Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Sampai di kosan


__ADS_3

Kurang lebih 30 menit perjalanan, taksi pun masuk ke jalan Teluk Nibung, jalannya tidak terlalu besar tetapi begitu ramai dan taksi pun berhenti tepat dirumah yang dituju sesuai alamat.


"Mbak sudah sampai, ini rumahnya yang sesuai dengan alamat yang mbak tuju" kata supir taksi itu.


"Oh ini ya rumahnya" kata Lies sambil membayar ongkos taksi lalu turun dari taksi.


Supir taksi pun ikut turun, membantu Lies menurunkan tas nya.


"Terimakasih pak" kata Lies lagi sambil membawa tasnya.


"Sama-sama mbak" jawab supir taksi itu, dan langsung menjalankan lagi taksinya.


"Permisi" kata Lies diluar pager.


"Iya mau kesiapa ya?" tanya seorang ibu-ibu sambil keluar dari rumah itu mendekati Lies.


"Saya Lies, mau ketemu sama Jaya, apa betul ini kosannya? jawab Lies, sambil bertanya memastikan.


"Oh yang kemarin telepon itu ya? tanya ibu itu lagi, sambil membuka pintu pagar dan mempersilahkan Lies masuk.


"Ayo masuk dulu mbak, biar ibu panggil mas Jaya nya". kata ibu itu.


Setelah Lies masuk dan duduk di kursi luar ibu itupun masuk kedalam dan memanggil Jaya.


"Mas Jaya, temannya yang kemaren telepon sudah datang tuh ada di depan" kata ibu itu sambil berteriak dari bawah tangga karena kamar Jaya ada di atas.


"Iya bu, terimakasih saya langsung turun nih" kata Jaya menjawab teriakan ibu kosnya sambil buru-buru turun dari tangga.


"Selamat datang Surabaya, ternyata panas juga, mudah-mudahan aku bisa cepat dapat kapal untuk prola" kata Lies dalam hatinya.


"Lies alhamdulillah kamu sudah nyampe, bagaimana perjalanannya? tanya Jaya.


"Alhamdulillah sen aman" jawab Lies.


"Oh iya, bentar aa panggil ibu kos nya dulu ya" kata Jaya sambil masuk kedalam.


"Bu, itu junior saya yang mau kos disini.


"Oh ya sudah suruh dia masuk untuk lihat kamarnya" kata ibu kosnya sambil membuka pintu kamar yang mau dikoskan yang letaknya dibawah dekat ruang tamu.


"Iya bu" kata Jaya sambil kembali ketempat Lies.


"Lies ayo masuk, kita lihat kamarnya dulu, ibu kos udah nunggu di dalam" kata Jaya sambil membawa masuk tas jinjing Lies.

__ADS_1


"Iya sen" kata Lies sambil mengikuti Jaya dari belakang.


"Ini kamarnya seperti ini mbak, agak gelap, karena ventilasinya ketutup kamar anak ibu yang baru dibangun, terserah mbak Lies soalnya kamar yang kosong cuman tinggal ini" kata ibu kosnya.


"Gimana Lies, kalau menurut aa, kamu kan kos nya gak bakal lama, siapa tau besok atau lusa udah dapet kapal, jadi mending disini aja biar kepantau sama aa, dan juga ada Ajo, ada Eef ada buki yang bisa diajak ngobrol kalau kamu butuh teman" kata Jaya memberi arahan.


"Iya sen saya disini aja, ga apa-apa"jawab Lies.


"Ya udah kalau mau disini, kebetulan kamarnya udah ibu beresin tinggal kamu tata aja barang-barang mu, kalau butuh apa-apa jangan sungkan, bilang ibu aja" kata ibu kos.


"kamu istirahat aja dulu Lies, aa keatas dulu, nanti kalau mau ngobrol-ngobrol mah keatas aja, diatas mah rame" kata Jaya.


"Iya sen makasih banyak" jawab Lies.


"Sama-sama" jawab Jaya sambil keluar dari kamar Lies.


Lies pun menata barang-barangnya yang hanya baju-baju dan buku-buku kebutuhan prola.


"Kamarnya memang agak pengap dan gelap, jendelanya tidak bisa dibuka, tapi ga apa-apalah yang penting disini aman ada ibu kosnya dan banyak senior" kata Lies dalam hatinya.


Selesai menata barangnya Lies langsung naik kekosan atas tempat Jaya, disana ada Jaya, Eef dan buki lagi ngobrol.


"Siang sen" kata Lies sambil berdiri didepan pintu kamar Jaya yang terbuka.


