Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Push-up setengah


__ADS_3

Di kampus itu terdiri dari 3 korp, yaitu korp KPN, korp nautik dan korp teknik, Korp KPN tingkat I terdiri dari 3 kelas yaitu KPN A, KPN B (kelas Titi) dan KPN C, korp nautik terdiri dari 3 kelas yaitu, nautik A, nautik B dan nautik C, sementara korp teknik hanya ada 1 kelas yaitu klas Lies dan Oto.


Di korp teknik taruninya hanya ada 2 orang yaitu Lies dan Naya, itupun sudah untung karena dari angkatan sebelumnya baru angkatan sekarang ada taruni di korp teknik.


Naya berasal dari kota S dia sangat cantik, kulitnya putih dan tingginya kurang lebih 160 cm, sehingga dia banyak disukai taruna, baik yang satu angkatan ataupun senior, sementara Lies biasa saja, wajahnya tidak begitu jelek tapi juga tidak begitu cantik, kulitnya tidak hitam tapi juga tidak begitu putih dan tingginya hanya 155 cm tapi Naya dan Lies cukup klop karena mereka sama- sama cuek dan tidak banyak bicara, mereka sudah kebal rayuan gombal teman sekelasnya, apalagi lies kalau dia sudah kesal, dia angkat kursi hendak ia lemparkan ke temannya yang bikin jengkel, kalau sudah begitu tak ada yang berani menggodanya lagi, dan si Oto hanya ngekek saja melihatnya karena dia sudah tahu betul watak temannya itu.


Kelas teknik letaknya paling pojok dan itu merupakan kelas paporit mereka karena selain kalau ribut tidak akan terdengar, posisinya pun dekat kantin, jadi mereka bisa cuci mata dan tebar pesona kalau ada taruni yang ke kantin.


Seperti saat itu, karena dosen teknik listrik telat datang, dikelas teknik sangat ribut kayak anak TK, maklum dari 3 korp, korp teknik lah paling susah diatur, macam-macam yang mereka kerjakan, ada yang sedang gombalin Naya, ada yang sedang caper sama taruni yang di kantin, Lies sendiri dia sedang asyik menggambar di buku tulisnya, tiba-tiba si Ece menggodanya, "Lies lagi ngapain? dari tadi diam aja, ngobor dong, kalu nggak kita mojok yuk dikantin" kata si Ece sambil mengedip-ngedipkan ke dua matanya.


"Kenapa kamu ce, cacingan? atau minta di hajar, nih sekarang aku kasih kamu gambar golok untuk kenang-kenangan, tapi kalau kamu masih berani gangguin aku, nanti aku bawain golok beneran" kata Lies lumayan kenceng.


"ha ha ha ha...." temen-temen satu kelasnya semua tertawa, sampai orang-orang yang dikantin melihat semua ke kelas mereka, si Ece pun menjauh sambil cengar cengir.


"Makanya kamu ce jangan bangunin macan tidur, kapok kan dikasih gambar golok" kata si Oto sambil terbahak-bahak.


Lies tak menggubris teman-temannya, dia asyik sendiri menghias pinggiran buku tulisnya dengan gambar golok.


Dikantin sudah mulai banyak taruna-taruni baik tingkat 1 ataupun tingkat 2, karena memang sudah waktunya makan siang, dan masih banyak saja senior yang isengin taruna taruni tingkat 1, oleh sebab itu Lies dan naya lebih memilih diam dikelas sambil ngobrol.


"Lies dikantin banyak senior-senior tuh, ada senior Opi juga, lagi ngeliatin ke kelas kita" kata Naya mendongak dari jendela.

__ADS_1


" Iya makanya aku malas kekantin" jawab Lies singkat.


"Kamu mau makan ga? nanti keburu kehabisan lho" kata Naya lagi.


"Aku mah nanti aja lah nay, kalau senior nya udah pada pergi, kamu kalau udah lapar duluan aja" kataku sambil duduk bersandar dipinggir tembok biar tidak terlihat dari luar.


