Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Jangan makan tulang kawan


__ADS_3

Setelah kami berbaris per peleton, akhirnya kami berangkat menuju asrama haji menggunakan truk AL, perjalanan kurang lebih 45 menit akhirnya sampai. Kamipun berbaris kembali dengan pengawasan yang sangat ketat, lalu kamipun disuruh menyimpan barang-barang kami ke dalam barak yang sudah di tentukan.


lagi asik-asik membenahkan barang, tiba-tiba diluar terdengar bunyi sirine dan teriakan-teriakan senior, "catar catir ayo cepat baris di lapangan, hitungan 10 harus sudah rapih, satu... dua... tiga...." mendengar itu aku langsung lari keluar barak menuju lapangan. beruntung aku tidak membuka baju dan sepatuku jadi aku masih menggunakan PDL (pakaian dinas lapangan) lengkap, karena kebanyakan catir sudah membuka PDL nya, sehingga mereka kalang kabut menggunakannya lagi.


Selamat aku, hitungan ke sembilan aku sudah berbaris dengan rapih, tapi tetap ga enak hati karena teman-temanku banyak yang belum sampai lapangan. pasti semua dapat hukuman lagi ini, batinku dalam hati.


Benar saja, catar catir yang telat disuruh maju di depan mereka dibentak-bentak dan di hukum, yang catar disuruh push-up yang catir disuruh bending, selesai itu kami disuruh baris terpisah antara catar dan catir.

__ADS_1


"kalian catar catir keple, ele-elean... kami suruh kalian untuk taro barang, bukan untuk istirahat, kenapa kalian tidak langsung kembali kelapangan? apa kalian belum mengerti juga ya? kalau begitu biar kami buat kalian mengerti bagaimana kalian bisa jadi catar catir yang tanggap!" kata senior Ade Millar yang sangat galak dan paling sering menghukum kami.


"Ambil posisi tengkurep" perintah senior Ade Milar. Kami pun mengikuti perintah nya tengkurep diatas lapangan. "guling kearah kiri" perintahnya lagi, kami pun bergulingan kesebelah kiri. "guling ke kanan" dia perintah lagi, kami pun selalu mengikuti semua yang diperintahkan karena banyak sekali senior dan seniorita yang mengawasi kami, kepalaku sudah mulai terasa pusing karena terus berguling-guling, kurasa teman-temankupun sudah merasakan hal yang sama, karena gulingan kami sudah tidak terkontrol lagi, ada kaki yg mengenai kepalaku kakiku juga mengenai kepala temanku, kamipun banyak bertubrukan.


"Hei kamu dul, siapa suruh kamu berhenti? jangan makan tulang kawan kamu ya! apa mau kamu saya suruh ke depan guling-guling sendirian disini?" teriak senior lain sambil menunjuk kesalah satu catar.


Catar tadi disuruh maju, dibentak-bentak dan disuruh guling-guling sendiri di depan, "kalian dengar, ini contohnya kalau makan tulang kawan, saya paling tidak suka kalau ada catar yg seperti ini, jika satu salah maka semua harus menanggungnya, agar jiwa korsa kalian tumbuh, jangan makan tulang kawan seperti dia, jika diantara kalian masih ada yang berani makan tulang kawan, saya pastikan pembelajaran kalian akan lebih dari pada ini, kalian boleh benci kami, tapi ingat suatu saat nanti kalian akan berterimakasih kepada kami, karena kami tidak akan pernah berhenti sampai berhasil menempa kalian menjadi calon taruna taruni yang bermental baja dan berjiwa korsa tinggi untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya setelah kalian lulus dari sini" kata senior Opik berapi-api, karena dia adalah komandan batalyon (Danyon) saat ini.

__ADS_1


💃💃💃💃💃


**Jiwa korsa adalah suatu konsep militer mengenai kesadaran seseorang individu dalam suatu korps, yang memiliki perasaan sebagai suatu kesatuan, kekitaan, kecintaan dan kebersamaan didalamnya.


Jangan makan tulang kawan artinya jangan merugikan atau mengorbankan kawan demi keuntungan pribadi**.


Batalyon adalah satuan militer yang terdiri dari beberapa kompi.

__ADS_1


__ADS_2