
Sudah lebih dari 6 bulan berjalan perkuliahan, taruna taruni yang sebelumnya catar catir bau, kumel bin kucel kini sudah berubah, wajah ganteng dan cantik mereka sudah mulai terlihat, dulu yang ganteng dan cantik hanya milik senior dan seniorita, tapi sekarang taruna dan taruni tingkat I pun tak kalah penampilannya dengan senior mereka.
Banyak taruni tingkat I yang berpacaran dengan senior, bahkan ada yang sudah putus dan menjalin hubungan lagi dengan senior lainnya, tapi itu tidak berlaku bagi Lies karena menurutnya senior itu walaupun ganteng tetap menakutkan, sehingga tak ada seorang senior pun yang berhasil mendekatinya, tak terkecuali Opi, walaupun ganteng Lies hanya menganggapnya sebatas senior, dan cukup mengaguminya saja tanpa ada keinginan untuk menjalin hubungan lebih, dan Opi pun memahaminya, sehingga mereka pun tak pernah bertemu kecuali tanpa sengaja.
Namun walau bagaimanapun Lies tetaplah gadis yang normal dimana dia sering mengagumi lawan jenisnya terutama teman seangkatannya, saat ini dia sedang merasa tertarik kepada Ada Mulya teman satu kelas Titi, tapi baginya hanya cukup menyukai saja dan tidak mau sampai diketehui oleh orangnya, tapi kebetulannya Ada Mulya pun menyukainya, dengan gencar dia selalu mendekati Lies, sehingga Lies malah ilfil dan tidak menyukainya lagi, aneh memang tapi seperti itulah lis.
Akhirnya Ada Mulya pun angkat tangan dan berpacaran dengan orang lain, tapi itu tidak masalah buat Lies karena dia sudah mengagumi taruna lainnya yaitu Atar teman sekelas Ena.
Atar sering menjadi pemimpin apel, dan Lies sering memperhatikan dia, karena badannya tinggi dan tegap, kulitnya hitam manis, memang tidak setampan senior Opi sih, tapi Atar sudah bisa mencuri perhatian Lies.
Saat itu taruna taruni tingkat satu didampingi beberapa senior mengikuti acara kunjungan ke kapal KRI, dan atar sebagai pemimpinnya, disitulah Lies mulai dekat dengan Atar.
"Lies kamu korp teknik ya?" tanya atar.
"Iya" jawab Lies singkat, karena selain cuaca yang panas, disana pun sesak dengan taruna taruni.
__ADS_1
"Kamu kepanasan ya, nih pake kertas ini untuk kipas-kipas" kata Atar sambil menyerahkan selembar kertas absen kepada Lies.
"Terimakasih tar" jawab Lies sambil mengambil kertas nya dan menggunakannya sebagai kipas, dan mereka pun sudah mulai akrab karena sebelumnya mereka belum pernah mengobrol sama sekali.
Karena dipanggil senior atar pamit pergi dan sampai waktunya pulang mereka tidak bertemu lagi.
Akhirnya Lies pun curhat sama Titi "Ti, jantungku berdebar kalau liat si Atar, aku suka badannya yang tinggi dan tegap" kata Lies kepada Titi.
"Yakin kamu suka? ntar kalau dideketin kamu malah kabur lagi" kata tuti sedikit nyindir.
"Ya cukup aku aja yang suka ga usah deket" jawabku polos.
"Aku belum mau pacaran ti, aku masih pusing mikirin kuliah, jadi cukup aku aja yang suka, dia ga usah" kataku lagi ngeluarin alibi.
"Tapi telingaku budeg, kamu muji-muji dia terus, tinggal pacaran aja ko susah, kan bagus kalau dia juga suka sama kamu" kata tuti menjelaskan.
__ADS_1
"Emangnya dia suka aku ti? kamu tau dari mana?" tanya Lies kepo.
"Ada deh, pokoknya tunggu aja nanti kalau tiba-tiba dia datang kekosan sini" kata Titi semakin membuat Lies penasaran.
Selesai ashar, seperti biasanya Lies sudah siap-siap mengunakan baju trening untuk lari sore ke lapangan bima dan pada saat dia jongkok sambil memakai sepatu tiba-tiba terdengar suara motor dan ada orang membuka pintu gerbang, Lies langsung melihat ke arah pintu gerbang, ternyata yang datang adalah si Atar dengan temannya yaitu si Adi.
Deg, jantungnya lies mulai berdebar tidak karuan karena ternyata omongan si Titi benar, bahwa si Atar akan tiba-tiba datang kekosannya.
"Hai Lies" sapa si Atar, "mau pergi ya?" tanyanya lagi.
"Iya nih mau lari ke lapangan bima" jawabku
"Oh ya udah hati-hati ya" kata atar sedikit kecewa, akhirnya diapun pun ngobrol dengan taruna yang ada dikosan itu dan Lies langsung pergi meninggalkan mereka menuju lapang bima.
💃💃💃💃💃
__ADS_1
Bagaimana ceritanya, masih penasaran?
baca terus ya, jangan sampai bosan....😘🙏🏿