
Setelah mereka selesai makan, Lies langsung pamit pulang ke kosannya tidak ke mes lagi karena sudah malam mau siap-siap untuk besok pagi ke perusahaan-perusahaan pelayaran mencari kapal untuk prola, seniornya pun mengerti dan mengijinkan.
"Lies udah pulang?" tanya ibu kos di depan rumah, ketika Lies masuk ke halaman kosannya.
"Iya bu" jawab Lies.
"Tadi ada yang telepon perempuan nanyain kamu katanya kakakmu, ibu bilang lagi ke mes seniormu" kata ibu kos memberitahu.
"Oh iya bu terimakasih, nanti Lies telepon balik, Lies masuk dulu ya bu" jawab Lies mengucapkan terimakasih lalu masuk ke kamarnya.
Didalam kamarnya Lies mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk besok, sekaligus membuat beberapa rangkap biodata baru sesuai yang diarahkan oleh senior-seniornya.
"Ternyata senior-senior itu kalau sudah kenal dekat tidak segalak dan semenakutkan dulu, malah kebalikannya mereka semua humoris senang bercanda tidak terkesan galak sama sekali" Lies bicara sendiri dalam hatinya.
"Oh iya kalau senior Ajo dulu dikampus sering dengar dari pak Alang katanya orangnya pintar, makanya lulus cepat tapi aku baru tau sekarang orangnya, dan aku makin simpatik aja ternyata selain pintar orangnya ganteng juga dan gak sombong lagi" sambil tiduran Lies masih meracau dalam hatinya.
Besok paginya Lies sudah siap-siap memakai pakaian PDH lengkap, dia pun pamit sama ibu kos untuk memulai petualangan nya menyusuri perusahaan-perusahaan pelayaran sekitar situ.
Lies berjalan kaki sendirian dari satu perusahaan pelayaran ke perusahaan pelayaran lainnya dengan berjalan kaki, keringat sudah bercucuran karena walaupun masih pagi cuacanya tetap panas apalagi jarak dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya lumayan agak jauh tapi kalau menggunakan angkot nanggung turun-turunnya.
"Udah beberapa perusahaan pelayaran yang Lies masukin, tapi belum ada hasil, ada yang bilang disitu hanya kantor cabang untuk kadet harus dari kantor pusat nya di Jakarta, ada yang bilang tidak terima kadet cewek, ada yang bilang tidak ada akomodasi dikapalnya untuk kadet, ada yang bilang kadetnya sudah ada baru naik, ada juga yang suruh tunggu beberapa bulan lagi untuk gantiin kadet sebelumnya.
Karena matahari sudah semakin terik, Lies memutuskan untuk pulang dulu ke kosan sambil shalat dzuhur dan makan siang karena kalau pagi Lies tidak pernah sarapan jadi perutnya udah mulai keroncongan.
Datang di kosan Lies langsung bersih-bersih dan shalat dzuhur lalu seperti biasa masak menu paporit nya didapur untuk makan siang sesuai selera nya yaitu ceplok telor, tahu goreng dan sambal mentah, dan kegiatan itu yang membuat Lies betah dikosan nya karena serasa dirumahnya sendiri.
Selesai makan biasanya Lies nonton tv sambil ngobrol sama ibu kos, atau istirahat dikamarnya hingga adzan ashar Lies baru mandi shalat lalu ngobrol dengan senior-seniornya yang datang silih berganti, seperti saat itu Jaya dan Ajo udah kembali ke kapal, tapi datang lagi senior Ansur karena kapalnya lagi sandar, sementara Buki masih stby setia menunggu kapal di perusahaan PT. T****, sehabis magrib kadang Lies ke mes bersama senior-seniornya, tapi kadang Lies hanya di kosan saja menunggu telepon dari keluarganya.
Tidak terasa sudah hampir dua bulan Lies mutar-mutar Surabaya masuk dari satu perusahaan pelayaran ke perusahaan pelayaran lainnya tanpa kenal lelah dan putus asa sampai sudah tidak terhitung berapa jumlah nya, bahkan hampir semua perusahaan pelayaran di Surabaya sudah Lies masuki.
Tapi tetap belum ada titik terang kebanyakan mereka menolak kadet perempuan dengan alasan dulu pernah ada kadet perempuan, ujung-ujung nya malah bikin malu di kapal sehingga perusahaan kapok terima kadet perempuan lagi.
Kesal tentu mendengar itu semua, tapi mau gimana lagi, yang paling disesalkan adalah kadet yang bikin malu itu, gara-gara satu dua orang bikin malu imbasnya ke semua kadet perempuan, termasuk Lies yang saat itu menjadi susah untuk mencari kapal.
