Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Terlambat apel pagi


__ADS_3

"Lies, mampir kekosanku dulu ya, saya mandi bentar, nanti kamu saya anter " kata Opi.


"Ga usah repot-repot sen, saya langsung pulang aja, saya juga udah gerah pengen mandi" jawab Lies tanpa basa-basi.


"Tadi ibu kan udah nitipin kamu ke saya, masa saya biarin kamu pulang sendiri, ga tanggung jawab dong saya", Opi ga mau kalah.


"Tenang aja sen, ibu mah memang biasa begitu, setiap orang yang dia temui pasti akan dititipin, ke si Oto dan semua yang ada dikosan juga begitu, jadi nggak usah diambil hati" jawab Lis yang langsung membuat Opi terdiam.


"ya sudah kalau gitu, aku tidak antar kamu, oh iya hari ini kamu ga usah nyicil bending dulu, aku mau istirahat", jawab Opi datar sambil langsung masuk ke kekosannya.


"Memang siapa yang mau nyicil bending, ganteng-ganteng gr-an" Lies ngomong sendiri sambil terus berlalu menuju kosan nya.


"Cewek aneh, ngerasa nggak sih dia kalau aku tuh udah merhatiin dia, apa dia nggak tau aku ga pernah merhatiin cewek selain dia, huuh kenapa sih aku mikirin dia terus, padahal biasa aja ga cantik-cantik amat, badannya juga ga tinggi tapi kenapa aku malah tertarik ya, apa sifatnya yang cuek yang bikin aku penasaran, aku masih ingat pertama lihat dia waktu pendaftaran, dia cuek banget diantar ayahnya" Opi bergumam sendiri dikamarnya.


Hari ini adalah hari pertama taruna taruni mulai kuliah, Lies, titi dan temannya yang lain siap-siap berangkat kekampus, ternyata di kampus taruna taruni tingkat I dan II sudah berbaris dilapangan begitupun dekoptar (dewan korp taruna) sudah seperti biasanya stby di sana, ternyata Lies dan teman-temannya kesiangan, karena apel dimulai jam 07.30 sementara mereka jam 07.20 baru berangkat dari kosan, kurang lebih 5 menit mereka telat.


"Hei dul, yang datang terlambat, barismya memisahkan diri di belakang" bentak senior Yono.


"Busyet dah kirain udah jadi taruni gabakalan di bentak-bentak lagi, taunya sama aja kaya waktu masih catir" kata Lies dalam hati.


Akhirnya Lies, Titi dan teman-temannya yang kesiangan memisahkan diri membentuk barisan sendiri dibelakang.


"Lies disana ada senior Opi, kalau ada kamu disini pasti kita ga dihukum" bisik Titi yakin.

__ADS_1


"Serius Ti, beruntung dong kita ada kamu Lies" kata teman-temanku yang lain.


Selesai apel pagi, mereka bubar kecuali yang terlambat, senior Yono dan senior Opi berjalan kearah mereka, " hari pertama kuliah, kalian datang terlambat, baru aja kemarin kalian dilantik sudah lupa disiplin, apa masih kurang bimbingan kami selama ini, apa perlu madabintal nya diperpanjang lagi ? jangan dipikir karena kalian sudah dilantik kami tidak bisa menghukum kalian lagi" kata senior Opi terlihat marah.


Lies, Titi dan lainnya sudah mulai deg-degan karena tidak seperti biasanya senior Opi sampai semarah itu.


"Tumben dia marah seperti itu, apa gara-gara kemarin ya? bodo amat emangnya aku pikirin, yang dihukum bukan aku sendiri ini" kata Lies didalam hatinya.


"Kalian lari keliling lapangan 10 X, sambil ucapkan aku tidak akan terlambat lagi, mengerti !" kata senior Opi.


"Siap mengerti sen" jawab mereka kompak.


"Bagaiman ini, masa aku harus lari pake baju PDH (pakaian dinas harian) dan sepatu pentopel, bisa-bisa langsung jebol sepatuku ternyata senior Opi sama aja jahatnya dengan senior lain" lies menggerutu didalam hatinya.


"yang kenceng ngomongnya dul" kata senior Yono.


"Siap senior" jawab mereka dengan kesal.


Selesai lari merekapun kembali menghadap senior Opi, "ijin menghadapi senior" mereka serempak berucap.


"ehm" jawabnya enteng


"Siap senior, kami sudah selesai lari 10 keliling, sekarang kami ijin masuk kelas" kata mereka serentak.

__ADS_1


"Ehm, jangan sampai kalian telat apel lagi ya!" jawab senior Opi singkat.


"Siap senior"


"Aduh Lies sepatuku kayanya mau jebol deh" kata Titi.


"Iya ti, sepatuku juga sama" kata lies dan catir yang lain.


"Lagian kamu Lies, kirain iya aja kalau ada kamu kita ga bakalan di hukum senior Opi, taunya tetep aja dihukum, malah tambah parah lagi hukumannya" kata temen-temennya Lies kesal.


"Kenapa kalian jadi nyalahin aku, aku kan ga da hubungan apa-apa sama senior Opi, lagian wajarkan dia ngehukum kita karena kita memang salah" bela Lies tidak mau disalahkan.


"Makanya Lies kamu pacaran gih sama senior Opi, biar kita dibelain terus" kata Titi sambil. nyengir.


"Ih ngapain, kamu aja pacaran sama senior dede tidak dibelain" jawab Lies sambil senyum menang.


"Itu kan beda" kata titik ga mau kalah.


"Udah ah Ti aku mau kekelas dulu liat jadwal pelajaran" kata Lies sambil berlalu.


💃💃💃💃💃


Hai readers, terimakasih sudah membaca sampai bab ini, sesungguhnya author ingin membaca juga komen kalian, tentu saja komen yang membangun agar author lebih baik lagi, ditunggu ya komentarnya....🙏🏿

__ADS_1


__ADS_2