"Kamu Lies, masuk sini, udah kenal belum sama senior kamu Eef dan Buki? mereka juga korp teknik satu tahun diatasmu" kata Jaya mengenalkan Eef dan Buki.


"Sen saya mau ijin dulu, saya mau keluar mau cari wartel" kata Lies minta ijin ke senior-seniornya.


"Mau ke wartel ya Lies, tau nggak wartelnya? kalau nggak aa anter aja ya!" kata Eef dan Jaya.


"Nggak usah diantar sen saya udah tau ko wartelnya, tadi kan waktu mau kesini saya lewatin" kata Lies menolak.


"Oh iya sen, ini ada kue sedikit bawa dari rumah, mudah-mudahan suka" kata Lies sambil memberikan bungkusan kue yang dibelikan kakaknya.


"Kok jadi malah bawa oleh-oleh segala, ngerepotin kamu aja" kata Jaya.


"Nggak repot kok sen, orang bawanya cuman sedikit, ya udah saya pamit dulu ya sen" lanjut Lies sambil langsung melangkah keluar dari kamar Jaya.


"Ya udah hati-hati ya" kata Jaya, Eef dan Buki barengan.


Lies pun langsung pergi ke wartel untuk menelfon kerumahnya, karena ini hari minggu pasti kakak-kakaknya ada dirumah.


"Halo assalamualaikum" kata Lies setelah ada yang mengangkat telephonnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab orang yang mengangkat telephon, Lies hapal itu suara teh Sumi.


"Teh sumi, ini Lies" kata Lies lagi.


"Lies, gimana kabarnya? apa kamu udah nyampe Surabaya? tanya Sumi.


"Alhamdulillah Lies udah nyampe di kosan barusan" kata Lies.


"Syukur kalau udah nyampe kosan, gimana ibu kos nya baik nggak?" tanya teh sumi lagi.


"Insyaallah mudah-mudahan baik teh, oh iya teh nanti tolong sampein ke ibu sama bapak, kalau Lies sudah sampe, takut mereka khawatir" kata Lies.


"Iya Lies, nanti teh sumi sampein, oh iya Lies kosan mu ada no telepon nya nggak? takutnya bapak dan ibu pengen nelepon" kata teh sumi lagi.


"Ada teh, nomor telepon nya Lies tulis di buku telepon yang diatas meja, namanya kosan senior Jaya" kata Lies.


"Oh iya ini ada" kata teh sumi.


"Ya udah teh ya, Lies pamit dulu, salam buat ibu, bapak dan kakak-kakak, Assalamualaikum" kata Lies.


"Iya Lies, Waalaikumsalam" jawab Sumi dan merekapun sama-sama menutup telepon nya.


Selesai nelepon Lies langsung kembali lagi ke tempat kosannya karena diluar cuacanya sangat panas sekali.


"Besok pagi aku harus sudah mulai jalan ke perusahaan-perusahaan, nanti malam aku akan tanya senior Jaya tempat-tempatnya, sekarang aku mau tidur dulu lah, habisnya tadi malam aku gak bisa tidur nyenyak" kata Lies dalam hati, sambil rebahan dikasur kamarnya.


Belum lama Lies rebahan pintu kamarnya ada yang ketuk.


"Lies, kamu ada dikamar ya?" kata orang yang ketuk kamarnya.


"Iya sebentar" jawab Lies sambil turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya.


Ternyata yang ketuk pintu kamar adalah ibu kosnya, tuanya sama seperti ibu Lies cuman badannya lebih kecil.


"Lies kalau kamu mau makan tapi malas keluar, kamu ke dapur aja masak sendiri selera kamu di kulkas ada bahan mentah tapi kalau mau masakan ibu, ada dimeja makan cuman masakan ibu mah manis" kata ibu kosnya menawarkan makanan ke Lies.


"Oh iya baik bu, gampang nanti kalau sudah lapar Lies ke dapur" jawab Lies sambil senyum.


"Oh ya sudah kalau gitu kamu lanjut istirahat" kata ibu kosnya.


"Iya bu terimakasih" jawab Lies.


Ibu kos nya pun pergi meninggalkan kamar Lies dan Lies pun kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidurnya yang terganggu.

__ADS_1


💃💃💃💃💃


Hallo semua, b**agaimana lebarannya? kalau author lebaran dirumah saja jadi inem, habisnya ga ada yang bantuin, ART libur lebaran udah 3 hari, tapi walaupun begitu author tetap menyempatkan diri untuk kasih THR buat readers, yaitu mengusahakan up di hari ini, mudah-mudahan bisa menghibur kalian di lebaran ini, tapi jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak dengan like, koment dan vote, karena itu sangat berarti buat author 😅🙏🏾**.


__ADS_2