
Akhirnya kapal pun lepas tali bertolak dari Surabaya menuju Banjarmain.
Setelah Full away, semua meninggalkan engine control room kecuali perwira jaga dan olimen jaga, yang kebetulan masih masuk jam jaga masinis tiga karena baru jam 11.20.
"Det kita makan dulu aja nanti habis makan baru turun lagi." Kata Ajo, yang disambung oleh KKM.
"Iya det, makan dulu aja, biar masinis tiga habisin jam jaganya, nanti jam 12 baru kamu ikut jaga laut sama bas Ajo." Kata KKM.
"Siap bas!" Jawab Lies sambil mengikuti mereka naik tangga meninggalkan engine control room.
Lies tidak langsung ke ruang makan, dia ke kamar dulu untuk bersih-bersih dan ganti baju PDH, karena untuk makan di ruang makan/salon perwira harus berpakaian bersih dan rapih, lain halnya kalau salon ABK disana boleh makan menggunakan baju kerja.
Sebetulnya Lies lebih senang makan di salon ABK, karena dia tidak perlu repot gonta ganti baju, tapi karena KKM menyuruhnya makan di salon perwira maka mau tidak mau Lies harus mengikutinya.
Selesai ganti baju Lies langsung menuju salon perwira, ternyata di ruang makan perwira sudah ada kapten, KKM dan semua perwira kecuali mualim tiga dan masinis tiga karena masih jaga laut.
"Selamat makan!" ucap Lies sambil memasuki ruang makan.
"Selamat makan!" jawab kapten dan KKM serta perwira yang ada disitu.
"Ayo makan yang banyak det, biar banyak tenaganya, kan mau jaga." Kata kapten mempersilahkan Lies makan.
"Baik capt." Jawab Lies sambil langsung duduk dan makan ditempat yang sudah di sediakan oleh pelayan, yaitu disamping elektrisen.
Kapten dan KKM tempat makannya satu meja khusus mereka berdua, sementara para perwira satu meja panjang dengan posisi tempat duduk saling berhadapan antara perwira mesin dan perwira deck dengan urutan : tempat duduk masinis satu berhadapan dengan tempat duduk mualim satu, tempat duduk masinis dua berhadapan dengan tempat duduk mualim dua, tempat duduk masinis tiga berhadapan dengan tempat duduk mualim tiga, tempat duduk elektrisen berhadapan dengan tempat duduk markonis sedangkan tempat dudukku persis disamping elektrisen berhadapan dengan kursi yang masih kosong.
Pada saat Lies sedang asyik makan tiba- tiba kapal mulai terasa bergoyang-goyang.
"Mulai deh bergoyang ria lagi." Kata mualim satu sambil dia buru-buru menghabiskan makannya.
"Ayo det makan yang banyak, tambah lagi nasinya, biar tidak mabok laut." kata elektrisen yang duduk disebelahnya.
"Siap udah cukup pak elek, udah kenyang." Jawab Lies yang sebetulnya sudah merasa tidak nyaman karena kapal semakin bergoyang-goyang.
Selesai makan, mereka satu persatu keluar meninggalkan ruang makan dengan mengucapkan "selamat makan!" kepada yang masih makan.
Disitu tinggal Lies, mualim dua dan masinis dua yang sebetulnya mereka sudah selesai makan.
"Det Aa tinggal jaga dulu ya! kamu hati-hati diruang mesin, kalau ada apa-apa bilang sama Aa atau bas dua, jangan sungkan!" kata Jaya.
"Iya ken, terimakasih!" jawab Lies.
__ADS_1
"Ya udah det, kamu solat dulu aja, habis solat baru ganti baju kerja lagi nanti langsung turun ke kamar mesin ya! hati-hati di tangga nya! kapal nya goyang-goyang." Kata Ajo menambahkan.
"Baik bas." Jawab Lies.
Mereka pun keluar dari ruang makan dengan sedikit sempoyongan karena goyangan kapal yang semakin terasa.
Lies kembali ke kamar untuk solat duhur, setelah wudhu dan menggunakan mukena lies bingung menentukan arah kiblat, lalu dia berinisiatif mau nelepon dari telepon kamar ke anjungan untuk bertanya sama Jaya, karena tadi Jaya sudah naik keanjungan.
"Halo dengan anjungan, selamat siang!" kata orang yang mengangkat telepon.
"Selamat siang! ini dengan kadet, mau tanya arah kiblat." Jawab Lies.
"Oh sebentar ya det, nih sama second officer." jawab juru mudi yang akan telepon tadi.
