
Akhirnya Lies akan ikut Ajo dan Jaya ke kapalnya, dia sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk di kapal.
"Lies nanti kapal akan berangkat ke Banjarmasin, dari situ kembali ke Surabaya lagi, nanti kalau udah kembali di Surabaya Lies pulang ke kosan aja sampai kapal mau berangkat baru kekapal lagi!" kata Jaya mengarahkan.
"Baik sen, tapi kapten ga apa-apa kan saya seperti itu?" Tanya Lies ragu.
"Ini idenya kapten Lies, soalnya kalau di Surabaya banyak orang kantor yang sering naik ke kapal, jadi sengaja sama kapten kamu di ungsikan dulu biar tidak ketahuan orang kantor." Jawab Jaya menjelaskan.
"Iya sen kalau begitu saya mengerti, saya sekali lagi sangat berterimakasih karena senior, KKM dan kapten sudah bersusah-susah membantu saya." Jawab Lies terharu.
"Sudah gak usah dipikirkan, yang penting sekarang kamu persiapkan semua keperluan pribadimu, karena di kapal tidak ada cewek nanti ceweknya cuman kamu aja." Kata Ajo mengingatkan.
"Iya sen, insyaallah semua sudah saya siapkan." Jawab Lies.
"Oh iya, sekarang lagi musim ombak barat, kamu siapin cemilan-cemilan atau roti-roti takutnya nanti mabok laut, perut kamu jangan sampai kosong!" Ajo mengingatkan.
"Iya bener, apalagi kapal kita olengannya lumayan, ombak kecil aja langsung oleng takutnya kamu mabok laut karena pertama kali berlayar, tuh Ajo aja sampai sekarang masih mabok." Sambung Jaya cengengesan.
"Kalau si Ajo mah bukan mabok laut lagi ya, dia mah tiap hari ga di laut ga di darat mabok cinta." Kata Buki yang baru datang sambil ketawa.
"Sok tahu lo!" Kata ajo gak terima.
Akhirnya mereka pun tertawa termasuk Lies dan Jaya.
"Gampang Lies kalau kamu gak mau mabok laut, panggil aja nama Aa tiga kali insyaallah jadi mabok cinta kayak Ajo." Kata Buki lagi sambil ngekek diikutin tawa Ajo dan Jaya.
Lies pun sebetulnya ingin ketawa tapi dia tahan karena merasa aneh, semenjak bergaul dengan mereka terutama Buki dia tidak pernah merasa marah kalau di godain, malah bawaannya ketawa terus padahal sebelumnya kalau dia digodain seperti itu oleh teman-temannya, tinjunya pasti sudah melayang.
Memang diantara senior-senior nya itu, Ajo yang paling bucin, dia sedang bimbang dengan pacar nya karena perbedaan suku dia sering minta pendapat Lies, seperti saat itu.
"Gimana menurutmu Lies tentang hubungan aa?" Tanya Ajo.
"Kenapa sen tiba-tiba ragu? katanya udah setahun lebih pacaran." Tanya Lies.
"Ya itu dia awalnya kan aa cuman kenalan biasa, lagian dia nya juga waktu itu gak mau pacaran jadi ya deket-deket gitu aja, dan sekarang keluarganya nyuruh aa serius tapi aa bingung, aa kan suku Sunda dia suku Jawa kata orangtua kalau cowoknya Sunda ceweknya Jawa tidak baik, tapi kalau ceweknya yang Sunda cowoknya Jawa malah itu bagus, itu yang bikin aa bingung." Kata Ajo panjang lebar.
__ADS_1
"Sebenarnya aa nya cinta nggak sama dia?" tanya Lies menyelidik.
"Ya pasti cintalah Lies, mana ada ga cinta bertahan setahun lebih." Kata Jaya ikut nimbrung.
"Ajo mah bingung nya bukan karena pacarnya suku Jawa Lies, tapi bingung mutusin pacarnya yang lain kalau dia ngelamar yang Jawa, bagaimana yang di Balikpapan dan Samarinda, belum lagi yang di Banjarmasin, iya gak Jo?" Tanya budi sambil ngekek bersama Jaya.
"Sama aja kalian juga kali." Kata Ajo ga mau kalah.
"Oh jelas beda lah, aku mah udah ga bingung lagi, nih buktinya." Kata Jaya sambil memperlihatkan cincin di jarinya.
