiapkan barang bawaannya yang hanya satu tas gendong dan satu tas jinjing, Dafa dan teman-temannya sudah duluan pergi mendekati pintu setelah tadi dia pamitan.


Setelah kereta berhenti, Lies pun turun dan langsung mencari taksi.


"Pak tolong antar ke jalan teluk nibung ......" kata Lies setelah dia mendapatkan taksi.


"Baik mbak" kata sopir taksi sambil membantu memasukan tas Lies kebagasi.


Taksi pun melaju dengan kecepatan sedang.


💃💃💃💃💃


**Hai semuanya author sebelumnya mau minta maaf karena tadi malam tidak sempat up sesuai janji, jadi walaupun hari ini lebaran author kasih up satu bab untuk menebus yang seharusnya up tadi malam, semoga kalian tidak kecewa ya!

__ADS_1


Dan author ingin mengucapkan "Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin" 😅🙏🏾**


__ADS_2