
Walaupun latsarmil sudah selesai, tapi mada bintal masih berlanjut terus sampai nanti perkuliahan dimulai, semua catar catir setiap hari dibina dan ditempa oleh para senior dan seniorita yang tiada lelah-lelahnya mendampingi dan mengawasi, selama itu pula Lies selalu mencicil bending kepada Opi seniornya, Opi pun sering datang ke kosan Lies, tapi Lies selalu menanggapinya biasa saja, karena Lies memang sejak STM dulu sudah terbiasa bergaul dengan cowok sehingga dia tidak pernah baper dan selalu memperlakukan mereka sama tidak ada yang special, sehingga cowok-cowok yang menyukainya pun dengan sendirinya akan sadar dan cukup senang hanya dengan pertemanan saja, sementara itu titi selalu mengatakan kalau senior Opi menyukai Lies, tapi Lis tidak pernah menggubrisnya bahkan dia sudah mulai merasa terganggu dengan kedatangan para senior-senior ke kosannya, entah itu alasan sidak atau secara pribadi sengaja main, padahal hampir semuanya catir berhasil di pacarin senior-senior, termasuk Titi yang sedang menjalin hubungan dengan salah satu senior, kebalikan dengan Lies yang lebih memilih ngelubang daripada bertemu dengan para senior, Titi pun mulai paham dengan sifatnya Lies dan sudah angkat tangan tak berani menyampaikan salam-salam lagi dari Opi ataupun senior lainnya.
Akhirnya madabintal telah selesai dan tibalah saatnya pelantikan dari catar catir menjadi Taruna taruni, "Ti nanti acara pelantikan bapak ibumu datang kan?" tanyaku pada Titi, insyaallah mereka datang Lies" jawab Titi, "kamu nanti yang datang siapa aja Lies? Titi balik nanya, "keluarga si dul" jawabku cengengesan, "jangan bercanda, maksudnya apa keluarga si dul?" Titi penasaran, "semua keluarga besarku datang, bapak, ibu, kakak-kakaku, bibi-bibiku, pamanku dan anak cucunya, 1 bis mereka mau datang kesini" jawabku sambil menarik napas dalam-dalam dan melepaskannya, "apa?" Titi pun bengong.
__ADS_1
Akhirnya acara pelantikan pun tiba, catar-catir merasa senang karena stelah ini tidak akan ada lagi yang memanggil catar catir bau.
orangtuanya Lies terlihat sangat bahagia menyaksikan anak yang sangat dicintainya dilantik, mereka tidak lepas-lepasnya memeluk lies, "Lies bapak bangga sama kamu, walaupun kamu dirumah manja tapi bapak yakin kamu mempunyai tekad yang kuat untuk melalui semua rintangan dan tantangan yang akan kamu lalui baik dikampus ataupun nanti di dunia kerja" kata bapaknya sambil berkaca-kaca, "ibu tidak menyangka nak, anak bungsu ibu bisa jauh sama ibu tapi ibu juga yakin kamu kelak bisa mengangkat derajat keluargamu, bapak dan ibu akan selalu berdoa untukmu" kata ibunya sambil menangis dan memeluk Lies dengan erat, Lies pun ikut menangis, karena sebetulnya dia termasuk anak yang cengeng dan melo, sedih sedikit saja air matanya tidak bisa ditahan pasti memaksa untuk mengalir, bapaknya pun sudah hapal anakny pasti ikut menangis maka iapun kembali berkata, "sudah-sudah ini kan momen bahagia, jangan sampai kamu menangis malu diliatin orang" lies berusaha menghapus airmatanya karena dia tidak mau orang lain sampai tau.
__ADS_1
Selesai acara pelantikan, orang tua Lies beserta sodara-sodaranya pun langsung pulang kebandung, Lies pulang kekosan ditemani Opi karena kebetulan jalan mereka searah, sepanjang jalan mereka tidak banyak bicara, Opi yang memang jarang bicara begitupun Lies, dia tidak akan bicara duluan kalau tidak ada yang memulainya.
💃💃💃💃💃
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like 😘