Lies geleng-geleng kepala memperhatikan tingkah seniornya yang seperti anak-anak, selalu ledek-ledekan.
"Ya udahlah sen, saya pamit ke kamar dulu." Kata Lies sambil meninggalkan seniornya.
"Iya Lies, jangan lupa besok jam 7 pagi kita kekapalnya." Kata Jaya mengingatkan.
'Iya sen." Jawab Lies singkat.
"Senior Jaya orangnya baik, tegas dan dia cukup setia makanya dia memutuskan langsung tunangan dengan pacar nya, hebat aku salut sama dia, sedangkan senior Ajo kebalikannya masih plin plan tapi kenapa ya waktu dia nyeritain pacarnya aku ngerasa gimana gitu, dimulut aku dukung dia tapi dihati aku ngerasa seperti dibonceng dimotor lalu aku terpental, ngek! sakit gitu rasanya." Lies bicara sendiri sambil rebahan di atas kasur kamarnya.
"Tapi diantara semua senior aku paling nyaman ngobrol sama senior Buki, setiap dia ngomong pasti diselingi dengan candaan sehingga selalu bikin aku ketawa, orang nya sih biasa aja, tapi ga tau kenapa aku bisa betah ngobrol lama sama dia padahal yang dibicarakan tidak ada yang serius tapi itulah yang membuat selera humorku meningkat, kadang aku sampai lupa waktu kalau sudah bercanda sama dia, dibandingkan kalau aku ngobrol dengan senior Ajo, aku kebanyakan diam karena dia terlalu serius. Ah sudahlah aku ga boleh kebanyakan mikir yang enggak-enggak, prola aja belum selesai malah mikirin cowok." Kata Lies dalam hatinya.
Sekitar jam setengah delapan malam Lies pergi kewartel yang dekat kosannya, dia mau telepon orangtuanya.
Tut tut tut tut .... Lies menekan no telepon rumahnya, lalu terdengar suara yang menerima telepon, "Assalamualaikum," tanya orang ditelepon.
"Waalaikumsalam," jawab Lies yang langsung mengenali suara kakaknya di telepon, begitu pun kakaknya dia mengenali suara Lies dan langsung memanggil ibu nya.
"bu...ada Lies nelepon nih," kata kakaknya yang terdengar oleh Lies.
"Lies kamu baik-baik aja kan?" tanya kakakanya.
"Alhamdulillah baik-baik aja teh." Jawab Lies
"Sebentar ya Lies ibu baru selesai mandi, lagi pake baju dulu." Kata kakaknya lagi.
__ADS_1
"Iya teh, ga pa-pa Lies tungguin" jawab Lies sabar.
"Oh iya gimana prolanya, udah dapat kapal belum? tanya kakaknya penasaran.
"Alhamdulillah teh, besok Lies udah mau naik kapal, makanya lies sekarang telepon mau ngasih tau." Jawab Lies.
"Alhamdulillah kalau gitu Lies, teteh jadi tenang, oh iya nih ibu mau ngomong," kata kakaknya sambil memberikan telepon ke ibunya.
"Halo assalamualaikum Lies," kata ibu nya.
"waalaikumsalam bu, " jawab Lies.
"Gimana kabarmu Lies?" ibunya bertanya.
"Alhamdulillah baik, oh iya bu besok Lies mulai prola, Lies naik di kapal senior Jaya dan senior Ajo, doain ya bu, rencananya besok siang kapal mau berangkat ke Banjarmasin." Kata Lies menceritakan.
"Alhamdulillah kamu udah dapat kapal, ibu doain mudah-mudahan semuanya lancar." Jawab ibunya senang.
"Bapak kemana bu?" tanya Lies.
"Bapak masih di masjid, biar nanti ibu sampaikan." Jawab ibunya.
"Ya udah bu, kalau gitu salam aja buat bapak dan teteh, Lies pamit dulu." Kata Lies.
"Iya Lies, hati-hati di kapal, jangan lupa solat!" kata ibunya lagi.
"Iya bu, Assalamualaikum." Lies mengucap salam.
"Waalaikumsalam." Jawab ibu nya, dan merekapun langsung menutup teleponnya.
💃💃💃💃💃
Alhamdulillah akhirnya bisa up juga, maaf ya dua hari kemarin author sangat sibuk jadi baru sempat up lagi nih.
Terimakasih untuk yang sudah like, komen dan vote, semoga yang lainnya pun bisa mengikuti...😅🙏🏾
__ADS_1