"Ken, ini telepon dari kadet nanyain arah kiblat." Kata juru mudi itu, memberitahukan Jaya.
"Halo det," kata Jaya di telepon.
"Iya halo ken," jawab Lies.
"Arah kiblat lurus kedepan det kearah jendela." Kata Jaya memberitahukan.
"Oh iya baik ken, terimakasih." Jawab Lies.
Lies langsung solat ke arah Jendela sesuai petunjuk Jaya, pada saat solat Lies sedikit kesulitan karena kapal terus bergoyang-goyang, untung barang-barang yang ada di kamar semua sudah dilasing (diikat) sehingga tidak berjatuhan.
Walau agak kesulitan selesai solat Lies langsung ganti baju kerja dan di keluar kamar, berjalan menuju ke ruang mesin dengan sempoyongan, untung di setiap gang terdapat ralling besi yang bisa Lies gunakan untuk pegangan.
Baru kali ini Lies berlayar dan langsung mendapat gempuran ombak dan alun, yang tidak pernah terbayang sebelumnya bagaimana rasanya.
Kepala Lies sudah mulai pening padahal dia belum sampai diruang mesin, Lies berjalan pelan-pelan berpegangan pada ralling besi dan mulai menuruni selangkah demi selangkah tangga ruang mesin.
"Selamat siang bas!" kata Lies sambil membuka pintu engine control room.
"Siang det!" jawab Ajo yang sedang duduk di depan engine log book.
Di situ juga ada Ajis yang sedang duduk di pojokan engine control room.
"Duduk sini det!" kata Ajo mempersilahkan Lies duduk di bangku sebelahnya.
"Baik bas." Jawab Lies, sambil duduk di tempat yang di tunjukan Ajo.
__ADS_1
"Gimana, kamu pusing nggak?" tanya Ajo.
"Siap, agak pusing bas." Jawab Lies jujur.
"Pantas mukanya udah pucat." Kata Aziz sambil ketawa.
"Sudah selesai keliling ruang mesinnya?" Tanya Ajo lagi.
"Belum bas, tadi keburu OHN, rencananya mau saya lanjutin sekarang." Jawab Lies.
"Ya sudah kalau mau dilanjutin sekarang, lanjutin aja, biar digerakin badannya jadi lama-lama kuat fisiknya, gak mabuk lagi." Kata Ajo.
"Baik bas." Jawab Lies.
"Udah ayo det kita keliling lagi!" kata Ajis sambil berdiri dan melangkah menuju pintu.
"Bas saya keliling dulu." Kata Lies sambil keluar mengikuti Azis.
Diruang mesin goncangan nya tidak separah di atas tapi tetap saja kepala Lies tambah pusing.
Apalagi diruang mesin sangat berisik dengan suara mesin dan alarm yang berbunyi terus.
"Mas Azis, itu suara alarm apa ko bunyi terus?" tanya Lies setengah berteriak biar kedengeran Azis.
"Itu alarm tanki-tanki det, karena kapalnya miring-miring jadi alarmnya bunyi berhenti bunyi berhenti terus, tapi ga apa-apa kok det itu mah biasa, kemiringan kapal juga masih normal kok, trip kemarin malah lebih parah lagi, sampai kita pake life jacket semua." Kata Azis cengengesan berniat nakut-nakutin.
"Gak percaya," Jawab Lies sambil terus jalan tak menghiraukan Azis.
Azis hanya ketawa saja, karena ternyata Lies tidak mudah di takut-takuti.
Lies melanjutkan lagi menulis nama-nama barang di ruang mesin, tapi tiba-tiba perutnya serasa di kocok-kocok, makanan yang di makan tadi seperti berontak minta ke luar lagi, Lies melirik ke arah Azis ternyata Azis sedang memperhatikannya.
"Kenapa det, kamu mau muntah ya? mukamu pucat banget." Tanya Azis.
"Ayo cepat sini ikut saya!" kata Azis lagi membawa lies melewati pintu kedap air.
Lies tidak banyak bicara, dengan sempoyongan dia mengikuti Azis.
Ternyata disitu ada deck yang terbuka lantainya langsung ke got.
"Det kalau kamu mau muntah kesini aja, tenang gak bakalan ada orang yang tahu." Kata azis memberi tahu sambil cengengesan.
__ADS_1
💃💃💃💃💃
* Mulai nih acara goyang-goyangan, ternyata di kapal itu tidak tidak seindah yang dibayangkan ya, penuh resiko belum lagi mabok laut nya tidak kalah pusingnya sama mabok cinta, heh 🤦🏽😅🙏🏾.*