
Tak terasa hampir satu tahun kuliah, dan sebentar lagi naik ke tingkat 2, maka penerimaan taruna taruni baru pun dimulai, sementara hubungan Lies dan Atar tidak berlanjut sama halnya seperti hubungan Lies dengan Opi dan Ada Mulya.
Atar akhirnya berpacaran dengan catir yang baru masuk, sementara Opi tidak pernah terdengar berpacaran dengan siapapun, dan Ada Mulya masih rukun dengan pacarnya.
Begitupun hubungan Titi dan senior, yang juga sudah kandas karena ada yang menikung, lebih tepatnya ditikung taruni lain.
Itulah masa-masa remaja bagi Lies dan Titi, mendapatkan pengalaman yang kelak akan mereka kenang sambil senyum-senyum sendiri, walaupun ada rasa sakit dihati Titi tetapi itulah yang membuat dia menjadi lebih kuat dan bertambah dewasa.
Karena ingin mencari suasana baru dan ingin lebih pokus belajar, Lies pun pindah dari kosan pak Bari yang sangat ramai, kekosan husus perempuan yang hanya ada lima kamar, dua kamar ditempati mahasisiwi kampus lain yaitu mbak endang, mbak mumun dan mbak emuh, 1 kamar ditempati Epi yaitu senior nya Lies yang sama sekali tidak galak bahkan sangat baik, manja, imut dan lucu, satu kamar lagi ditempati Eci taruni KPN C yang juga sangat manja, imut, lucu dan centil.
Betul-betul suasana baru bagi Lies karena biasanya dia hanya bergabung dengan cowok-cowok bahkan sering disebut "perempuan disarang penyamun" tapi kini dia gabung dengan remaja-remaja putri yang ceria, yang mulai memperkenalkannya ke dunia baru dimana kalau malam minggu, Epi seniornya diapelin, mbak endang keluar jalan sama pacarnya mbak mumun dan mbak emuh ada yang ngapel, tak terkecuali Eci pun kalau malam minggu selalu di apelin senior U.
Biasanya kalau malam minggu Lies habiskan waktunya di gunung C bersama teman-teman nya dari TAPALA (taruna pencinta alam) yang di gawangi oleh seniornya yaitu Alim, yang sudah betul-betul hapal daerah gunung C, tapi malam minggu ini kebetulan sedang tidak ada kegiatan di TAPALA, jadilah dia hanya merenung sendirian dikamarnya.
"Malam ini kan malam minggu pasti semua ada yang ngapel, dari pada aku jadi obat nyamuk, mending aku buru-buru ngungsi lah mumpung masih sore, tapi ngungsi kemana ya? padepokan kalau malam minggu begini pasti sepi, ya udahlah ke kosan Ena dan Anin aja, mereka kan sama-sama jomblowati" Lies ngomong sendiri didalam kamarnya, Lies pun langsung ke kosan Ena dan Anin.
Ena dan Anin satu kosan tapi beda kamar, disana kamarnya lebih banyak lagi dari pada kosan pak Bari dan kebetulan kosannya samping-sampingan dengan rumah pak Bari.
__ADS_1
"Na, Nin malam ini aku numpang nginap disini ya!" kata Lies meminta ijin mereka.
"Emang kenapa dikosan mu lis, tumben mau nginap disini, biasanya kan ogah" kata Anin heran.
"Lagi malas aja jadi obat nyamuk, kalau disini kan sama-sama jomblo sejati" jawab Lies sambil cengengesan.
"Ya udah pindah kesini aja kos nya biar kita namain kosan jomblowan dan jomblowati sejati" kata Ena sambil tertawa.
Ena, Anin dan Lies adalah taruni halu, kalau ngumpul udah pasti klop karena sebagian besar obrolan mereka seputar cowok-cowok yang mereka kagumi, tetapi mereka tidak ada satupun yang punya keberanian untuk menunjukan, jadilah sampai sekarang mereka tim jomblowati sejati.
"Niongkan bukan tim jomblowati, udah pastilah malam minggu begini dia jalan sama pacarnya" jawab Ena sambil ikut rebahan dilantai.
Tiba-tiba datang Endra, senior diatasnya 1 tingkat yang sama-sama kos disana sambil membawa segelas kopi dan roti bakar.
"Asyik amat kalau sudah ketemu sesama tukang gibah, dari tadi cekakak cekikik ga ngajak-ngajak" katanya sambil duduk ditembok depan kamar Ena.
"Nah nih dia, sudah lengkap sekarang jomblowan dan jomblowatinya" kata Lies sambil bangun dan mendekati roti bakar yang dibawa Endra, Ena dan Anin pun ga mau kalah ikut menyerbu roti bakarnya.
__ADS_1
"Jadi nggak jemput si Adi ke jalan bepas?" tanya Endra.
"Emang si Adi pulang nya malam ini?" tanya Ena.
"Kan bilangnya datang kesini malam minggu sekitar jam satu jam dua-an" kata Endra lagi.
"Oh iya bener Na, kata si Adi kan malam minggu ini" sambung anin membenarkan ucapan Endra.
"Ya udah kita jalan aja jam dua belas-san dari sini sambil operasi malam kayaknya mangganya udah gede-gede, nanti kita jemput dulu si Adar biar tambah personil" kata Endra.
"Siip" jawab Ena, Lies dan Anin serentak.
Karena Ena, Anin, Lis dan Endra adalah jomblowan dan jomblowati sejati yang tidak terikat, maka mereka sering diminta bantuan baik oleh temannya Anin dan Ena maupun oleh temannya Endra untuk mengantar atau menjemput meraka kalau pulang kampung atau pulang dari kampung di malam hari, dan tim jomblowan dan jomblowati pun selalu bisa diandalakan, tulus ikhlas menjemput atau mengantar mereka tanpa pamrih, sementara Lies selalu ikut-ikutan sebagai tim hore hanya untuk menghilangkan stres pada mata pelajaran dan ujian negara yang sangat membebani.
💃💃💃💃💃
Lanjut terus ya bacanya, jangan lupa like dan cobain vote nya...😊🙏🏿
__ADS_1