Cerita Cinta Pelaut Wanita

Cerita Cinta Pelaut Wanita
Nama panggilannya si boxer


__ADS_3

Setiba dikosan Lies langsung buru2 mandi lalu makan ditempat ibu kos bersama Titi dan anak-anak yang ketring ke ibu kos, sambil makan mereka pun masih membahas kejadian tadi di kampus.


"Lies tolong liatin pipiku, ada bekasnya nggak? tanya Titi, akupun langsung memperhatikan pipinya.


"Agak merah dikit ti, emang masih sakit ya?" tanyaku.


"Sakit di pipi sih nggak seberapa, tapi sakit dihatiku ini yang ga bisa hilang, baru kali ini aku ditampar Lies, ibu bapakku aja gak pernah nampar, mending kalau yang nampar aku tuh ganteng, inimah udah jelek, hitam, hidup lagi" kata Titi sambil cemberut tapi tetap ngunyah.


Lies ketawa mendengarnya, karena tadi pagi perasaan dia yang muji senior semuanya ganteng-ganteng, sekarang sudah ditampar baru kelihatan jelek dan hitamnya.


"Tadi senior yang nampar kamu ganteng nggak Lies?" tanya Titi.


"Ganteng banget ti, macho, tamparannya luar biasa, tapi dia pake rok, di name tag nya tertulis, Suti" jawab Lies kecut.


"Hah, jadi kamu di tampar seniorita Suti? dia kan poltir (polisi taruni) seniorita paling cantik dan paling galak" kata Titi menjelaskan.


"Kok kamu tau ti?" tanya Lies penasaran karena begitu kenal dengan Titi, dia selalu memberitahu informasi tentang senior-senior kepadanya.

__ADS_1


"Oh itu, aku kan sebelum daftar kuliah disini udah sering diajak mbak Nayi kekosannya dan dikenalkan sama temen-temennya, termasuk seniorita Suti, dulu dia satu kosan sama mbak Nayi, sebelum mbak Nayi pindah kesini sama mbak Mida, aku kan sama mbak Nayi satu kampung" Titi pun menerangkan.


"Oh gitu toh, pantas saja kamu terlihat dekat sama mbak Nayi" jawab Lies.


"Oh iya Lies, kata mbak Nayi seniorita Suti itu orangnya tegas kalau di kampus, jangankan ke kita, mbak Nayi aja pernah dihukum sama seniorita Suti gara-gara telat apel, padahalkan mbak Nayi satu angkatan sama dia, satu kosan lagi." gibah Titi.


"Pantas saja dia nampar aku ga kira-kira sampai mataku berkurang-kunang, kapan-kapan aku akan ajak sparing dia", kata Lies berapi-api mengingat kejadian tadi.


"Gila Lies kamu berani sama seniorita Suti nantang sparing?" tanya Titi sambil membelalakan matanya.


"Kenapa harus takut waktu STM, siswa satu sekolah semua pernah aku ajak sparing, jadi mereka ga da yang berani godain aku" jawab Lies santui, Titi melongo mendengar jawabanku.


"Kamu tanya aja orangnya langsung, tuh dia orangnya nongol" kataku sambil menunjuk kearah Oto yang baru masuk.


"Lies udah makan belum?" tanya si Oto sambil mendekat.


"Udah nih baru selesai makan, emang kenapa?" Lies balik nanya.

__ADS_1


"Tadinya aku mau ajak kamu makan diwarung depan" kata si Oto lagi.


"Aku ketring to, sama ibu kos, males kalau harus keluar-keluar, takut ketemu macan sama singa" jawab Lies asal.


Lies, Titi dan Oto biasa menyebut senior dan seniorita dengan sebutan macan dan singa, karena kalau ketemu dimanapun baik di kampus atau di warung sekalipun mereka pasti akan mengerjain catar catir habis-habisan, jadi Lies jarang sekali keluar dari kosan.


"Ga salah lies, masa boxer takut macan sama singa " kata si Oto sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kamu panggil Lies boxer ya to?" tanya Titi.


"Iya panggilan dia waktu di sekolah kan si Boxer, soalnya dia paling galak, tuh liat belum apa-apa dia udah mau ninju" kata si Oto sambil menjauh.


Titi tertawa melihat si Oto mundur karena takut di tinju.


"Udah sana kamu pergi to, katanya kamu mo makan, aku doain semoga kamu ketemu singa kelaparan, biar sekalian kamu jadi mangsanya" kata Lies ketus.


Si oto pun langsung kabur karena dia tau kalau deket pasti Lies sdh meninjunya entah itu di lengan atau dipunggungnya karena dia termasuk orang yang paling sering ditinju Lies.

__ADS_1


💃💃💃💃💃


Kalau masih mau lanjut, terus dukung ya dengan like, koment dan vote nya dong...😊🙏🏿


__ADS_2