
Pelayaran dari Banjarmasin menuju surabaya sama saja, tidak henti-hentinya kapal diterjang ombak, kepala Lies sudah mulai pusing lagi, dan kali ini ombaknya lebih parah dari ketika berangkat.
Hampir semua crew tidak ada yang sarapan pagi, disalon perwira maupun salon ABK sepi, crew yang tidak sedang jaga mereka ada di kamarnya masing-masing.
Begitupun Lies dia sedang tiduran di sofa kamarnya, dia memejamkan mata sambil menikmati goyangan kapal seolah-olah merasa sedang diayunan, tapi kalau dia bangun, kepalanya terasa pusing, akhirnya dia hanya tiduran saja di sofa.
Karena tidak enak sama masinis satu yang lepas jaga dan langsung ikut kerja harian, Lies pun memaksakan diri bangun dan bersiap-siap ke kamar mesin untuk ikut kerja harian karena sudah jam delapan pagi dan itu sudah telat karena harusnya dia sudah ada di kamar mesin.
Di lorong tangga, Lies yang sempoyongan sambil berpegangan di ralling besi, berpapasan dengan masinis satu yang berjalan naik tangga.
"Mau kemana det?" tanya masinis satu yang jalannya juga sempoyongan.
"Mau ke kamar mesin bas, maaf telat." Jawab Lies.
"Ngapain det kekamar mesin ini kan jaga nya masinis tiga." Kata bas satu lagi.
"Mau ikut kerja harian bas." Jawab Lies.
"Udah gak usah det, nanti aja kekamar mesin nya pas jaga laut sama bas dua, biar mandor aja sama si Joni yang kerja harian lagian udah gak ada yang dikerjain lagi udah semua pas sandar kemarin, kamu istirahat aja mukamu udah pucat tuh." Kata masinis satu.
"Iya baik bas, terimakasih." Akhirnya Lies tidak jadi ke kamar mesin, dia langsung ke buritan kapal hendak tidur diayunan.
Ternyata disana sudah ada bas dua sedang tiduran di ayunan, Lies pun tiduran di ayunan satunya yang masih kosong, disitu terasa lebih nyaman dari pada di kamarnya, karena anginnya menyegarkan sehingga berkurang mabuk lautnya.
Akhirnya Lies pun tertidur lelap di ayunan hingga akhirnya dia terbangun karena suara mandor dan Joni
"Rupanya kalian disini ya? kadet nyenyak sekali tidurnya." Kata mandor sambil duduk diatas bangku panjang, diikuti Joni yang langsung tiduran karena sudah tidak kuat menahan pusing.
__ADS_1
Sementara Lies tidak mempedulikan ocehan mandor dia cuek saja melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
Seperti itulah kegiatan mereka pada saat diterjang ombak, walaupun sambil mabuk laut mereka tetap bertanggung jawab atas jaga laut, sehingga kapal pun tetap terkendali dan aman sampai dengan tempat tujuan.
Akhirnya kapal tiba kembali di Surabaya, kapten dan KKM mengijinkan Lies langsung turun kedarat sampai dengan kapal berangkat kembali.
Tidak terasa Lies sudah hampir tiga bulan ikut berlayar dikapal itu, hingga akhirnya Jaya, Ajo dan Ata yang juga senior Lies merencanakan untuk Lies pindah kapal agar Lies mendapatkan pengalaman lebih dikapal lain yang line nya berbeda dan juga demi kebaikan Lies.
Lies selalu mengikuti semua arahan seniornya karena itulah yang terbaik buat dirinya.
" Lies, kamu kan sudah hampir tiga bulan dikapal bareng aa dan line nya hanya Surabaya-Kalimantan saja, jadi menurut aa dan Ajo kamu sebaiknya pindah kapal ke kapal KM. TP, kebetulan disana banyak seniormu, jadi disana kamu bisa lebih banyak belajar lagi." Kata Jaya menjelaskan.
