
Hari Sabtu pagi Lies dan bapaknya sudah siap berangkat ke kota C, mereka naik bus dari terminal, sekitar pukul 3 sore mereka sudah sampai di kota C dan langsung menuju tempat kosan yg sudah dibayar depe nya waktu mereka terakhir ke kota ini, kosannya masih baru ada 15 kamar lengkap dengan isinya, semua kamar sdh penuh termasuk kamar yang tempati Lies, kebetulan juga mereka yang menempatinya adalah taruna taruni dari Akademi Maritim yang sama, ada 3 orang senior tingkat 2 dan selebihnya adalah catar (calon taruna) dan 1 orang catir (calon taruni) sama seperti Lies, beruntung kebanyakan catarnya berasal dari kota yang sama dengan Lies dan banyak yang sejurusan dengannya yaitu jurusan teknik.
Atas ijin ibu kos, bapaknya boleh nginap dikosan, malam itu bapaknya pun banyak sekali memberikan nasihat, "lies kamu harus kuliah yang betul! jangan sampai kebawa yang bukan-bukan! jaga diri baik-baik! harus bisa membawa diri! bapak percaya kamu bisa mandiri, sering-sering beri kabar ke rumah biar ibu dan kakak-kakakmu tidak khawatir, kalau ada apa-apa cepat kabarin bapak! jaga kesehatan! jangan sampai lupa makan! bapak akan usahakan setiap bulan kirim kamu uang untuk biaya kamu disini" Lies pun sangat terharu mendengar nasihat bapaknya, diatahu bapaknya tidak punya banyak uang tapi dia juga tahu banget sifat bapaknya, beliau akan bekerja keras banting tulang melakukan pekerjaan apa saja yang halal untuk memenuhi kebutuhan Lies, bahkan kalau rumahnya rubuh sekalipun bapaknya tidak akan peduli karena yang terpenting baginya adalah semua kebutuhan anaknya terpenuhi, Lies sungguh merasa beruntung mempunyai bapak dan ibu seperti mereka dan Lies pun sangat bersyukur memiliki 4 orang kakak perempuan dan 1 orang kakak laki-laki yang tidak pernah iri dengan kasih sayang orangtuanya kepada Lies, bahkan mereka selalu mendukung dan sangat menyayangi Lies.
Besok harinya, bapaknya mau pulang ke kota B, beliau menitipkan Lies ke ibu/bapak kos yang rumahnya tepat depan kosan selain kepada mereka bapak juga menitifkan Lies ke semua yang ada di kosan.
"Adek-adek bapak titip lies ya, baik di kosan ataupun di kampus, lies agak cengeng dan ngambekan karena anak bungsu biasa dimanjain ibu dan kakak-kakaknya" kata bapaknya.
__ADS_1
"Ih bapak apaan sih pak, kok aku dikatain begitu", kata Lies ga terima, serentak semua yang ada disitu menertawakannya, sementara bapaknya hanya senyum-senyum saja.
Setelah bapaknya pulang Lies benah-benah kamarnya lalu ngobrol sama Titi temannya yang sama-sama catir (calon taruni) tapi berbeda jurusan, Titi ambil jurusan KPN (Ketatalaksaan Pelayaran Niaga) karena dia SMA nya jurusan IPS.
"Lis kamu ambil jurusan apa?" tanya Titi.
"Pengennya sih aku jurusan Nautik karena aku pengen jadi kapten kapal, tapi katanya tidak bisa karena aku dari STM jadi aku disarankan ambil jurusan teknik" jawab Lies.
__ADS_1
"Iya kebetulan aja karena teman-temanku banyak yang masuk STM jadi aku ikut-ikutan" jawab lies.
"Tapi kamu hebat juga ya, berarti bertemannya sama cowok semua dong, aku salut deh sama kamu" Titi memujiku.
"Ah biasa aja ti, ga ada yang spesial kok" jawabku.
"Oh iya lies, kata mbak nayi dan mbak mida seniorita (sebutan untuk senior perempuan) yang kamar tengah itu, besok kita jangan sampai kesiangan, kalau kesiangan nanti kita dihukum guling-guling"
__ADS_1
💃💃💃💃💃
Gimana lanjutan ceritanya? penasaran gak?...😊🙏🏿