Melihat Lies semua seniornya ikut prihatin, mereka pun berusaha membantu Lies dan selalu menyemangatinya.
Karena tidak tega Acef pun meminta ijin kepada KKM (Kepala Kamar Mesin) dan kapten kapal untuk membawa Lies ikut overhoul (perbaikan) mesin di kapalnya, dan beruntung sekali karena mereka mengijinkannya.
__ADS_1
"Lies besok kamu ada kegiatan nggak?" tanya Acep.
"Nggak ada sen, tinggal nunggu ditelepon aja dari perusahaan" jawab Lies.
"Mau ikut ke kapal aa nggak? kebetulan kapal aa lagi perbaikan, spare part nya udah pada datang tinggal di pasang" kata Acep.
"Emang boleh sen? kalau boleh Lies mau ikut, Lies pengen tahu perbaikan mesin kapal itu seperti apa" jawab Lies semangat.
"Aa udah minta ijin kapten, KKM dan Mr Paul, mereka malah penasaran nyuruh kamu ikut ke kapal" kata Acep.
"Emang Mr Paul siapa sen?" tanya Lies penasaran.
"Dia bule yang bertanggung jawab dalam perbaikan mesin di kapal aa" Acep menerangkan.
"Oh gitu, ya udah besok pagi Lies akan siap-siap, makasih ya sen atas kesempatannya" kata Lies merasa bersyukur karena di beri kesempatan untuk ikut perbaikan mesin kapal.
"Iya, jangan lupa besok jam stengah tujuh pagi kita berangkat naik mooring boat" kata Acep lagi menekankan.
"Siap sen" jawab Lies semangat.
Besok paginya jam stengah tujuh kurang Lies sudah siap menunggu Acep turun, tepat jam setengah tujuh Acep turun dari tangga, dia tersenyum melihat Lies sudah stby di sana.
"Siap sudah sen" jawab Lies.
"Sudah bawa baju kerja?" tanya Acep lagi.
"Sudah sen" jawab Lies singkat.
"Nanti kamu pasti kotor-kotoran, ga takut kotor kan?" tanya Acep lagi ingin memastikan.
"Insyaallah tidak sen" jawab Lies yakin.
"Bagus kalau gitu, karena orang mesin itu tidak boleh takut kotor, apalagi kalau lagi perbaikan mesin pasti semuanya kotor" kata Acep menjelaskan.
"Iya sen" jawab Lies.
Mereka pun berangkat menuju tempat mooring boat, ternyata disana sudah ada Mr Paul, Lies langsung di kenalkan ke Mr Paul oleh Acep, mooring boat pun berangkat menuju kapal.
__ADS_1
Sesampainya di kapal Lies langsung diajak sarapan oleh Acep.
"Ayo Lies sarapan dulu, mumpung masih setengah delapan, habis sarapan langsung ganti baju kerja, jam delapan kita mulai kerja" kata Acep sambil membawa Lies ke salon (tempat makan di kapal).
"Iya sen" jawab Lies singkat, sambil mengikuti Acep.
Selesai makan Lies langsung menggunakan baju kerja begitu pun dengan Acep.
Tepat jam delapan mereka sudah berada di ruang mesin.
"Ini ruang mesin Lies tempat kita orang-orang mesin bekerja" kata Acep.
Lies hanya manggut-manggut sambil memperhatikan kesekeliling ruangan.
"Ayo aa kenalin dulu sama KKM dan masinis lainnya" kata Acep.
"Pagi bas, kenalin ini kadet yang kemarin saya ceritakan" kata Acep ke KKM, masinis I dan masinis III, karena di kapal jabatan Acep adalah masinis II.
"Perkenalkan nama saya Lisya Ramadani kadet teknik dari Akademi Maritim *******, mohon ijin untuk belajar mengikuti perbaikan mesin di kapal ini" kata Lies memperkenalkan diri sekaligus meminta ijin kepada mereka.
"Iya saya ijinkan kamu mengikuti perbaikan mesin di kapal ini untuk belajar sebagai kadet dengan catatan kamu harus hati-hat dalam bekerja utamakan keselamatan dan selanjutnya kamu ikutin arahan masinis II" kata KKM.
"Siap bas, terimakasih" jawab Lies.
Hari itupun Lies mulai ikut terjun bekerja sambil belajar sebagai kadet mesin dengan membantu pekerjaan Acep, lies mempelajari semua yang dia lihat karena baru kali ini Lies kerja dan langsung ikut overhoul total.
πππππ
**Hai.....
Jalan-jalan ke rumah kaca
Di sampingnya pohon kedongdong
Kalau kalian sudah membaca
Jangan pelit like, komen dan vote nya dong
__ADS_1
π π ππΎππΎ**