"Siap sen, saya ikut aja gimana baiknya menurut senior." Jawab Lies.
"Ia Lies, saya sudah meminta ijin kapten dan KKM, Alhamdulillah mereka sudah mengijinkan, kebetulan istri kapten suka ikut berlayar jadi dia seneng banget mendenger mau ada kadet cewek dikapal, jadi kamu ada teman cewek disana." Kata Ata ikut menjelaskan.
"Disana juga sudah ada kadet mesin dan kadet deck, mereka senior kamu semua, jadi kamu bisa belajar bersama mereka, dan orang mesin disana semuanya baik-baik, makanya senior Dens juga betah jadi kadet mesin disana." Kata Ata.
"Iya sen, terimakasih banyak atas bantuan senior semua, semoga Allah membalas kebaikan senior." Jawab Lies karena merasa terharu oleh kebaikan senior-seniornya.
"Sudahlah Lies kami pun sama, kami bisa seperti ini juga tidak lepas dari bantuan orang lain, aa yakin kamu pasti bisa sukses yang penting kamu jangan sampai putus asa, ingat kamu harus maju terus pantang mundur." Kata Ajo memberi semangat.
Akhirnya mereka pun semuanya tertawa.
Setelah pamitan dan berterimakasih kesemua crew kapal di KM. C, Lies pun memulai babak baru lagi sebagai kadet mesin junior di KM. TP, Lies memperkenalkan diri kesemua crew kapal satu persatu, dan Lies pun bertemu dengan istri kapten yang ternyata masih muda hanya selisih 4 tahun diatas Lies, tapi dia sangat dewasa dan baik sekali.
"Det, kalau tidur jangan lupa kunci pintunya, ini no tlp kamarku, jangan sungkan kalau ada apa-apa telepon saja ya!" Kata istri kapten.
__ADS_1
"Siap bu." Jawab Lies, singkat.
"Kamu kaku amat sih det, panggil mbak saja ga usah ibu, kamu seusia adikku kok." Kata istri kapten.
"Baik mbak, terimakasih." Jawab Lies yang sudah mulai merasa akrab.
KM. TP adalah kapal container sama seperti kapal C, tapi hampir tiga kali lebih besar ukurannya dari pada kapal C, disini Lies dapat kamar sendiri yang cukup luas sehingga merasa lebih nyaman.
Di KM.TP Lies hanya ditugaskan ikut kerja harian bersama Dens seniornya yang juga sama-sama kadet mesin, meraka dibawah pengawasan Masinis satu.
Hari ini pelayaran pertama Lies di KM. TP, kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar, dengan semangat 45 Lies dan seniornya Dens turun ke ruang mesin untuk OHN, berbekal pengalaman di kapal C, Lies disini sudah tidak begitu bingung, Lies ikut berbaur dengan yang lainnya.
Tiba-tiba KKM memanggil Lies, "Det sini !"
Lies pun segera mendekati KKM, "Ada apa bas?" tanya Lies.
"Kamu disini saja det, tidak usah dekat-dekat pipa angin, ini kapal tua jadi kalau sedang start mesin kamu jagan deket-deket pipa angin karena pernah ada kejadian pada saat start pipa angin pecah persis mengenai crew yg dekat disitu, jadi kamu harus waspada!" Kata KKM panjang lebar menjelaskan.
"Baik bas, terimakasih sudah memberitahu." Jawab Lies.
Selesai OHN Lies, Dens, olimen, masinis satu dan mandor melanjutkan kerja harian karena jam kerja belum selesai.
Lies dan Dens mengepel dan mengelap mesin-mesin serta membersihkan dan menata kunci-kunci disini Lies merasa lebih tenang karena ada seniornya yang sama-sama kadet sehingga ada teman berkeluh kesah.
💃💃💃💃💃
* Hai gaes apa kabar? mohon maaf lama baru bisa update 🙏🏾*
__ADS_1