Belakangan ini semenjak sudah dimulai perkuliahan, Lies sudah jarang bertemu Opi, di kampus Lis jarang keluar dari kelas, selesai kuliah pun Lies jarang di kosan ia lebih memilih menghabiskan waktunya dilapangan bima untuk lari sore dan dilanjutkan latihan silat di padepokan bersama Ena dan Anin taruni anak KPN A, sampai jam 10 malam baru sampai dikosan, dan Opi pun sepertinya sudah tau jadi dia sudah jarang ke kosan Lies, sisa cicilan bending pun menggantung tidak ada tindak lanjut karena Opi tidak pernah menagih dan Lies pun tidak berniat untuk menyicil.


Karena sudah lapar Naya akhirnya duluan ke kantin, dan bertemu Titi, "Nay, Lies mana? kok ga kekantin" tanya Titi pada Naya, yang pastinya terdengar oleh Opi.


"Ada ti didalam kelas, lagi puasa kali dia" jawab Naya asal.


"Ya udah aku samperin deh" kata Titi dan taruni lainnya.


Titi dan Umi sama-sama bertubuh langsing, tingginya pun ga jauh beda, bahkan tinggi mereka ga kalah sama naya, wajah mereka pun sama-sama manis, enak dipandang.


"taruni, bilangin ke Lies ya, salam dari saya" kata salah satu senior yang ada disitu.


"Siap sen nanti saya sampaikan salamnya" jawab Titi sambil ngelirik ke Opi yang hanya diam saja.


Akhirnya Titi, dan Umi pun masuk ke kelas teknik, tiba2 taruna yang ada di dalam kelas langsung rame, mereka bersiul sahut menyahut melihat ada taruni masuk ke kelasnya, Opi dan senior yang lainnya langsung berdiri dan masuk ke dalam kelas teknik, taruna yang lagi sibuk bersiul tiba-tiba semuanya diam tanpa suara begitu melihat ada senior masuk ke kelasnya, Lies, Umi dan Titi pun ikut diam tidak menyangka senior akan masuk ke kelas.

__ADS_1


"Senior Opi kayaknya marah banget nih, tapi dia kelihatan semakin ganteng aja, masya allah mata elangnya membuat aku deg-degan" Lies ngomong sendiri didalam hatinya, sementara Titi dan Umi pun langsung diam dan duduk di sebelah Lies.


"Taruni kalian tunggu diluar" kata Opi tanpa melirik sedikitpun, wajahnya yang putih menjadi kemerah-merahan menahan marah.


"Siap senior" kata Titi, Umi dan Lies, sambil melangkah keluar kelas menuju kantin.


Mereka bertiga duduk dikantin menghadap ke kelas teknik, penasaran apa yang dilakukan senior Opi terhadap taruna-taruna itu.


Di dalam kelas terdengar suara Opi sedang menghitung, "dua, tiga, setengah...." ternyata para taruna itu disuruh push-up pake hitungan setengah, dimana hitungan setengah ini adalah hukuman push-up yang lumayan berat karena posisi badan harus berada di tengah-tengah dan untuk menahannya di posisi setengah, membutuhkan banyak tenaga dan melelahkan.


Setelah menghukum taruna teknik tingkat I, Opi langsung pergi ke ruang dekoptar tanpa menoleh Lies sedikitpun.


"Cie-cie yang dicuekin gebetan" goda Titi sambil melirik Lies.


"Emang siapa yang di cuekin ti?" tanya Umi bingung.


"Ada deh, kepo..." jawab Titi, Umi langsung manyun.


Akhirnya mereka asyik ngobrol, bersama taruna taruni lain yang ikut bergabung.


💃💃💃💃💃

__ADS_1


Hai, yang sudah menunggu, semoga puas ya, lanjutan ceritanya, jangan bosan menunggu lagi ya....😘🙏🏿


__ADS_2