
Akhirnya aku dan Titi berjalan lebih cepat mengikuti senior Opi ke kosan nya, oh ini kosan nya, berarti sering kelewatan dong kalau aku kekampus, baguslah sebelum ke kampus atau pulang dari kampus aku bisa cicil, kataku dalam hati.
Senior Opi pun sudah menunggu di depan kamarnya, dengan tasku di sebelahnya, untung kosan nya lagi sepi, kamar-kamar lain tertutup pintunya, jadi kalau aku bending tidak malu dilihat orang.
Aku dan Titi berdiri didepan senior Opi, " sore sen, ijin menghadap" kataku sambil memberi hormat, "ehm" hanya itu jawaban yang kudengar, "ijin nyicil bending sen" kataku lagi, "ehm" cuma itu lagi jawabannya, akupun buru-buru serong kiri dan melakukan bending 10 hitungan, "siap sudah selesai sen, cicilnya 10 dulu" kataku tak peduli dia mau jawab atau tidak, "kosan mu dimana?" tanya senior Opi, "siap di kosan pak bari sen, jawabku dan Titi, "ya udah kalian pulang duluan, nanti tasnya saya antarin kesana setelah saya mandi" katanya lagi, "siap sen, terimakasih" aku menjawabnya sambil melangkah mau pergi, tiba-tiba senior Opi bicara "jangan lupa langsung mandi pake bunga tujuh rupa, kalian bau" katanya sambil masuk ke kosan nya, sialan berani ngeledek dia, untung ganteng, kataku dalam hati sambil melangkah pergi menuju kosan.
__ADS_1
"Lies, kayaknya senior Opi suka sama kamu deh" kata titi ngeledek, "mana ada yang suka sama catir bau kaya kita, apalagi aku udah jelek pendek lagi" jawabku asal, "kamu tuh ya kalau ngomong suka asal" jawab titi sambil manyun karena aku yang kurang menanggapi.
Sesampai dikosan aku langsung mandi, sampai hampir satu jam aku mandi, karena perasaanku bau nya ga hilang-hilang padahal aku sudah pake sabun dan sampo berulang-ulang tapi ko rasanya bau nya tetep aja, apa jangan-jangan bener kata senior Opi, mandinya harus pake bunga tujuh rupa biar hilang baunya, kataku dalam hati, akhirnya aku pun keluar dari kamar mandi karena sudah dari tadi ada yang gedor-gedor pintunya.
"Ah kamu lis, pantesan lama, udah pada pegel nih nungguin" kata si usep sambil masuk ke kamar mandi, "sabar napa, nanti juga kebagian, lagian kalian mandi ga mandi sama aja bau" jawabku sambil ngeloyor ketempat mencuci baju, mau merendam PDL ku dan terternyata memang sudah banyak yang ngantri mau mandi.
__ADS_1
Aku dan titi langsung berdiri tegap lalu kami serentak berkata "sore senior" sambil memberi hormat, "sore" jawab senior Opi singkat, "nih tasnya" kata senior opi lagi, "siap terimakasih sen" kataku sambil memasukan tasnya ke kamar, aku, Titi dan senior Opi pun mengobrol dan teman-temanku yang lain pun ikut gabung sehingga obrolan kami semakin seru, hingga adzan magrib tiba dan kami pun shalat magrib berjamaah.
Selesai shalat magrib senior Opi pun pulang, "Lies ternyata senior Opi baik ya" kata titi melanjutkan obrolan kami, "iya, mungkin karena sama-sama dari kota B, dan kebetulan kan disini kebanyakan dari kota B" jawabku, "iya ya, pantesan dia ngelindungin kamu terus bikin iri catir-catir" sindir Titi, "itu perasaan kamu saja" jawabku santui, "kalau beneran dia suka kamu gimana Lies?" tanya titi kepo, "ga mungkin lah, paling kamu ti yang dia incar, pura-puranya deketin aku padahal yang dia taksir kamu" jawabku sambil ngakak, titi pun manyun gak terima.
💃💃💃💃 💃
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca, mudah-mudahan suka.....🙏🏿